Innalillahi.. Avanza Vs Strada di Batulicin Tewaskan Pejabat BPBD Terbongkarnya Aksi Cabul Ayah Muda Banjarmasin, Berawal dari Perceraian Duh, Ayah Muda Banjarmasin Tega Cabuli Anak Kandung Heboh, Ibu di Balikpapan Tega Kurung Tiga Anak Kandungnya dalam Kamar Diguyur Hujan Lagi, Warga Kotabaru Diminta Tetap Waspada Banjir

Heboh, Ibu di Balikpapan Tega Kurung Tiga Anak Kandungnya dalam Kamar

Heboh, ibu di Balikpapan, Kaltim, tega kurung tiga anak kandungnya di dalam kamar, hampir setahun. Seperti apa kisahnya?
- Apahabar.com     Jumat, 24 Juni 2022 - 15:50 WITA

Heboh, Ibu di Balikpapan Tega Kurung Tiga Anak Kandungnya dalam Kamar

Pengungkapan ibu di Balikpapan tega kurung tiga anak kandungnya dalam kamar nyaris setahun. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BALIKPAPAN – Heboh, ibu di Balikpapan tega kurung tiga anak kandungnya di dalam kamar, hampir setahun.

Tiga anak perempuan itu masing-masing berusia 6, 10, dan 14 tahun. Mereka dikurung dalam kamar rumah Perumahan Sosial RT 28, Kelurahan Balikpapan, Kecamatan, Balikpapan Utara.

Warga yang mengetahuinya, bersama petugas beramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk menyelamatkannya, Kamis (23/6).

Saat didatangi, rumah dalam keadaan terkunci, namun warga dan petugas berhasil masuk. Sementara salah satu kamar terpasang gembok lebih dari satu.

Ketika dibuka, kondisi kamar pun sangat tidak layak. Sudah sempit, sirkulasi udara minim, seolah seperti dalam tahanan.

Ketua RT 28, Alpirawan membenarkan peristiwa itu. Kecurigaan warga muncul lantaran ketiga anak tersebut tidak pernah terlihat berkeliaran di area komplek.

Bahkan mereka tidak pernah masuk sekolah. “Dari setahun lalu si anak pertama itu nggak pernah turun sekolah. Jadi pihak sekolah datanglah nyariin ke RT, kok anak ini nggak pernah masuk sekolah,” katanya pada Kamis (23/6) malam.

Meski sempat curiga, Alpirawan mengurungkan kecurigaannya itu lantaran sang ibu menyebut bahwa tiga anak perempuannya itu sudah berada di Jawa untuk melanjutkan sekolah.

Namun Alpirawan masih menaruh curiga dengan pernyataan orang tua tersebut. Ia pun memutuskan untuk melapor ke Kelurahan Batu Ampar.

“Rupanya selain saya, sudah ada warga lain juga yang melapor hal yang sama. Akhirnya ramai-ramai datang kesini bersama polisi, TNI, PPA, Kelurahan, lengkap semuanya,” tuturnya.

Saat ketiga anak tersebut ditemukan, kondisinya tertelungkup dengan badan yang gemetar. Wajah ketiganya pun pucat dikarenakan tidak pernah terkena sinar matahari.

Namun Alpirawan membantah jika ketiganya dalam kondisi terikat atau mulutnya disumpal. “Nggak ada yang sampai diiket atau disumpel. Cuma wajahnya pucat semua karena nggak pernah kena sinar matahari,” ungkapnya.

Diketahui bahwa orangtua ketiga anak tersebut sudah berpisah. Sang suami diduga takut dengan sang istri hingga akhirnya sempat tidur di luar.

“Suami istri ini sudah pisah ranjang. Suaminya takut juga sama istrinya, sudah beberapa waktu lalu ini suaminya tidur di luar,” tambahnya.

Ketiga anak tersebut kini dibawa ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Balikpapan untuk ditangani lebih intens.

Alpirawan sendiri akan melakukan pendataan serta pengawasan lebih intens di lingkungannya untuk menghindari hal serupa terjadi.

Motif Ibu Kurung Anak

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Balikpapan, Esti Santi Pratiwi mengatakan bahwa sang ibu dengan suaminya tengah pisah ranjang.

Sang suami bekerja di toko bangunan sementara ibunya di laundry. Setiap hari keduanya bekerja, ketiga anaknya itu dikurung di dalam kamar dengan gembok lebih dari satu.

Warga sekitar yang curiga melaporkan kejadian ini ke UPTD PPA lalu kemudian bersama petugas dan Ketua RT setempat melakukan pengecekan. Benar saja, ketiganya ditemukan dalam kamar yang tak lebih layak dari ruang tahanan.

“Waktu datang kita ketuk pintunya tidak menyahut, lalu jendelanya ditutup kain gelap, di belakang juga tertutup, jadi tidak ada space untuk kita mengetahui si anak,” ujarnya.

“Kemudian dari Pak RT menghubungi pemilik rumah karena dia menyewa disitu untuk kita bisa masuk. Kemudian pemilik rumah datang dan mempersilahkan,” lanjut dia.

“Begitu berhasil masuk, anak-anak itu menangis posisinya diatas tempat tidur tiga anak itu. Jadi memang tidak ada celah masuk,” jelasnya saat ditemui di kantornya pada Jumat (24/6).

Setelah berhasil diamankan, masyarakat sekitar meminta petugas membawa ketiga anak tersebut agar tidak ditaruh di rumah itu lagi.

Petugas pun membawa ketiga anak itu ke kantor UPTD PPA untuk menjalani pemeriksaan dan didampingi langsung oleh bapaknya.

“Nah hak anak itu kan ada 31 hak anak di Undang-Undang, yakni hak hidupnya dari segi makan mungkin orang tua memberi, tapi dari hak tumbuh kembangnya berkurang, hak mainnya, hak beraktivitasnya, hak sekolahnya tidak terpenuhi,” ungkap Esti.

“Oleh karena itu kami bawa ketiganya dan disaksikan oleh bapak anak itu juga hadir disitu. Kemudian kami bawa ke Polres untuk berkoordinasi agar semuanya tahu,” bebernya.

Setelah ramai diberitakan dan ketiga anak itu tengah dalam penanganan UPTD PPA, sang ibu pun datang untuk mengambil kembali anaknya.

Hanya saja petugas tidak mengabulkannya lantaran ketiga anak itu masih akan menjalani serangkaian pemeriksaan dan pendampingan untuk menangani kondisi psikisnya.

“Nah tadi ibunya datang ingin mengambil anaknya, nah saya bilang tidak bisa. Untuk sementara ini kami akan assesmen, kami dalami dan kami akan periksa kondisi Kesehatan anak itu seperti apa,” tuturnya.

Esti menyebutkan, kondisi ketiga anak tersebut sejatinya sehat-sehat saja. Namun pihaknya juga harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pasalnya, kata Esti, wajah si anak pucat lantaran lama tidak terkena sinar matahari. Sang ibu berdalih bahwa kulit anaknya memang putih, sehingga terlihat seperti pucat.

“Tadi ibunya ngomong karena anaknya putih, nah putih itu beda dengan pucat karena tidak kena sinar matahari,” ujar Esti.

“Terus anak nomor 1 dan 2 itu hanya diam saja, kalau yang kecil itu nangis dan masih bisa ngobrol. Jadi kita lakukan pendampingan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Saat ditanya mengapa sang ibu tega mengurung anaknya di dalam rumah. Kepada petugas PPA, sang ibu beralasan bahwa masih dalam kondisi pandemi.

Kemudian di sekitar area kompleknya banyak anak laki-laki. Sehingga untuk amannya, sang ibu mengurungnya di dalam rumah.

“Jadi ibunya tadi datang alasannya pandemi, nggak boleh keluar, terus disamping rumah itu banyak anak laki-laki. Terus ada banyak mobil, jadi untuk amannya ya di kurung. Itu menurut ibunya tadi seperti itu,” terang Esti.

Esti mengatakan pihaknya masih harus melakukan pendampingan terhadap ketiga anak itu. Soal kapan ketiganya diserahkan kembali kepada orangtuanya atau keluarganya, Esti mengatakan pihaknya belum mau mengembalikan kepada sang ibu. Sebab pihaknya khawatir kejadian serupa akan terulang Kembali.

“Mereka (keluarganya) juga tanya sampai kapan disini, ya kami pasti akan kembalikan, cuma kami tidak akan kembalikan ke ibunya, kami cari pihak keluarganya yang mau bertanggungjawab,” jelasnya.

“Nanti kami panggil, bikin surat pernyataan dan jangan sampai hal ini terulang Kembali. Kalau nanti sama ibunya akan kayak gitu lagi ya sama aja bohong,” tandasnya.

 

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Bau Amis Fee Proyek HSU Setelah OTT KPK, Polisi Turun Tangan!
Harga Bahan Pokok Banjarmasin

Hot Borneo

Harga Bahan Pokok Melejit, Pelaku UMKM di Banjarmasin Menjerit
Koruptor Lamongan

Hot Borneo

Buron, Koruptor Lamongan Jualan Pecel Lele di Tanah Bumbu
Sekumpul

Hot Borneo

Belum Ada Pemberitahuan Sekumpul Martapura Dibuka Kembali  

Hot Borneo

Anomali Minyak Goreng di Tanjung Tabalong: Kemasan Melimpah, Curah Sulit Dicari
knalpot brong

Hot Borneo

Ops Knalpot Brong di Tanbu, Ratusan Pengendara Terjaring Razia
Korupsi HSU

Hot Borneo

Kecewanya Bupati Nonaktif HSU Dicueki Eks Anak Buah hingga Dibentak-bentak Hakim

Hot Borneo

Harga TBS di Kalteng Masih Rendah, Ini Penyebabnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com