Berkedok Guru Spiritual, Pria Batola Cabuli Empat Jemaah, Satu dari Tapin! Dukung Industri Otomotif, SKF Siapkan Komponen Kendaraan Hybrid dan Listrik Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru
agustus

Google Digugat soal Privasi Data di Eropa

- Apahabar.com     Kamis, 30 Juni 2022 - 15:55 WITA

Google Digugat soal Privasi Data di Eropa

Ilustrasi Google. Foto-Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Lembaga perlindungan konsumen di Prancis melayangkan protes kepada Google soal praktik pengumpulan data pribadi dan privasi melalui Google Account.

Organisasi konsumen di Eropa, BEUC, mengatakan selain di Prancis, lembaga perlindungan konsumen di Yunani, Republik Ceko, Slovenia dan Norwegia juga mengajukan protes serupa.

Protes ini diajukan kepada regulator pengawas. BEUC juga menyatakan kelompok konsumen di Jerman sudah memberikan surat peringatan kepada Google bahwa mereka akan mengajukan gugatan sipil.

Di Belanda, Swedia dan Denmark, lembaga konsumen menulis kepada regulator masing-masing negara soal praktik Google.

Menurut BEUC, masalah terletak pada proses pendaftaran (sign up) akun Google.

“Bahasa yang digunakan Google pada setiap langkah pendaftaran tidak jelas, tidak lengkap dan menyesatkan,” kata mereka, seperti dikutip dari Antara, Kamis (30/6).

Google, kata mereka, juga juga menyebut opsi ini sebagai “ramah privasi” karena tidak menawarkan keuntungan.

“Ini mencegah konsumen mengambil keputusan yang tepat ketika dihadapkan pada pilihan. Hasilnya ada pemrosesan data pribadi yang tidak adil, tidak transparan dan tidak sah,” kata mereka.

Google sebelumnya juga pernah mendapat protes soal privasi data. Saat itu, mereka mengatakan pengguna bisa menyunting, menghapus atau menghentikan setelan. Google juga menyatakan data yang dikumpulkan digunakan untuk memperbaiki layanan.

Beberapa lembaga yang memprotes sebelumnya pernah mempermasalahkan praktik Google melacak pengguna.

Mereka mengajukan kasus ini kepada lembaga perlindungan privasi sekitar empat tahun lalu, namun, belum ada hasilnya. Mereka ingin mendorong regulator melalui kasus terbaru ini.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Gubernur Anies Cabut Izin Seluruh Outlet Holywings di Jakarta

News

Arab Saudi Umumkan Idulfitri 1443 Hijriah Jatuh 2 Mei
Penceramah

News

Tingkatkan Kewaspadaan, BNPT Urai Ciri Penceramah Radikal
VCS Michat

News

Apes! Pemuda Ini Diperas Perempuan Gara-Gara Video Call Sex Michat

News

Waspada! BPOM Ungkap 6 Merek Kopi Saset yang Mengandung ‘Viagra’ dan Paracetamol
Ilustrasi mudik. Foto-Istimewa

News

Puncak Arus Balik 7-8 Mei, Catat Pesan Menhub
Workshop denny

News

Denny Indrayana Gelar Workshop Kiat Cuan Ratusan Juta Hingga Miliaran Rupiah di Australia
Ktci

News

Cara ‘Healing’ KTCI dengan Camping Ceria di Lembang Bandung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com