Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Dua Tahun Tak Registrasi Ulang, Data Kendaraan Langsung Dihapus

- Apahabar.com     Kamis, 16 Juni 2022 - 07:16 WITA

Dua Tahun Tak Registrasi Ulang, Data Kendaraan Langsung Dihapus

STNK yang mati selama dua tahun membuat data kendaraan langsung dihapus dan tak bisa lagi diregistrasi ulang. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Peringatan untuk pemilik kendaraan yang mengabaikan registrasi ulang selama dua tahun, setelah habis masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK).

Penyebabnya Pembina Samsat sepakat menghapus registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang tidak melakukan registrasi ulang selama periode itu.

Nomor kendaraan bermotor yang sudah diblokir atau dihapus, tidak bisa diregistrasi kembali. Akibatnya nomor kendaraan bermotor tak bisa digunakan lagi.

Dasar keputusan tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 74 Ayat 2 poin b.

“Sosialisasi keputusan terbaru itu akan dilakukan dalam beberapa tahap,” papar Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan Purwantono, dikutip dari Republika, kamis (16/6).

Guna mendorong kebijakan itu, Kementerian Dalam Negeri sedang mempersiapkan rencana memberikan stimulus kepada masyarakat.

Stimulus berupa penghapusan Biaya Bea Balik Nama (BBN II) dan denda progresif untuk kepemilikan kendaraan.

Penghapusan tersebut terbilang relevan, mengingat terdapat 103 juta kendaran yang tercatat di Kantor Bersama Samsat hingga Desember 2021 dalam database DASI-Jasa Raharja.

Berdasarkan data yang sama, sebanyak 40 juta atau sekitar 39 persen kendaraan belum melunasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. Alhasil tingkat kepatuhan masyarakat hanya sebesar 61 persen.

“Kondisi itu menjadi ironi, karena secara kasat mata kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan raya semakin padat. Ini diikuti meningkatnya potensi kecelakaan lalu lintas,” jelas Rivan.

“Di sisi lain, negara justru berpotensi kehilangan penerimaan dari sektor pajak kendaraan bermotor yang cukup signifikan,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Brian Edgar

News

Ditangkap Bareskrim, Tersangka Binomo Brian Edgar Menampakkan Diri
Booster

News

Gandeng Polda-Kemenag Kalsel, PWNU Eksekusi Program Sejuta Vaksin Booster
Minyak goreng

News

Dukung Keputusan Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, YLKI: Biar CPO Jera
PCR/Antigen

News

Tes PCR/Antigen Syarat Perjalanan Dicabut, Kemenparekraf Genjot Kolaborasi dengan Singapura
JokowiBertemu PM Jepang Kishida, Jokowi Bahas Perang di Ukraina dan G20. Foto-Istimewa

News

Jokowi Akan Berkemah di IKN Hari Ini

News

Pendaftaran Calon Bintara Polisi di Polres Kotabaru Diserbu Ratusan Pemuda
Pasar Cempaka

News

Pasar Baru & Niaga Banjarmasin Calap Lagi
Harga Batu Bara

News

Nah Lho! Harga Batu Bara Terjun Bebas hingga 8 Persen Lebih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com