Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Ratusan Artis Dunia Tuntut Israel Bertanggung Jawab atas Terbunuhnya Shireen Abu Akleh

- Apahabar.com     Jumat, 20 Mei 2022 - 15:29 WITA

Ratusan Artis Dunia Tuntut Israel Bertanggung Jawab atas Terbunuhnya Shireen Abu Akleh

Polisi Israel menyerang pelayat saat mereka membawa peti jenazah jurnalis veteran Aljazirah yang terbunuh Shireen Abu Akleh selama pemakamannya di Yerusalem timur, Jumat, 13 Mei 2022. Foto-Net.

apahabar.com, BRUSSELS – Terbunuhnya jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh membuat geram lebih dari seratus artis, termasuk bintang Hollywood, penulis terkenal, dan musisi terkemuka dunia. Mereka menuntut pertanggungjawaban Israel.

Para publik figur  yang di antaranya aktor Susan Sarandon, Tilda Swinton, Mark Ruffalo, Kathryn Hahn dan Steve Coogan itu  juga membuat surat terbuka yang menyerukan pertanggungjawaban penuh atas pelaku kejahatan dan semua orang yang terlibat dalam pengesahannya. Abu Akleh yang terkenal di seluruh dunia Arab karena pelaporannya tentang pendudukan Israel dan sistem apartheid, ditembak mati pekan lalu saat mengenakan rompi pers.

Kelompok hak asasi manusia Israel B’Tselem membantah upaya para pemimpin Israel untuk mengalihkan tanggung jawab. Dalam sebuah pernyataan bersama, sutradara film Pedro Almodovar, Carol Morley, Boots Riley, Asif Kapadia, dan Michael Winterbottom bergabung dengan musisi Tom Morello, Massive Attack, Ben UFO dan Seun Kuti mendukung seruan dari kelompok hak asasi manusia Palestina untuk tindakan proporsional dan terarah untuk menahan Israel mempertanggungjawabkan kejahatannya, dan untuk mengakhiri impunitasnya.

“Saya sedih dan marah atas pembunuhan Shireen Abu Akleh dan serangan mengerikan terhadap pemakamannya. Saya sekarang tahu lebih dari sebelumnya bahwa tanpa akuntabilitas serius dan tindakan serius oleh pemerintah kita, apartheid dan pendudukan tidak akan segera berakhir,” kata Susan Sarandon dikutip Republika dari Wafa News, Kamis (19/5).

Para seniman dan tokoh masyarakat mengkritik pola kekerasan, pelecehan, dan intimidasi terhadap jurnalis Palestina. Amnesty International, Human Rights Watch, dan organisasi hak asasi manusia terkemuka Israel, B’Tselem menggambarkan pola tersebut sebagai sistem apartheid yang dipaksakan kepada rakyat Palestina.

Mengutip tanggapan terhadap invasi Rusia ke Ukraina, penulis Colm Tóibín, Kamila Shamsie, Arundhati Roy, Philip Pullman dan Monica Ali meminta pemerintah Barat mengakhiri kemunafikan mereka dan bertindak dengan konsistensi dalam penerapan hukum internasional dan hak asasi manusia. Para penandatangan, yang termasuk aktor dan mantan pesepakbola Eric Cantona, penulis Naomi Klein, DJ Marea Stamper (The Blessed Madonna) dan penulis dan ekonom Yanis Varoufakis, menyimpulkan: “Tidak boleh ada standar ganda dalam hal hak asasi manusia untuk kebebasan. Fari penganiayaan dan penindasan serta hak untuk hidup dan bermartabat,” tulis pernyataan itu.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tak Berkategori

Pemkot Balikpapan Gelar Salat Gerhana, Rizal Effendi Pamit
apahabar.com

Tak Berkategori

Trafik Layanan Data Telkomsel Naik 16% di Natal dan Tahun Baru

Tak Berkategori

Presiden Jokowi Lihat Momentum Penurunan Covid-19 Asean
apahabar.com

Tak Berkategori

Lima Nyawa Melayang di Jalan Jadi PR Polda Kalsel

Tak Berkategori

Jernang Aceh, Bahan Obat Herbal yang Dicari-cari di China

Tak Berkategori

Rusia Kerahkan Alat Tempur ke Tajikistan Usai AS Angkat Kaki dari Afganistan
apahabar.com

Tak Berkategori

Kabar Gembira..!! Pemkab Tanah Bumbu Cairkan THR Hari Ini
apahabar.com

Tak Berkategori

Kemenhub Naiknya Harga Tiket Pesawat Masih Dalam Batas Wajar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com