Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Sidang Tuntutan Ditunda, Terdakwa Eks Kadis ESDM Tanbu Sempat Sampaikan Penyesalan

Sidang pembacaan tuntutan perkara suap terdakwa Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo resmi ditunda pada Senin (6/6).
- Apahabar.com     Senin, 30 Mei 2022 - 21:42 WITA

Sidang Tuntutan Ditunda, Terdakwa Eks Kadis ESDM Tanbu Sempat Sampaikan Penyesalan

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan mantan Kadis ESDM Tanah Bumbu Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo ditunda. Foto-apahabar/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Sidang pembacaan tuntutan perkara suap terdakwa Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo resmi ditunda pada Senin (6/6).

Adapun alasan penundaan lantaran belum siapnya berkas tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Hal itu disampaikan salah seorang JPU dalam persidangan hari ini, Senin (30/5) sore.

“Kami sedang menyusun tuntutan,” ucap salah seorang JPU.

“Mestinya sudah siap sejak awal. Keterangan saksi-saksi kan bisa dicicil,” timpal ketua majelis hakim Yusriansyah.

Kendati demikian, ketua hakim akhirnya menyepakati untuk menunda jalannya persidangan.

“Ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, begitu saudara terdakwa ya. Sidang ini tak bisa dilanjutkan karena berkas penuntut tidak siap. Kita buka lagi Senin depan,” ucap Yusriansyah.

Menariknya, sebelum persidangan ditunda, terdakwa sempat meminta waktu kepada majelis hakim.

Ia ingin menyampaikan rasa penyesalan atas perbuatannya.

“Dari lubuk hati yang paling dalam benar-benar merasa bersalah dan menyesal karena telah menerima uang pinjaman dari saudara Henry Soetio sewaktu menjabat sebagai kadis ESDM Tanah Bumbu,” ungkap Dwidjono.

Sekadar diketahui, Dwidjono merupakan mantan kadis ESDM Tanah Bumbu.

Ia didakwa menerima suap yang disamarkan dalam bentuk hutang dari mantan Direktur PT PCN, Almarhum Henry Soetio senilai Rp27,6 miliar.

Dwidjo didakwa dengan Pasal 12 huruf a jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Menwa Amuntai

Hot Borneo

Mengenang Rika, Menwa Pertama yang Menembus Banjir Hantakan
Acil di Mataraman

Hot Borneo

Banting Pencuri Sembari Merokok, Acil di Mataraman Disebut Mirip Karakter Film Kungfu Hustle

Hot Borneo

Waspada! Angka Stunting di Banjarmasin Masih Tinggi
Mukhyar Gabung PKS

Hot Borneo

Gabung PKS, Mukhyar Siap Rebut Kursi Wali Kota Banjarmasin
Ketua DPRD HSS Akhmad Fahmi

Hot Borneo

Respons Ketua DPRD HSS Soal Alfamart dan Indomaret Akhirnya Bakal Beroperasi

Hot Borneo

Tertangkap Basah, 2 Pencuri Besi Proyek di Palangka Raya Digelandang ke Kantor Polisi

Hot Borneo

Tersandung Penyelewengan Dana Desa, Kades Belandean Muara Batola Akhirnya Ditahan
Polresta Banjarmasin

Hot Borneo

Polresta Banjarmasin Musnahkan 1,9 Kg Sabu dan 28 Ekstasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com