Duh, ASN di Banjarmasin Masih Ada Tak Taat Pajak Cuaca Kalsel Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Siang Berpotensi Hujan di Seluruh Wilayah Kapolres Angkat Bicara, Kapolsek Bungkam Soal Penembakan Maut Martapura Dugaan Skimming Bank Kalsel, Bank Sentral Angkat Bicara Pemerintah Canangkan Subtitusi Komoditas Impor Beralih ke Produk Dalam Negeri
agustus

Dolar Sedikit Melemah, Nilai Tukar Rupiah Menguat Menjadi Rp14.791

- Apahabar.com     Senin, 27 Juni 2022 - 18:17 WITA

Dolar Sedikit Melemah, Nilai Tukar Rupiah Menguat Menjadi Rp14.791

Nilai tukar rupiah menguat dalam penutupan perdagangan awal pekan, Senin (27/6). Foto: CNBC

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup menguat seiring dengan pelemahan indeks dolar Amerika Serikat dalam perdagangan awal pekan, Senin (27/6).

Mengutip data Bisnis, rupiah ditutup menguat 0,34 persen atau 50,5 poin menjadi Rp14.791 per dolar Amerika Serikat. Sementara indeks dolar AS melemah 0,24 persen ke 103,933.

Bersamaan dengan rupiah, sejumlah mata uang di Asia juga menguat seperti won Korea Selatan sebesar 0,93 persen, peso Filipina 0,31 persen, dolar Singapura 0,10 persen, dan baht Thailand 0,50 persen.

Sedangkan mata uang negara maju pun terpantau bervariasi yang dominasi di zona hijau. Seperti euro Eropa menguat 0,30 persen dan poundsterling Inggris 0,38 persen.

Kemudian franc Swiss menguat 0,03 persen, dolar Kanada 0,18 persen dan rubel Rusia 1,60 persen. Hanya dolar Australia yang melemah 0,04 persen.

Penguatan rupiah ini ditopang sentimen eksternal seperti kebijakan G7 yang memblokir keran impor emas dari Rusia, hingga menunggu keputusan The Fed dalam Federal Open Market Committee (FOMC) selanjutnya.

“Market sedang menunggu agresivitas The Fed dalam menaikkan suku bunga, sehingga kenaikan beberapa harga komoditas sudah menunjukkan pelemahan. Ini akan berpengaruh dalam inflasi ke depan,” papar Faisal Rachman, analis Bank Mandiri.

Namun demikian, pasar masih mencemaskan outlook resesi ekonomi akibat pengetatan kebijakan moneter oleh sejumlah bank sentral.

Sebelumnya Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menyebut Produk Domestik Bruto AS diperkirakan akan tumbuh 2,9 persen sepanjang 2022.

“Ini lebih rendah dari perkiraan April 2022 sebesar 3,7 persen dalam penilaian tahunan kebijakan ekonomi Amerika Serikat,” papar Kristalina Georgieva.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Kapal TNI AL Diserbu Ratusan Nelayan di Kotabaru
CPO

News

Dunia Kocar-kacir Pascalarangan Ekspor CPO Jokowi

News

Saran Kabareskrim ke Polda NTB soal Kasus Korban Begal Jadi Tersangka
Menteri

News

Erick Thohir Target 15% Direksi BUMN Diisi Perempuan
Stunting

News

BKKBN Kalsel Bersinergi dengan IBI Tekan Stunting

News

Kalau Masih Doyan Produk Impor, Presiden Jokowi Ancam Potong DAK Daerah
mudik

News

Mau Mudik? Simak Ketentuan dari Satgas Covid-19 Berikut
Mapolres Kotabaru

News

Berhadiah Migor, Ribuan Warga ‘Serbu’ Vaksinasi di Mapolres Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com