Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama

Sudah Bisa Dicoba,Telegram Premium Versi Beta Sistem Berlangganan

Aplikasi layanan pesan instan, Telegram, melakukan uji coba sistem langganan yang nantinya dinamakan Telegram Premium....
- Apahabar.com     Selasa, 3 Mei 2022 - 14:58 WITA

Sudah Bisa Dicoba,Telegram Premium Versi Beta Sistem Berlangganan

Ilustrasi aplikasi Telegram. Foto-Istimewa via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Aplikasi layanan pesan instan, Telegram, melakukan uji coba sistem langganan yang nantinya dinamakan Telegram Premium.

Melansir Antara, kini aplikasi Telegram Premium telah muncul dengan versi beta yang artinya beberapa pengguna umum sudah bisa mencobanya.

Melansir The Verge, Selasa, aplikasi ini muncul di App Store Apple dengan versi 8.7.2.

Versi itu diduga bentuk uji coba langganan Telegram karena menunjukkan adanya set stiker dan emoji yang bisa diakses hanya lewat langganan berbayar.

Dalam versi beta itu, hal yang paling berbeda ditemukan dari layanan gratis adalah set stiker yang berbeda dan tentunya tidak bisa diunduh sembarang oleh pengguna layanan tak berbayar.

Bagi penerima stiker yang bukan pengguna tak berbayar, saat mencoba mengunduh stiker premium maka pengguna akan diarahkan untuk berlangganan terlebih dahulu untuk mendapatkan stiker itu.

Belum diketahui keunggulan lainnya dari layanan Telegram berbayar itu.

Meski demikian diduga nantinya layanan premium yang dimaksud Telegram akan berfungsi pada fitur- fitur lainnya yang dikembangkan oleh mereka seperti fitur akses aset kripto, fitur chatbot, hingga siaran langsung.

Secara resmi Telegram memang belum mau berkomentar dan menyebutkan bahwa layanan Telegram Premium akan segera tersedia untuk masyarakat luas.

Namun memang ada rencana mengenai kehadiran layanan berbayar di aplikasinya sejak 2020.

Hal itu diungkap oleh pendiri Telegram Pavel Durov yang menyebutkan Telegram disiapkan untuk menghasilkan pendapatan setidaknya mulai 2021.

Pavel menjanjikan untuk layanan perpesanan yang saat ini gratis aksesnya dipastikan akan tetap bisa diakses untuk semua pengguna.

Namun untuk fitur- fitur baru, nantinya mungkin pelanggan harus merogoh koceknya untuk dapat memanfaatkan fitur tersebut.

Itu mengapa Telegram akhir- akhir ini tidak hanya dikenal sebagai layanan aplikasi pesan instan tapi juga penyedia aplikasi super.

Artinya pengguna bisa menggunakan banyak layanan hanya dari satu aplikasi.

Tercatat saat ini Telegram telah memiliki 500 juta pengguna di layanannya dan pasti akan ada pengguna yang akan membayar untuk mendapatkan fitur- fitur yang ditawarkan Telegram di masa depan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hari Idul Fitri

Relax

Bernama ‘Hari Idul Fitri’, Pekerja Honorer di Probolinggo Kerap Menangis Setiap Lebaran Tiba

Relax

Digandeng Sony Music, Band Batulicin Primitive Monkey Noose Siap Ngerock di Album Perdana
Nasib Ja Lagi! Asyik Nyanyi, Wanita Ini Dibikin Basah Kuyup Akibat Tenda Bocor. Foto-Istimewa

Relax

Nasib Ja Lagi! Asyik Nyanyi, Wanita Ini Dibikin Basah Kuyup Akibat Tenda Bocor
Marshel Widianto

Relax

Beli Video Dea OnlyFans, Marshel Widianto Tambah Daftar Bintang Tamu Deddy Corbuzier yang Berurusan dengan Polisi
Anderson Paak

Relax

Berambut Poni Khas Pak Tarno, Penampilan Anderson Paak di Met Gala 2022 Trending
Bali

Relax

Viral! Pengusaha Asing di Bali Cari Istri untuk Habiskan Uangnya, Warganet Indonesia Banjiri Komentar
Pria Bawa Rombongan Besan 3.000 Orang

Relax

Wow! Viral Pengantin Pria Bawa Rombongan Besan 3.000 Orang Saat Acara Seserahan
Sekelompok Wanita Dorong Kakek hingga Terperosok, Warganet: Anak Durhaka!. Foto-Istimewa

Relax

Kasus 6 Remaja Dorong Kakek hingga Terperosok Berujung Minta Maaf
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com