Innalillahi.. Avanza Vs Strada di Batulicin Tewaskan Pejabat BPBD Terbongkarnya Aksi Cabul Ayah Muda Banjarmasin, Berawal dari Perceraian Duh, Ayah Muda Banjarmasin Tega Cabuli Anak Kandung Heboh, Ibu di Balikpapan Tega Kurung Tiga Anak Kandungnya dalam Kamar Diguyur Hujan Lagi, Warga Kotabaru Diminta Tetap Waspada Banjir

Total Kerugian Akibat Korupsi Rp 62 T Selama 2021, KPK Kok Cuma Tangani 1 Persen?

- Apahabar.com     Minggu, 22 Mei 2022 - 21:13 WITA

Total Kerugian Akibat Korupsi Rp 62 T Selama 2021, KPK Kok Cuma Tangani 1 Persen?

Ilustrasi, KPK. Foto-Net.

apahabar.com, Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) menyampaikan laporan kerugian negara akibat kasus korupsi di 2021. ICW menilai total kerugian negara saat itu mencapai Rp 62,9 triliun.

“Kerugian keuangan negara pada tahun 2021 akibat tindak pidana korupsi yang masuk ke dalam proses persidangan itu mencapai 62,9 triliun. Angka yang sangat besar bahkan terbilang yang paling besar selama 5 tahun terakhir. Tahun 2020 itu Rp 56,7 triliun ada kenaikan di tahun 2021 mencapai Rp 62,9 triliun,” kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam diskusi virtual di kanal YouTube Sahabat ICW, dilansir dari detik.com, Minggu (22/5/2022).

Kurnia mengatakan total kerugian negara itu disumbang dari dua kasus besar yakni Kondesat dan Jiwasraya. Kerugian negara di kasus Kondesat mencapai Rp 36 triliun.

“Jumlah besar ini salah duanya disebabkan oleh perkara korupsi yang juga kerugian negaranya besar. Ada perkara Kondensat kerugian negaranya puluhan triliun rupiah di tambah dengan perkara yang ditangani Kejaksaan yaitu Jiwasraya. Nah ini perkara-perkara korupsi yang tergolong besar kerugian negaranya, yaitu ada Kondensat sebesar Rp 36 triliun, ada Jiwasraya, ada impor tekstil, ada kasus di Manggarai Barat Rp 1,3 triliun, dan ada kasus Maria Pauline meskipun kasusnya sudah lama, tetapi Maria Pauline baru disidangkan tahun 2021, karena baru diringkus pada beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Kurnia lalu menyoroti kinerja KPK dalam upaya pengembalian kerugian negara akibat kasus korupsi. Kurnia menyebut dari total Rp 62,9 triliun kerugian negara di 2021, KPK hanya menangani 1% dari total kerugian negara yaitu Rp 800 miliar.

“Lalu teman-teman, ini menarik juga, dari total Rp 62 sekian triliun, KPK hanya menangani 1% dari total kerugian negara, yaitu hanya Rp 800 miliar,” ujar Kurnia.

Kurnia menyebut pengembalian kerugian negara banyak disumbang dari instansi Kejaksaan baik Kejaksaan Agung, kejaksaan tinggi maupun kejaksan negeri. Kurnia menyebut ini menjadi kritik KPK untuk fokus terhadap kasus-kasus yang memiliki irisan dengan kerugian negara.

“Sisanya banyak dari kejaksaan yang terbagi Kejaksaan Agung, kejaksaan tinggi provinsi, maupun kejaksaan negeri. Ini juga kritik kepada KPK agar fokus juga terhadap kasus-kasus yang memiliki irisan dengan kerugian keuangan negara,” katanya.

Selanjutnya, Kurnia mengatakan ada 1.400 terdakwa di 2021. Dari total itu, ada 12 terdakwa yang dijerat undang-undang TPPU.

“Untuk tindak pidana pencucian uang ini sangat minim, dari total 1.400 terdakwa, ternyata hanya ada 12 orang saja yang didakwa dengan UU Nomor 8 Tahun 2010,” kata Kurnia.

“Ini menandakan KPK dan Kejaksaan belum memiliki perspektif pemberian efek jera dalam konteks hukuman ekonomi dengan menggunakan pencucian uang,” imbuhnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Demi Belikan Pacar iPhone

News

Duh! Demi Belikan Pacar iPhone Wanita Ini Nekat Curi Perhiasan
Jasa Keuangan

News

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Harlah Pancasila

News

Senangnya Warga Ende Jokowi Pimpin Upacara di Kota Lahirnya Pancasila
Tanfidziyah PBNU

News

Ini Alasan Gus Yahya Minta Tanfidziyah PBNU Pakai Celana Panjang

News

Operasi Antik Intan 2022 di Banjarmasin: Puluhan Bandar Baru Ditangkap, Barbuk Hampir 1 Kilogram
Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto

News

Bocoran Reshuffle Kabinet Jokowi Hari Ini, Siapa Jadi Menteri?
ASN

News

PNS Wajib Ikut Sensus Penduduk
minyak goreng

News

Kartel Minyak Goreng Bukan Isu, KPPU Temukan Buktinya!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com