Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Termasuk Kalimantan Selatan, Wabah PMK Telah Menyebar ke 15 Provinsi

Penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak telah menyebar ke belasan provinsi termasuk Kalimantan Selatan...
- Apahabar.com     Senin, 23 Mei 2022 - 20:12 WITA

Termasuk Kalimantan Selatan, Wabah PMK Telah Menyebar ke 15 Provinsi

Dokter hewan bersiap memberikan suntikan vaksin kepada tenak sapi yang terindikasi PMK. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak telah menyebar ke belasan provinsi termasuk Kalimantan Selatan.

Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo mengungkapkan berdasarkan laporan hingga 17 Mei 2022, PMK telah menyebar ke 15 provinsi dan 52 kabupaten/kota.

“Dari total populasi ternak di 15 provinsi itu 13,8 juta ekor, ternak yang terdampak 3,9 juta ekor dan mengalami sakit berdasarkan hasil Swab PCR di laboratorium ada 13.000 ternak atau 0,36 persen dari populasi ternak yang terdampak,” jelas Syahrul dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (23/5) dilansir Detikcom.

Berdasarkan paparan yang disampaikan Syahrul, ke 15 provinsi itu adalah Aceh, Bangka Belitung, Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Selain itu juga Syahrul melaporkan, dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Kementan, lembaga, dan pemerintah daerah, baru ada 2.630 ternak yang dinyatakan sembuh.

“Atau 18,83 persen dari ternak sakit, dan yang mati 99 ekor atau 0,71 persen dari ternak yang sakit,” imbuh Syahrul.

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan ada tiga agenda untuk menekan penyebaran PMK dan penyembuhan terhadap ternak yang terkonfirmasi. Pertama, SOS atau agenda darurat. Upaya ini di antaranya melakukan lockdown di zona atau wilayah yang terdeteksi PMK dengan radius 3-5 km.

Kemudian, menutup pengeluaran-pemasukan ternak dari dan ke Pulau Jawa, membentuk gugus tugas, menyiapkan vaksin dan obat-obatan, memberikan multivitamin, hingga melakukan pembatasan lalu lintas ternak antar wilayah.

Agenda kedua, temporary untuk mengadakan vaksin, vaksinasi darurat, dan pembatasan lalu lintas hewan dan produk hewan.

“Kemudian agenda permanen, pembuatan vaksin oleh Pusvetma Kementan di Surabaya dan vaksinasi massal dan surveillance secara rutin yang harus dilakukan,” tandas Syahrul.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PTM Terbatas

News

Jelang PTM Terbatas, Dosen Hingga Mahasiswa Uniska Banjarmasin Ikut Vaksinasi Booster
Kesetrum Balangan

News

Cerita Pilu dari Balangan, Mendadak Yatim Piatu Setelah Ortu Tewas Tersetrum
UTBK SBMPTN 2022

News

Mulai Hari Ini! Simak Dokumen-Tatib Wajib UTBK SBMPTN 2022

News

Viral Pelajar SMA Berau Kaltim Tirukan Suara Jokowi
Presiden Joko Widodo. Foto-Istimewa

News

Perintahkan Tindak Mafia Migor, Jokowi: Saya Tak Mau Ada yang Main-Main
Ulin teweh

News

Gara-Gara Ulin, 3 Warga Tapin Meringkuk di Teweh
Dinas Peternakan Tapin

News

Stok Cukup, Ternak Luar Tak Dilarang Masuk Tapin
Wartawan

News

Sah! Pengurus PWI HSS 2022-2025 Dilantik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com