Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

- Apahabar.com     Kamis, 19 Mei 2022 - 00:52 WITA

Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH:  Jangan Panik

Ribuan hektare lahan padi di tiga kabupaten Kalsel terancam serangan hama tungro. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalimantan Selatan mencatat 1.044 hektare tanaman padi di tiga kabupaten terserang tungro.

Serangan hama tungro terbanyak ada di kabupaten Batola seluas 640,1 hektare disusul Kabupaten Banjar seluas 251,1 hektare dan Kabupaten Tanah Laut seluas 131,8 hektare.

Serangan hama tungro ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan ratusan hektare tanaman padi di tiga kabupaten ini kerdil dan menguning sehingga gabah menjadi kecil dan kosong.

Merespons itu, Dinas TPH Kalsel tengah melakukan pengendalian hama tungro se-Kalsel dengan target luasan hingga 1559 hektare.

Luasan pengendalian lebih besar dari data serangan tungro ini dilakukan juga guna pencegahan.

“Para petani tidak perlu panik, jika panik nanti bingung mengendalikannya,” ujar Kepala Dinas TPH Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman kepada apahabar.com, Rabu (18/5).

Tanaman yang terserang diyakininya tidak langsung mati. Untuk pengendaliannya, perlu deteksi dini area yang menguning atau yang terserang hama tungro.

Lalu, dilakukan pengendalian dengan menggunakan insektisida sistemik dan dikombinasi dengan aplikasi bahan yang mengandung zat pengatur tumbuh (ZPT).

“Dengan begitu tungro tidak ada, dan tanaman tumbuh kembali. Itu sudah kita buktikan,” tegas Syamsir.

Kepala Dinas TPH Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman saat turun langsung mengendalikan hama tungro. Foto: Istimewa

Lebih lanjut Syamsir bilang insektisida digunakan jika terdapat lebih dari 10 serangga dewasa per 4 kali ayunan jaring di petak sampel. Atau terdapat lebih dari 2 ekor serangga dewasa per 1 kali ayunan jaring di petak sampel.

Penggunaan insektisida sistemik butiran (carbofuran) lebih efektif mencegah penularan tungro. Mengingat infeksi virus dapat terjadi sejak di persemaian.

“Sebaiknya pencegahan dilakukan dengan tidak membuat persemaian di sekitar lampu untuk menghindari berkumpulnya wereng hijau di persemaian,” jelasnya.

Sebab, insektisida hanya efektif menekan populasi wereng hijau pada pertanaman padi yang menerapkan pola tanam serempak.

Karena itu, pengendalian penyakit tungro akan berhasil apabila dilakukan secara bersama-sama dalam hamparan yang relatif luas. Dengan mengutamakan pencegahan melalui pengelolaan tanaman yang tepat (PTT) guna memeroleh tanaman yang sehat hingga mampu bertahan dari ancaman hama dan penyakit.

Diketahui penyakit tungro disebabkan oleh dua jenis virus yang berbeda. Yaitu virus berbentuk batang dan virus berbentuk bulat. Kedua virus tersebut tidak memiliki kekerabatan serologi dan dapat menginfeksi tanaman secara bersamaan.

Virus tungro hanya ditularkan oleh wereng hijau sebagai vektor tidak terjadi multiplikasi dalam tubuh wereng dan tidak terbawa pada keturunananya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Dinas TPH Kalsel

Inovasi Budidaya Tanaman Padi Apung

Dinas TPH Kalsel

Sejahterakan Petani, Dinas TPH Kalsel, Korporasi Petani-KEP Gandeng Kementan

Dinas TPH Kalsel

Melalui Program IPDMIP Dinas TPH Kalsel Tingkatkan Kualitas Penyuluh Banua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com