Innalillahi.. Avanza Vs Strada di Batulicin Tewaskan Pejabat BPBD Terbongkarnya Aksi Cabul Ayah Muda Banjarmasin, Berawal dari Perceraian Duh, Ayah Muda Banjarmasin Tega Cabuli Anak Kandung Heboh, Ibu di Balikpapan Tega Kurung Tiga Anak Kandungnya dalam Kamar Diguyur Hujan Lagi, Warga Kotabaru Diminta Tetap Waspada Banjir

Bocoran Reshuffle Kabinet Jokowi Hari Ini, Siapa Jadi Menteri?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut akan mereshuffle kabinet, hari ini. Lantas siapa yang bakal jadi menteri?
- Apahabar.com     Rabu, 15 Juni 2022 - 09:33 WITA

Bocoran Reshuffle Kabinet Jokowi Hari Ini, Siapa Jadi Menteri?

Mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto disebut-sebut bakal jadi Menteri ATR/BPN. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut akan mereshuffle kabinet, hari ini. Lantas siapa yang bakal jadi menteri?

Kabar terbaru, reshuffle kabinet tersebut akan melibatkan sejumlah menteri dan wakil menteri.

Kantor berita CNBC Indonesia menyebut ada 2 posisi menteri dan 3 jabatan wakil menteri yang akan dirombak.

Yakni, Menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Menteri Perdagangan (Mendag).

Disebut-sebut Mantan Pangliman TNI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto bakal menggantikan Sofyan Djalil dari Menteri ATR/BPN.

Sementara Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan bakal menggantikan Mendag Muhammad Lutfi.

“Menteri ATR Pak Hadi (Hadi Tjahjanto), Wamen ATR Raja Juli Antoni, Mendag Pak Zulhas (Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan),” kata sumber di lingkaran 1 pemerintahan Jokowi dilansir CNBC Indonesia, Rabu.

Si sumber juga mengungkapkan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR) yang saat ini diduduki John Wempi Wetipo akan digeser menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri.

Sumber lainnya yang juga berada di lingkungan pemerintahan mengonfirmasi 2 nama baru yang akan mengisi jabatan Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendag tersebut.

Selasa (14/6), Zulkifli, Lutfi, Hadi, dan Sofyan terpantau berada di Istana Kepresidenan Jakarta. Turut tampak pula Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin mengingatkan kalau reshuffle kabinet harus dilakukan berdasarkan kinerja, bukan politis.

Kalaupun ada ukuran politis, semisal ingin memasukkan kader PAN, maka yang harus diganti adalah menteri dengan kinerja yang buruk.

“Nah standar dari reshuffle adalah kinerja. Jadi siapapun yang kinerjanya tidak bagus, tidak perform, maka harus di-reshuffle,” ujar Ujang.

Kendati demikian, dia mengingatkan kalau menteri adalah jabatan politis.

Banyak hal yang dipertimbangkan dalam reshuffle kabinet, termasuk persoalan politik itu sendiri.

Menurutnya kalau politis, (menteri dari partai politik) yang kinerjanya buruk pasti akan aman. Karena kalau terkait parpol terkait komitmen sejak awal berkoalisi.

“Satu partai dapat 3-4 menteri itu komitmen dari awal berkoalisi. Kalau diganti pun, akan diganti dengan orang dari partai yang sama. Yang rawan itu dari profesional atau nonparpol,” kata Ujang.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

News

KPK Imbau Pejabat Tak Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
Penusukan Pasar Antasari

News

Penyerangan di Parkir Masjid Pasar Antasari, Herman Teringat “Sodokan” Lama

News

Usai Jokowi Larang Ekspor CPO, Malaysia Ketiban Untung
KPK

News

Ingin Indonesia Bebas Korupsi, Firli Bahuri Ungkap Kinerja KPK 2 Tahun Terakhir

News

Di Depan Elite PDI Perjuangan, Cak Nun Sebut Presiden Sekarang Belum Tepat
Mobil Vladimir Putin

News

Canggih! Tak Hanya Tahan Tembak, Mobil Vladimir Putin Sanggup Berenang

News

Seorang Penumpang KM Ladang Pertiwi Ditemukan Meninggal di Pulau Pamantauang
warga cempaka simpan sabu

News

Gerebek Rumah di Cempaka, Polisi Banjarbaru Tangkap Seorang Warga Simpan Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com