Rumah Sakit TPT Banjarmasin Dihebohkan Si Jago Merah, Pasien Dilanda Kepanikan Waspada, Jaringan Narkotika Incar Pasar di IKN Nusantara & Daerah Penyangga 9 Bulan PDPB, KPUD Tabalong Temukan Ribuan Pemilih Ganda Guru Bakhiet Doakan Prabowo Presiden 2024, Gerindra Tangkis Tudingan Warganet Di Tengah Kekhawatiran Pasokan, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Sempat Temukan Gejala, Kalsel Masih Nihil Kasus Hepatitis Akut

- Apahabar.com     Rabu, 18 Mei 2022 - 18:37 WITA

Sempat Temukan Gejala, Kalsel Masih Nihil Kasus Hepatitis Akut

Kasus hepatitis akut di Kalsel masih nihil. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Beberapa waktu lalu, Kalimantan Selatan sempat dirundung kekhawatiran akan temuan kasus hepatitis akut.

Bayi baru lahir di Kabupaten Barito Kuala dan Banjar sempat diduga mengalami gejala yang mirip dengan penyakit hepatitis misterius: kulitnya berwarna kekuningan.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, balita itu dikonfirmasi negatif seperti yang dikhawatirkan.

“Ternyata itu hanya kuning biasa layaknya bayi baru lahir pada umumnya,” terang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, dr. Diauddin, Rabu (18/5).

Alhasil, sampai sekarang belum ada temuan kasus penyakit hepatitis akut di Kalsel. Meski begitu, Pemprov masih was-was. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Bumi Lambung Mangkurat diminta tetap siaga.

Dinkes Kalsel sendiri sebelumnya telah mengeluarkan surat kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis yang tidak diketahui etiologinya. Surat tertanggal 28 April 2022 itu ditujukan ke Dinkes kabupaten/kota.

Peningkatan kewaspadaan yang dimaksud adalah memantau dan melaporkan kasus sindrom jaundice akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urine berwarna gelap.

Selain itu, setiap tenaga surveilans di kabupaten/kota diminta memberikan upaya Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat terkait hepatitis akut. Termasuk langkah pencegahannya seperti melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dokter Dia, sapaan akrabnya, juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan diri ke Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat bila mengalami sindrom jaundice.

Sindrom jaundice atau penyakit kuning merupakan suatu kondisi medis ketika terjadinya perubahan warna menjadi kekuningan pada kulit, bagian putih dari mata, dan juga membran mukosa seseorang.

Penyakit kuning sendiri terjadi karena kadar bilirubin dalam sirkulasi darah seseorang meningkat.

Dinkes kabupaten/kota di Kalsel juga diminta agar membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor, terutama Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat.

Apabila terjadi peningkatan kasus sindrom jaundice akut maupun menemukan kasus sesuai definisi operasional kepada Dirjen P2P melalui Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) melalui telepon atau WhatsApp 0877-7759-1097 atau email poskoklb@yahoo.com.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kolam renang Kariangau

Hot Borneo

Jatuh ke Kolam Renang, Seorang Anak di Balikpapan Meregang Nyawa

Hot Borneo

Lebaran Pertama, Warga Tanah Bumbu Ramai Berziarah
BMKG

Hot Borneo

BMKG Balikpapan Peringatkan Warga Kaltim Cuaca Ekstrim Sepekan ke Depan
Arisan bodong Banjarmasin

Hot Borneo

Arisan Tipu-Tipu Istri Polisi di Banjarmasin, Nasib Briptu MS di Ujung Tanduk
apahabar.com

Hot Borneo

Puluhan Wartawan Utama Berpeluang Pimpin PWI Kalsel
PT KAP

Hot Borneo

Ratusan Buruh Laporkan PT KAP, Dewan Kalsel: Jangan Sampai Ketidakadilan Berkelanjutan
Korban KM Ladang Pertiwi

Hot Borneo

Sore Ini, Bupati Pangkep Jemput 7 Korban KM Ladang Pertiwi di Banjarmasin

Hot Borneo

Di Kalsel, Menag Yaqut Bicara Rencana Hadirkan Syeikh Al-Azhar dan Paus Fransiskus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com