Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Duh, Harga Hewan Kurban di Banjarbaru Melejit karena PMK!

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru turun langsung mengecek hewan ternak di sejumlah lokasi.
- Apahabar.com     Kamis, 2 Juni 2022 - 18:46 WITA

Duh, Harga Hewan Kurban di Banjarbaru Melejit karena PMK!

Kepala DKP3 Kota Banjarbaru Abu Yazid Bustami mengecek hewan ternak di sejumlah lokasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru turun langsung mengecek hewan ternak di sejumlah lokasi.

Beruntung sampai saat ini belum ditemukan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan di Banjarbaru.

Namun pemerintah kota tetap melakukan sosialisasi kepada peternak terkait bahaya PMK.

“Dengan adanya PMK, Banjarbaru termasuk daerah yang dilarang memasok sapi dari luar sehingga di tingkat peternak atau pengepul ada keterbatasan ketersediaan barang,” ucap Kepala DKP3 Kota Banjarbaru, Abu Yazid Bustami, Kamis (2/6).

Kendati demikian, kata dia, peternak lokal tetap menyiapkan stok untuk kebutuhan kurban. Salah satunya seperti di kawasan Cempaka.

Akan tetapi lantaran jumlah terbatas, maka kenaikan harga pun tak terelakkan. Nilainya berkisar Rp1-2 juta per ekor.

“Berdasarkan data yang kami pegang, sapi yang tersedia sebanyak 1.300 ekor, sedangkan kebutuhan sekitar 900 ekor,” katanya.

Sementara itu, peternak Loktabat Selatan, Masdarmaji mengaku hanya memiliki 30 ekor karena belum ada penambahan.

“Karena wabah PMK kita belum berani menambah sapi dari luar,” ungkapnya.

Seharusnya, ia menyetok sebanyak 100 ekor.

“Karena kita adanya 30 ekor, maka harga naik menjadi Rp1 juta. Biasanya harga Rp17 juta menjadi Rp18 juta,” bebernya.

Setali tiga uang, pengepul asal Loktabat Utara, Safrin Abdullah mengatakan juga tak mendatangkan sapi dari luar.

Dari 3.000 ekor permintaan, ia hanya mampu menyediakan 200 ekor.

“Jadi untuk harga ya naik juga. Dahulu Rp17 juta, kini naik menjadi Rp19 juta per ekor,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Kapolda Kalsel Resmikan Gedung Mapolres Kotabaru Senilai Rp7,3 Miliar

Hot Borneo

Cari Penyebab Ambruknya Ruko Alfamart Gambut, Dinas PUPRP Banjar Minta Waktu

Hot Borneo

Kantor Pambakal dan Perpustakaan di Sungai Kitano Ludes Terbakar
Tambang Ilegal

Hot Borneo

Ruwetnya Polisi Buru Pemodal Tambang Ilegal di Balikpapan
Cuaca

Hot Borneo

Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Hujan Disertai Petir & Angin Kencang
apahabar.com

Hot Borneo

Polisi Ungkap Penyebab Tenggelamnya Kapal di Perairan Sanipa Tala
Teroris Kaltim

Hot Borneo

Puluhan Teroris Pernah Ditangkap di Kaltim, Polisi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
potensi hujan

Hot Borneo

Peringatan BMKG Kalsel: Waspada Hujan Petir & Angin Kencang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com