Innalillahi.. Avanza Vs Strada di Batulicin Tewaskan Pejabat BPBD Terbongkarnya Aksi Cabul Ayah Muda Banjarmasin, Berawal dari Perceraian Duh, Ayah Muda Banjarmasin Tega Cabuli Anak Kandung Heboh, Ibu di Balikpapan Tega Kurung Tiga Anak Kandungnya dalam Kamar Diguyur Hujan Lagi, Warga Kotabaru Diminta Tetap Waspada Banjir

Atensi Jokowi ke BPKP: Kawal Tuntas Belanja APBN & APBD untuk Produk Lokal

Jokowi menekankan BPKP harus berhasil mengawal program pemerintah tersebut agar penggunaan APBN dan APBD untuk produk lokal tercapai.
- Apahabar.com     Selasa, 14 Juni 2022 - 15:35 WITA

Atensi Jokowi ke BPKP: Kawal Tuntas Belanja APBN & APBD untuk Produk Lokal

Presiden Joko Widodo saat Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022 di Istana Negara, Selasa (14/6). Foto-SC

apahabar.com, BANJARMASIN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) beri atensi ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengawasi belanja kementerian dan pemerintah daerah terkait belanja produk dalam negeri.

Hal itu disampaikan Jokowi saat Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022 di Istana Negara, Selasa (14/6).

Jokowi menekankan BPKP harus berhasil mengawal program pemerintah tersebut agar penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk produk lokal tercapai.

Pasalnya, Jokowi menuturkan yang dibelanjakan oleh kementerian dari APBN dan pemerintah daerah dari APBD tersebut ialah uang rakyat.

“Saya minta aktif, BPKP mengawal serius program ini dan harus berhasil. Belanja produk dalam negeri harus berhasil. Atau banyak kementerian-daerah enggak mau belanja produk dalam negeri, alasannya banyak sekali, dan itu yang bapak/ibu kawal,” ujar Jokowi yang
disiarkan langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (14/6/2022).

Jokowi menyebutkan, pentingnya pengawasan BPKP karena jika belanja barang impor terus dilakukan yang dirugikan ialah bangsa Indonesia sendiri.

Barang impor menguntungkan negara lain, padahal menurut dia barang-barang yang dibeli tersebut ada dan dapat diproduksi di dalam negeri.

“Ini uang rakyat yang dikumpulkan lewat pajak dengan cara yang tidak mudah kemudian belanjanya produk impor. Nilai tambahnya yang dapat negara lain, lapangan kerja yang dapat orang lain,” jelas Jokowi.

Jokowi meminta 842 produk di e-katalog untuk dihapus karena produk tersebut ada diproduksi di dalam negeri.

Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan, tidak ada ruang bagi produk luar negeri jika semua produk tersebut bisa diproduksi di dalam negeri.

Jokowi senang, pertumbuhan Pemda yang memiliki bergerak cukup baik. Dan dia tetap meminta BPKP untuk mengawasi ketat belanja di e-katalog.

“Dari 514 kabupaten/kota, baru 46 Pemda yang memiliki e-katalog lokal, sekarang kita sudah naik 123. Awasi betul, kawal betul agar semua kabupaten/kota memiliki e-katalog lokal agar produk-produk lokal masuk semuanya,” tutur Jokowi.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Cuaca Kalsel Hari Ini

News

Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel
Pengeroyokan

News

Ada 2 Klaster, Ini Daftar Tersangka Pengeroyokan Ade Armando
mafia minyak goreng

News

Perintahkan Mafia Minyak Goreng Diproses Hukum, Jokowi: Saya Tidak Mau Ada yang Bermain-Main
wayang

News

Wamenag Berharap Masyarakat Ambil Pelajaran dari Polemik ‘Wayang’
Sertifikat

News

Instruksi Wapres! Sertifikasi Tanah Rakyat Harus Mudah dan Murah

News

BKMG Keluarkan Peringatan Dini, Delapan Kawasan di Kalsel Diancam Angin Kencang
Syarat Naik Pesawat

News

370 Ribu Orang Diprediksi Gunakan Pesawat Selama Mudik Lebaran 2022
Maming Hipmi

News

Pengusaha Muda Temui Jokowi di Istana, Dapat Petuah & Janji Belanja BUMN untuk UMKM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com