Manuver Plt Bupati HSU Soal Pasar Alabio, Prof Denny: Ada yang Tidak Beres Tahanan Tewas Banjarmasin, IPW Desak Pertanggungjawaban Dua Tingkat Buntut Tahanan Tewas, Anggota Polresta Banjarmasin Diperiksa! Siap-Siap! Beli Migor Curah di Banjarmasin Pakai PeduliLindungi Kuras Sumur, Semburan Gas yang Muncul di Manggar Balikpapan

Adu Molek Ikan Haruan di Cafe Arwana Banjarmasin

Ikan Gabus, Haruan atau lebih keren di sebut Channa memang belum sepopuler ikan Cupang. Sebagian besar etnis di Kalimantan lebih
- Apahabar.com     Minggu, 19 Juni 2022 - 19:47 WITA

Adu Molek Ikan Haruan di Cafe Arwana Banjarmasin

Kontes Channa Mahamuk di Cafe Arwana, Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Ikan gabus, haruan atau lebih keren disebut channa memang belum sepopuler ikan cupang. Sebagian besar etnis di Kalimantan lebih familiar jika haruan dijadikan hidangan.

Namun siapa sangka, ikan yang sering ditemui dalam menu sarapan itu punya nilai pasar yang eksotis. Di mata pencintanya, ikan ini bisa jadi pajangan dalam akuarium.

Corak tubuh yang beragam, menjadi nilai tersendiri bagi pencintanya. Mirip dengan pencinta ikan cupang, koi, arwana dan sejenis.

Di Banjarmasin para pencinta channa menggelar even. Mereka mengadu kemolekan, warna, corak, hingga keagresifan channa dalam mini kontes.

“Ia termasuk ikan yang menjaga teritorial, agresif,” kata Ahmad Kusyairi Ketua Pelaksana mini Contes Channa Mahamuk di Cafe Arwana, Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin, Minggu (19/6).

Kontes ini diikuti 175 peserta. Mereka dibagi sembilan kategori yakni kelas Yellow Marulioides juvenil, red marulioides juvenil, yellow maruliodes progres, red maruliodes progres, pulchar junior, limbata junior, pulchar beginner dan kelas limbata beginner.

Ahmad mengatakan setiap kategori punya penilaian spesifik. Channa dinilai berdasar warna, bentuk tubuh, keagresifan, hingga warna.

Ada memang beberapa jenis Channa yang menarik dalam kompetisi itu, tubuhnya berwarna merah dan polanya tersusun rapi.

“Kita kenal ikan ini memang tinggal di rawa, ia akan tetap ada jika habitatnya tetap terjaga. Even juga jadi pengetahuan bagi masyarakat untuk menjaga habitat ikan,” kata Ahmad.

Dia menjelaskan setiap channa punya karakter berbeda. Itu dibentuk berdasar habitat tinggalnya. Dari situ kemudian karakternya terbentuk. Ikan dengan corak menarik, warna mencolok tentu bakal bernilai tinggi.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Kapal Tenggelam di Perairan Sanipa Tala, Berikut Data Korban Hilang & Selamat

Hot Borneo

Selama Lebaran, Layanan Kunjungan ke Lapas Kotabaru Ditiadakan
Morlan Hasibuan

Hot Borneo

Didukung 50 Persen Suara, Morlan Hasibuan Jadi Ketua PUK SP KEP Buma
Minyak Goreng langka

Hot Borneo

Stok Memadai, tapi Harga Migor Melejit di Banjarbaru, Kadisdag Buka-bukaan

Hot Borneo

Berlangsung Sejak 2018, Yayasan Haji Maming Sokong UIN Antasari Lahirkan Puluhan Doktor
Subhan

Hot Borneo

Kematian Berulang Target Kepolisian Kalsel, Prof Denny: Polanya Terlihat Jelas
Wisata Siring Piere Tendean Banjarmasin

Hot Borneo

Waspada! Ada Penampakan ‘Pocong’ di Siring Piere Tendean Banjarmasin

Hot Borneo

Motif Bentrokan Maut di Tanah Laut: Prahara Lahan Batu Bara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com