Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Tradisi Mangayu di Sari Gadung Tanah Bumbu, Tak Lekang Digerus Waktu

- Apahabar.com     Minggu, 29 Mei 2022 - 12:04 WITA

Tradisi Mangayu di Sari Gadung Tanah Bumbu, Tak Lekang Digerus Waktu

Tradisi Mangayu di Desa Sari Gadung Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu. Foto: apahabar.com/Syahriadi

apahabar.com, BATULICIN – Hidup di zaman yang serba praktis, warga Desa Sari Gadung di Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu, masih kuat mempertahankan salah satu tradisi mangayu.

Mangayu yang berarti mencari kayu, biasanya dilakukan warga Sari Gadung menjelang resepsi perkawinan atau hajatan besar lain.

Beberapa hari sebelum hari pelaksanaan, warga berbondong-bondong ke hutan desa membawa peralatan seperti parang dan gergaji.

Kemudian mereka mengumpulkan kayu-kayu itu untuk dijadikan api tungku memasak. Adapun kayu yang dicari
biasanya dari alaban, akasia dan karet.

Seperti yang dilakukan di rumah Ibad dan Ilui di Desa Sari Gadung, Minggu (29/5). Kebetulan mereka akan menggelar hajatan perkawinan.

“Mangayu ini sudah tradisi setiap menjelang acara besar. Meski sekarang sudah mulai pudar, kami masih mangayu,” papar Fahri, salah seorang warga Sari Gadung.

Mangayu juga dinilai masyarakat setempat sebagai ajang silaturrahmi, sekaligus melestarikan budaya bergotong-royong.

Usai mencari di hutan, kayu dikumpulkan di rumah si pelaksana hajat. Kegiatan dilanjutkan dengan memotong dan membelah dengan menggunakan kapak atau biasa disebut manungkih kayu.

“Kayu yang besar-besar ditungkih menggunakan kapak agar lebih mudah digunakan untuk menyalakan api,” imbuh warga lain bernama Akhmad Arifin.

Ketika kaum pria sibuk batungkih kayu, sejumlah wanita juga bergotong-royong mempersiapkan hidangan makan siang untuk disantap bersama.

Biasanya hidangan yang disuguhkan adalah nasi, ikan asin dengan sayur umbut kelapa dan sayur waluh bersantan.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Pelni Balikpapan Tambah Kunjungan Kapal
Subhan

Hot Borneo

Kematian Berulang Target Kepolisian Kalsel, Prof Denny: Polanya Terlihat Jelas
Ibnu Sina

Hot Borneo

Respons Ibnu Sina Soal Syarat Naik Pesawat Tak Perlu PCR & Antigen
Sungai Veteran

Hot Borneo

Dewan Setuju Sungai Veteran Banjarmasin Disulap bak Venesia Italia, Asal…
Polres HSU

Hot Borneo

Fenomena “Uang Gaib” Amuntai, Romansa yang Berulang

Hot Borneo

Terkesan Mobile JKN-KIS, Yuniar Bisa Cek Status Kepesertaan Tanpa ke Kantor BPJS Kesehatan Barabai
Cuaca

Hot Borneo

Waspada Hujan Berpetir di Kalsel Siang Ini
rs datu sanggul

Hot Borneo

Bangunan Penunjang RS Datu Sanggul Baru Rampung, Tahun Ini Lanjut Bagian Halaman
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com