Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto Siap-siap, Kominfo Buka Beasiswa S2 untuk Umum dan PNS Bus Peziarah Tabrak 3 Rumah di Ciamis, Penumpang Berlompatan Cuaca Kalsel Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Ehemm, H Sondani Jatuh Hati pada Pandangan Pertama

Volatilitas Pasar Mereda, Rupiah Pagi Rabu Menguat

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (11/5) pagi menguat. Kurs Rupiah menguat seiring meredanya....
- Apahabar.com     Rabu, 11 Mei 2022 - 11:43 WITA

Volatilitas Pasar Mereda, Rupiah Pagi Rabu Menguat

Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Foto-Bisnis/Arief Hermawan P

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (11/5) pagi menguat.

Kurs Rupiah menguat seiring meredanya volatilitas di pasar uang akibat pengetatan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve (Fed).

Melansir Antara, rupiah pagi ini bergerak menguat 28 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp14.527 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.555 per dolar AS.

“Volatilitas agak mereda karena penguatan dolar AS semakin terbatas, tapi memang belum ada sentimen positif yang mendukung rupiah,” kata Analis Bank Mandiri, Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Menurut Rully, penguatan dolar AS selama sebulan terakhir sudah cukup signifikan. Kendati demikian pergerakan rupiah masih akan dibayangi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga acuan yang lebih agresif oleh The Fed.

Setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin minggu lalu yang merupakan kenaikan terbesar dalam 22 tahun, investor telah mencoba untuk menilai seberapa agresif bank sentral akan menaikkan suku bunga.

Ekspektasi sepenuhnya diperhitungkan untuk kenaikan lain setidaknya 50 basis poin pada pertemuan bank sentral Juni, menurut Alat FedWatch CME.

Beberapa pejabat The Fed pada Selasa (10/5) juga menggemakan perlunya kenaikan 50 basis poin pada pertemuan berikutnya

Secara teknikal, Rully memperkirakan rupiah akan bergerak melemah ke kisaran Rp14.522 per dolar AS hingga Rp14.576 per dolar AS.

Pada Selasa (10/5) lalu, rupiah ditutup menguat 18 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp14.555 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.573 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemilu

News

Ini Deretan 75 Parpol yang Berhak Daftar Pemilu 2024
Tersangka Mafia Migor

News

Viral! Beredar Video Dirjen Daglu Bisiki Mendag soal Tersangka Mafia Migor
Harga Emas Antam

News

Harga Emas Antam Turun, Rp982 Ribu per Gram
Presiden Jokowi Tiba Di Washington DC

News

Setelah Transit di Amsterdam, Presiden Jokowi Tiba di Washhington DC
Ria Amuntai

News

Kala Pemudi Hulu Sungai Suarakan Kesetaraan Gender di Amerika
Pangeran Mohammed bin Salman. Foto-Net.

News

Arab Saudi Bebaskan Lelaki Pakai Celana Pendek, Kecuali di Masjid
Guru Banjarmasin

News

Duh, Ribuan Guru di Banjarmasin Belum Digaji sejak Januari
MotoGP Mandalika

News

Gerindra Sebut Penyelenggaraan MotoGP di Mandalika Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com