Demonstrasi di DPRD Kalteng, Massa Protes Penertiban Tambang Emas Tradisional Tanpa Solusi Dugaan Penggelapan Mobil Rental, IRT Tabalong Terpaksa Diamankan Polisi Cuaca Kalsel Hari Ini: Seluruh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Teten Masduki Sebut Pengembangan Produk Kriya Perlu Libatkan Agregator IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk
agustus

Catat, Pembelian BBM di SPBU Palangka Raya Kini Dibatasi

Aturan ini berlaku sejak Sabtu (25/6) tadi, pasca ditemukannya sejumlah pelangsir dan mobil dimodifikasi untuk BBM jenis Pertalite di SPBU.
- Apahabar.com     Senin, 27 Juni 2022 - 19:27 WITA

Catat, Pembelian BBM di SPBU Palangka Raya Kini Dibatasi

Antrean pengendara di salah satu SPBU Palangka Raya, sejak berlakunya aturan pembelian BBM jenis pertalite dibatasi. Foto-Istimewa.

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) kini dibatasi.

Tiap pengendara hanya boleh membeli BBM di SPBU Palangka Raya maksimal Rp200 ribu. Wajar jika menimbulkan antrean panjang.

Kebijakan itu sengaja diambil pemerintah lantaran sulitnya mendapatkan BBM jenis Pertalite di Palangka Raya.

Aturan ini berlaku sejak Sabtu (25/6) tadi, pasca ditemukannya sejumlah pelangsir dan mobil yang sengaja dimodifikasi untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite di SPBU dengan jumlah banyak.

“Mulai Sabtu, masyarakat Kota Palangka Raya yang mau membeli BBM di SPBU dibatasi maksimal 200 ribu per hari, sebab stok BBM saat ini jumlahnya sangat terbatas,” kata Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Hadriansyah kepada sejumlah awak media, Senin (27/6).

Ia menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk mengurangi maraknya para pelangsir yang sangat meresahkan masyarakat sehingga menghabiskan stok BBM yang ada di SPBU.

“Harapannya dengan kebijakan ini situasi antrean BBM di seluruh SBPU yang ada di Kota Palangka Raya kembali kondusif,” jelasnya.

Selain itu, Hadriansyah juga meminta kepada pihak SPBU untuk menerapkan peraturan ini, agar kesulitan mendapatkan BBM khususnya Pertalite tidak menimbulkan antrean panjang lagi.

Sementara itu, Sales Branch Manager Wilayah Kalselteng, PT Pertamina, M Abdillah Rorke juga memberikan ketegasan, bahwa pihaknya siap memberikan sanksi kepada SPBU jika diketahui melayani pengisian BBM secara berlebihan.

“Sanksi akan kami diberikan mulai dari pembinaan hingga penyetopan penyaluran BBM jenis Pertalite ke SPBU yang tidak mematuhi aturan,” tegas Abdillah.

Ia menambahkan, bahwa pada awal 2022 lalu, pemerintah pusat juga telah menetapkan bahwa BBM jenis Pertalite telah masuk ke dalam Jenis BBM Khusus Penugasan yang diatur dalam Perpres Nomor 117 Tahun 2021. Aturan ini merupakan perubahan ketiga dari Perpres Nomor 191 Tahun 2014.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

korban alfamart ambruk

Hot Borneo

Update Alfamart Ambruk, Begini Kondisi Korban yang Dirawat di RSI Sultan Agung

Hot Borneo

Pengendara Dituding Rusak Trotoar Sekumpul, Komisi V DPR RI Semprot Kementerian PUPR
Pengendara Sepeda Listik Palangka Raya

Hot Borneo

Pengendara Sepeda Listrik di Palangka Raya Mulai Ditertibkan

Hot Borneo

Lebaran, Pertamina Pastikan Kebutuhan Energi di Kaltim Aman
Brimob Banjarbaru

Hot Borneo

Sempat Ditutup Gegara Terendam, Jalan A Yani Depan Brimob Banjarbaru Kembali Dibuka

Hot Borneo

Hebatnya Kobaran Api, Warga Tak Sempat Selamatkan Peralatan Masjid di Salikung Tabalong
video indehoy

Hot Borneo

Diduga Diselingkuhi, Mantan Kirim Video Indehoy Pacar ke Kakaknya
Poster Seksis

Hot Borneo

Tidak Hanya di Jakarta, Poster Bertuliskan Seksis Juga Terlihat di Demo Mahasiswa Tabalong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com