Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu…

Imbas PMK Jelang Iduladha, Harga Sapi di Batola Ikut Terkerek

- Apahabar.com     Selasa, 17 Mei 2022 - 21:16 WITA

Imbas PMK Jelang Iduladha, Harga Sapi di Batola Ikut Terkerek

PMK yang terjadi menjelang Iduladha 1443 Hijriah akhirnya berpengaruh besar kepada harga sapi kurban. Foto: Antara

apahabar.com, MARABAHAN – Imbas penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), harga sapi di Barito Kuala ikut terkerek menjelang Iduladha 1443 Hijriah.

Kasus konfirmasi PMK memang belum ditemukan di Batola. Namun demikian, pihak-pihak terkait sudah melakukan sejumlah metode pencegahan.

“Mudahan-mudahan jangan terjadi. Terlebih sapi Bali di Batola tak didatangkan dari Jawa Timur yang pertama kali dikonfirmasi terjangkit PMK,” papar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Batola, Suwartono Susanto, Selasa (17/5).

“Kami pun sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peternak maupun pengusaha, terkait penyebaran PMK. Kemudian Disbunak Kalsel juga telah mengaktifkan tim pemantau perkembangan PMK,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran PMK, Disbunak Batola juga memperketat kedatangan sapi baru. Makanya demi menekan risiko, mendatangkan sapi baru sebisanya dihindari.

“Kalau sapi baru terlanjur datang, akan dilakukan penanganan intensif seperti vaksinasi dan karantina,” tegas Suwartono.

Namun sesuai hukum pasar, pengetatan itu berimbas kepada harga sapi, terutama menjelang Iduladha. Selain isu PMK, kenaikan harga bahan bakar minyak juga berpengaruh.

“Memang terjadi kenaikan harga, tetapi tak signifikan. Misalnya kalau sebelumnya Rp20 juta, sekarang menjadi sekitar Rp21 juta,” papar Musodikun, salah seorang distributor sapi di Desa Danda Jaya Kecamatan Rantau badauh.

“Sementara populasi di Danda Jaya saja sedikit berkurang dari biasanya lebih dari 300 ekor, sekarang tinggal sekitar 200 ekor. Selain soal PMK, kenaikan harga bahan bakar minyak juga berpengaruh,” imbuhnya.

Kenaikan harga itu terbilang wajar, mengingat sapi-sapi di Batola diyakini masih steril. Selain dikontrol Disbunak, distributor juga berperan menjaga kualitas.

“Untuk sementara Batola masih aman dari PMK dengan catatan tidak ada ternak dari luar yang masuk. Kami telah memberi sosialisasi kepada peternak agar tak menambah kuota dengan membeli sapi baru,” tegas Musodikun.

Peternak juga diingatkan agar sapi yang dijual sudah dipelihara di atas 3 bulan. Kemudian armada pengangkut selalu disemprot disinfektan seusai digunakan.

“Kemudian distributor dan peternak harus saling terbuka, terkait sapi-sapi yang sakit. Insyallah aman dan disarankan beli sapi kurban nanti di Batola saja,” tandas Musodikun.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

10 SDN di Banjarmasin Jadi Pilot Project Ujian Berbasis Komputer
Sekumpul

Hot Borneo

Belum Ada Pemberitahuan Sekumpul Martapura Dibuka Kembali  

Hot Borneo

Proyek Bendungan Tapin Beraroma Korupsi, Kejati Kalsel Turun Tangan
Jumat Kelabu Banjarmasin

Hot Borneo

Menolak Lupa Tragedi Jumat Kelabu Banjarmasin

Hot Borneo

Inovasi ReHat di PKM Kubur Jawa HST Antarkan Dokter Shinta ke Provinsi Kalsel
Pupuk

Hot Borneo

ADP Dorong Kesejahteraan Petani Sawit Melalui Penggunaan Pupuk Produk Pupuk Kaltim
BPK Banjarmasin

Hot Borneo

Tabrakan Maut BPK Terulang Lagi, Apa Kabar Perda Damkar Banjarmasin?
Tapin

Hot Borneo

Disnaker Tapin Kawal Pencairan THR Karyawan, Buka Posko Aduan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com