Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Seluruh Wilayah Berpotensi Cerah Berawan Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam Terungkap, Motif Pembunuhan 17 Agustus di Cempaka Banjarbaru
agustus

Covid-19 Melandai, PeduliLindungi Berfungsi Pantau Distribusi Minyak Goreng

- Apahabar.com     Sabtu, 25 Juni 2022 - 10:18 WITA

Covid-19 Melandai, PeduliLindungi Berfungsi Pantau Distribusi Minyak Goreng

Setelah menjadi syarat perjalanan dan masuk ruang publik, aplikasi PeduliLindungi juga berguna untuk membeli minyak goreng curah. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sekalipun Covid-19 sudah melandai, masyarakat diimbau untuk tidak buru-buru menghapus aplikasi PeduliLindungi.

Faktanya pemerintah juga menggunakan aplikasi tersebut untuk memantau dan mengawasi distribusi minyak goreng curah dari produsen ke konsumen.

“PeduliLindungi berfungsi menjadi alat pemantau dan pengawasan di lapangan,” papar Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Pandjaitan, seperti dilansir Antara, Sabtu (25/6).

“Juga memitigasi potensi penyelewengan yang dapat menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng curah,” imbuhnya.

Pemerintah akan memulai sosialisasi dan transisi perubahan sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah dengan menggunakan PeduliLindungi, Senin (27/6).

Sosialisasi dilakukan empat kementerian sekaligus. Mulai dari Kemenko Marves, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, hingga Kementerian Perindustrian.

Sosialisasi dilakukan selama dua minggu. Selanjutnya semua penjualan dan pembelian minyak goreng curah akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Diketahui aplikasi PeduliLindungi merupakan alat bantu pelacakan Covid-19. Aplikasi ini digunakan sebagai syarat perjalanan dan masuk ruang publik.

“Masyarakat yang belum punya PeduliLindungi, tidak perlu khawatir. Mereka masih bisa membeli minyak goreng curah dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” imbuh Luhut.

Selain aplikasi PeduliLindungi, pembelian minyak goreng curah di tingkat konsumen pun akan dibatasi maksimal 10 kilogram untuk satu NIK per hari.

Meski mendapat kuota banyak, Luhut Panjaitan menjamin konsumen bisa memperoleh minyak goreng curah dengan HET Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram.

“Jumlah tersebut kami anggap sudah mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga, bahkan pengusaha usaha-usaha kecil,” tegas Luhut.

Minyak goreng curah dengan HET bisa diperoleh di penjual atau pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0, selain melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) seperti Warung Pangan dan Gurih.

“Kami ingin distribusi bisa dipastikan berjalan hingga ke level terbawah. Namun tentu sistem ini masih akan membutuhkan waktu,” pungkas Luhut.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Pemerkosaan Berkedok Doa Bersama di Tapin, Korban Tak Berdaya Dicekoki Air Putih
Lebaran

News

Tunggu! Pemerintah Masih Bahas Penyesuaian Cuti Bersama Lebaran 2022
WNI di Ukraina

News

24 Orang Masih Bertahan, 99 WNI Telah Dievakuasi Keluar Ukraina

News

Ekspor Minyak Goreng dan CPO Dibuka Lagi, Harga TBS Mulai Terkerek
Kotabaru

News

Lestari, Ribuan Bibit Sepatudea Ditanam di Desa Karang Payau Kotabaru
SPBU Pertamina

News

Dukung Transisi Energi, 1.000 SPBU Pertamina Akan PLTS

News

Keren! Kontingen Garuda UNIFIL Jawara SASCO 2022, Tekuk China dan Korsel
PSI

News

Safari Politik PSI ke PDI-P Kalsel, Pembahasan Ini yang Diangkat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com