Terbantahkan, Terdakwa Pastikan Mardani H Maming Tak Terima Dana Gratifikasi Izin Tambang Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir

Selisih 2 Hari, Jemaah Aboge Gelar Salat Id Pagi Ini

Perayaan Lebaran jemaah Aboge selisih 2 hari dengan ketetapan pemerintah.
- Apahabar.com     Rabu, 4 Mei 2022 - 10:00 WITA

Selisih 2 Hari, Jemaah Aboge Gelar Salat Id Pagi Ini

Jemaah Aboge di Dusun Wuluhan, Desa Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo menggelar salat Id, Rabu pagi (4/5). Foto: Detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Sejumlah jemaah Aboge (Alif Rabu Wage) menggelar salat Idulfitri, pagi ini, Rabu (4/5).

Berbeda dengan pemerintah, jemaah yang tersebar di 7 desa di 4 Kecamatan, Kabupaten Probolinggo itu baru merayakan lebaran hari ini.

Meskipun demikian, mengutip pantauan Detik.com, mereka tetap khusyuk memaknai dan merayakan hari kemenangan.

Seperti yang tampak pada salah satu jemaah Aboge Probolinggo yang menunaikan salat Idulfitri di Dusun Wuluhan, Desa Leces, Kecamatan Leces. Kumandang takbir begitu syahdu terdengar dari musala Al-Barokah.

Perayaan Lebaran jemaah Aboge selisih 2 hari dengan ketetapan pemerintah. Mereka berpedoman pada kitab Mujarobat atau kitab Jawa Kuno, berbeda dengan sistem yang dipakai pemerintah yakni dengan Rukyatul Hilal dan Hisab.

Jadi, setiap hari keagamaan tahun depan sudah diketahui oleh jemaah Aboge. Untuk penetapan 1 syawal, hitungan Waljiro (1 syawal Siji Loro) hari pertama pasar kedua, hingga hari raya Idulfitri jatuh pada hari Rabu Kliwon.

Warga yang berpedoman dengan kitab Mujarobat ini datang ke musala sambil membawa makanan. Makanan itu lantas diberikan kepada tokoh Aboge dan dimakan bersama-sama setelah salat Id.

Suminah (56), salah satu jamaah Aboge berkata perayaan Lebaran antara Aboge dengan pemerintah memang kerap berbeda. Dia sudah terbiasa dengan perbedaan itu.

“Jarang bareng jadwal Hari Raya Idulfitri sama penetapan pemerintah. Kadang selisih sehari, kadang 3 hari,” kata Suminah.

Kia Buri Bariyah, tokoh agama jemaah Aboge menjelaskan penetapan lebaran sudah turun-temurun dari nenek moyang. Untuk 1 syawal tahun ini, Aboge menggunakan hitungan Waljiro.

“Jemaah Aboge salat Id 1443 hijriah pada Rabu Kliwon pagi ini. Hitungan Waljiro, untuk tahun ini selisih 2 hari dengan tanggal dan hari yang ditetapkan oleh pemerintah. Hanya waktu dan hari yang berbeda, namun untuk bacaan dan doa salat Id sama dengan Islam pada umumnya” jelas Kiai Buri Bariyah.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

News

Penembakan Petugas Dishub, Kasatpol PP Makassar Terancam Hukuman Mati
Polres Kutai Kartanegara berhasil meringkus dua orang tersangka yang melakukan pengetapan solar subsidi di SPBU. Foto-Istimewa

News

Sehari Jelang Ramadan, Waterpark di Mabuun Tabalong Ramai Pengunjung
MotoGP Mandalika

News

Gerindra Sebut Penyelenggaraan MotoGP di Mandalika Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan
MInyak

News

Jokowi Sentil Menteri Tak Beri Penjelasan Harga Minyak Goreng Naik
IKN

News

Luhut Klaim UEA Masih Komitmen Investasi Rp293 T untuk IKN

News

Sidak Pertama ASN di Tabalong, Hebat Tak Ada yang Bolos
Perang

News

Ukraina Klaim Serangan Drone Hancurkan Kapal Milik Rusia di Laut Hitam
Covid-19

News

Covid-19 di Indonesia Kembali Melandai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com