Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Cold Storage Jaga Ketersedian Ikan Laut, Dewan Kalsel: Jadi Sumber PAD

Untuk kendalikan hasil tangkapan nelayan, gudang beku atau cold storage memang jadi salah satu solusinya.Soalnya, hasil laut
- Apahabar.com     Sabtu, 11 Juni 2022 - 08:54 WITA

Cold Storage Jaga Ketersedian Ikan Laut, Dewan Kalsel: Jadi Sumber PAD

Anggota Komisi II DPRD Kalsel Fahrani saat berada di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Untuk kendalikan hasil tangkapan nelayan, gudang beku atau cold storage memang jadi salah satu solusinya.

Soalnya, hasil laut yang berlebih bisa disimpan dan tidak busuk. Otomatis stok ikan tersimpan di sana, harga di pasar dapat distabilkan.

“Pastinya, ini akan mengendalikan harga pasar dan nelayan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadiskanlaut) Kalsel, Rusdi Hartono saat anggota Komisi II DPRD Kalsel berkunjung di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

Rusdi menjelaskan, selain akan memperpanjang usia kesegaran ikan, ikan yang dibekukan akan lambat busuk. Bahkan bisa bertahan satu atau dua bulan.

Itu pun bakal memengaruhi harga jualnya, misalnya harga ikan peda sekitar Rp 35 ribu per kilogram. Saat sulit ikan seperti sekarang, melambung menjadi Rp 50 ribu – Rp 60 ribu di pasar.

Dengan stok berlimpah, harga ikan tak terjadi kenaikkan yang kemudian akan memicu inflasi.

Kapasitas cold storage yang dimiliki Diskanlaut Kalsel bisa menampun 300 ton. Itu belum ditambah milik pedagang yang mencapai 200 ton. Ia yakin, jumlah sebanyak itu mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Banua.

“Enggak cuma di Kalsel seperti ke hulu sungai, tapi daerah Kalteng dari Kapuas sampai ke Palangka mengambil ke Banjar raya ini,” sambungnya.

Salah seorang pedagang ikan di Banjar Raya menceritakan, kenaikan harga ikan memang sudah terjadi empat minggu terakhir.

Selain karena jumlah nelayan yang berkurang tapi juga tangkapan mereka yang memang sedikit. Jenisnya yang ditangkap pun tidak banyak.

“Malam ini saja, paling banyak pindang Sumatera dengan udang kecil. Harga Pindang Sumatera Rp 25 ribu per kilo,kalau udang Rp 20 ribu per kilo,” tuturnya.

Sementara anggota Komisi II Fahrani menilai, pelabuhan perikanan ini punya potensi dikembangkan. Agar hasil tangkapan nelayan tetap terjaga, cold storage sangat diperlukan.

“Nanti kita bicarakan dengan instansi terkait dan dewan. Karena potensi PAD di pelabuhan perikanan ini juga sangat tinggi,” katanya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PDAM

Hot Borneo

PDAM Ngadat, Balita di Banbar Kena Penyakit Kulit Gegara Mandi Air Comberan

Hot Borneo

Tragedi KM Ladang Pertiwi: Puluhan Penumpang Masih Hilang
Jemaah Haji Kalsel di Madinah

Hot Borneo

Tiba di Madinah, Begini Kondisi Jemaah Haji Kalsel

Hot Borneo

Hindari Penumpukan Penumpang di Pelabuhan Sampit, Warga Kotim Diimbau Mudik Lebih Awal

Hot Borneo

Sepeda Motor Misterius Tenggelam di Irigasi Martapura

Hot Borneo

Menteri Sandi Terpukau Atraksi Seni Titi Tali di Kotabaru
Shootker

Hot Borneo

Silaturahmi, Shootker Club Tanbu Akan Tambah Peralatan Berburu

Hot Borneo

2 Tahun Menjabat, Dandim Tanah Bumbu Pindah Tugas ke Jakarta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com