Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru Divonis 8 Tahun Penjara, Wahid Dibebaskan dari Ganti Rugi Rp26 Miliar  Apkasi Ajak Perusahaan Barang Jasa Rebut Peluang Pengadaan di Pemda Melalui APN 2022
agustus

Harga Batu Bara Dalam Negeri RI Segera Dilepas Lagi ke Pasar!

- Apahabar.com     Selasa, 28 Juni 2022 - 13:16 WITA

Harga Batu Bara Dalam Negeri RI Segera Dilepas Lagi ke Pasar!

Ilustrasi, batu bara. Foto-Net.

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera melepas lagi harga batu bara ke mekanisme pasar. Sejauh ini, harga batu bara untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) dipatok harga khusus US$ 70 per ton.

Pelepasan harga batu bara ke mekanisme pasar seiring dengan akan terbentuknya Entitas Khusus Batu Bara atau Badan Layanan Umum (BLU) iuran batu bara yang ditaregetkan bakal terbentuk pada Juli 2022 ini.

Kelak, ketika harga batu bara dalam negeri dilepas ke mekanisme pasar, BLU Iuran batu bara akan memungut selisih harga batu bara pasar dengan harga yang dipatok US$ 70 PLN. Nantinya, meskipun PLN membeli harga batu bara dengan mekanisme pasar, akan ada ganti dari perusahaan batu bara yang dipungut oleh BLU.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengatakan bahwa, saat ini pembentukan BLU Iuran Batu Bara itu sedang berproses. “Konon kabarnya targetnya Juli ini (2022),” ungkap dia kepada CNBC Indonesia, Selasa (28/6/2022).

Irwandy bilang, jika BLU batu bara sudah terbentuk, maka semua harga batu bara akan berlaku sesuai dengan ketentuan bisnis yang mencau pada indeks tertentu.

“Dan kemudian kepada PLN yang US$ 70 per ton, selisishnya seusai dengan harga indeks akan dikembalikan kepada perusahaan. Jadi perusahaan mendapatkan nilai batu bara pasar,” ungkap Irwandy.

Menurut Irwandy, terbentuknya BLU Batu Bara dan dilepasnya harga batu bara ke mekanisme pasar akan lebih menjamin kebutuhan batu bara untuk dalam negeri khususnya pembangkit milik PLN.

Di mana memang sebelumnya, pada awal januari 2022, Indonesia sempat mengalami krisis suplai batu bara. Hal itu lantaran, para produsen batu bara lebih memilih mengekspor batu baranya ketimbang dalam negeri yang harganya lebih murah atau dipatok US$ 70 per ton.

“Mudah-mudahan dengan sistem baru bisa mengatasi hal ini,” tandas Irwandy.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

DPRD Banjarbaru

Bantu Urai Kemacetan, ATCS Banjarbaru Dinilai Efektif
Presiden Joko Widodo

News

Hindari Kepadatan Arus Balik, Presiden Jokowi Imbau Pemudik Kembali Lebih Awal
apahabar.com

News

Puan: OJK Harus Mampu Lindungi Masyarakat dari Investasi Ilegal

News

Gubernur: UCI MTB Eliminator 2022 Siap 90 Persen

News

Ade Armando Alami Pendarahan di Otak

News

Safari Ramadan ke Kantor ‘Banteng’, Intip Harapan Habib Banua
Telur

News

Kementan: RI Tak Punya Cadangan Ayam dan Telur
Mudik

News

Menhub Sebut Pelaksanaan Mudik Tahun Ini Berjalan Baik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com