Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Heboh Khilafatul Muslimin di Tapin, Jangan Mudah Terprovokasi

Massa menyebut keberadaan pelang sudah mengundang keresahan warga. Sementara pemilik berkata pelang tersebut sudah setahun belakangan berdiri ttanpa masalah. AKBP Saiser pun meminta masyarakat untuk tidak ikut terprovokasi.
- Apahabar.com     Sabtu, 11 Juni 2022 - 15:35 WITA

Heboh Khilafatul Muslimin di Tapin, Jangan Mudah Terprovokasi

Sekelompok warga saat membongkar pelang Khilafatul Muslimin Kemas'ulan Ansharullah Tapin, Sabtu (11/6) siang. Foto-foto: Istimewa 

apahabar.com, RANTAU – Heboh keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin telah sampai ke Kabupaten Tapin.

Teranyar, sebuah pelang bertuliskan Khilafatul Muslimin di Tapin Selatan diturunkan warga, Jumat (10/6).

Pelang milik seorang warga -sebut saja AJ- tersebut dibongkar lantaran dianggap meresahkan oleh warga sekitar.

Pembongkaran bermula pada pukul 13.45 baru tadi ketika belasan warga mendatangi rumah AJ.

Sejurus berselang mereka mencabut pelang kayu berkelir putih bertuliskan Khilafatul Muslimin tersebut.

“Saya datang bersama masyarakat ini untuk meminta, agar papan nama Khilafatul Muslimin dicabut,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Menurutnya, keberadaan sekretariat Khilafatul Muslimin itu telah membikin resah warga. Banyak dari mereka mempertanyakan latar organisasi tersebut.

Apalagi beberapa waktu lalu diketahui pimpinan kelompok tersebut ditangkap Tim Mabes Polri karena dituding terafiliasi kelompok radikal.

“Papan nama ini memang sudah ada kurang lebih satu tahun lalu. Hanya memang tidak kita tanggapi karena bukan ranah kita,” lanjutnya.

Saat warga berdatangan, AJ si pemilik rumah kebetulan sedang berada di kediaman.

Adu argumen sempat terjadi di rumah yang sehari-hari juga digunakan untuk keluarga AJ menggelar pengajian.

Melihat warga yang berdatangan semakin banyak, AJ akhirnya merelakan pencabutan pelang tersebut.

AJ mengatakan papan nama tersebut memang sudah ada kurang lebih setahun belakangan. Selama itu, belum pernah ada teguran.

“Meskipun memang sering ada aparat yang datang ke tempat saya untuk berdiskusi terkait apa itu Khilafatul Muslimin ini,” jelasnya.

Sekalipun pimpinan Khilafatul Muslimin sudah ditangkap, AJ meminta publik menghormati proses hukum yang tengah bergulir.

“Jadi belum ada kepastian. Belum ada penetapan apakah pimpinan Khilafatul Muslimin ini bersalah atau tidak,” terangnya.

Mengenai keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin, diakui AJ memang belum banyak diketahui warga. Maka tak salah timbul kesalahpahaman.

“Silakan, jika memang masyarakat ingin membongkar papan nama tersebut, tetapi ini sebetulnya ranahnya aparat karena negara, kita negara hukum,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Tapin, AKBP Ernesto Saiser membenarkan penurunan pelang tersebut dilakukan oleh beberapa warga dari Desa Rumintin.

“Warga merasa resah terkait keberadaan pelang tersebut. Sehingga setelah melalui negosiasi akhirnya pemilik rumah setuju untuk diturunkan,” jelasnya.

AKBP Ernesto mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi. Sebab, hakikatnya Tapin adalah kabupaten yang aman dan kondusif.

Mengenal Khilafatul Muslimin

Pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja melambaikan tangan untuk menyapa para simpatisannya saat tiba Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/6). Foto: Kompas

Nama Khilafatul Muslimin viral setelah sekelompok massa melakukan aksi konvoi dengan kendaraan roda dua di kawasan Cawang, Jakarta Timur, akhir Mei lalu.

Dalam video rekaman aksi konvoi kelompok Khilafatul Muslimin itu, para peserta konvoi terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak. Mereka mengenakan pakaian bernuansa hijau.

Beberapa di antaranya tampak mengibarkan bendera dan membawa poster bertuliskan “Sambut kebangkitan Khilafah Islamiyyah”.

Selain pernah menggelar konvoi di Jakarta Timur, aksi konvoi juga pernah dilakukan di wilayah Brebes Jawa Tengah, Cimahi Jawa Barat, dan Surabaya Jawa Timur.

Selain di Jakarta Timur, juga di Cimahi, Jawa Barat kemudian Brebes dan juga melakukan konvoi di Surabaya.

Diduga, melalui konvoi-konvoi tersebut, kelompok Khilafatul Muslimin melakukan penyebatan pamflet atau brosur kepada umat Islam untuk mengikuti atau mendukung ideologi khilafah.

Menurut polisi, konvoi rombongan khilafah oleh Khilafatul Muslimin terdapat dalam website, serta dalam buletin bulanan dan juga tindakan nyata di lapangan yang mereka lakukan.

Dalam website kelompok itu pun tercantum informasi bahwa Khilafatul Muslimin menyatakan Pancasila tidak sesuai dan hanya khilafah yang bisa memakmurkan bumi dan menyejahterakan umat.

Polisi kemudian menangkap sejumlah petinggi dan pengurus kelompok ini, termasuk pimpinannya yang bernama Abdul Qadir Hasan Baraja.

“Di mana Khilafatul Muslimin ini mengajak masyarakat untuk mendukung ideologi khilafah menggantikan ideologi Pancasila,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (9/6).

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jaksa Tabalong

Hot Borneo

Diburu! Buron Terpidana Korupsi Lahan UPPKB Tabalong

Hot Borneo

Tanpa THR, Gaji Pertama PPPK Guru di Banjarmasin Dicairkan Mulai Mei

Hot Borneo

Ngos-ngosan, Perumda PALD Banjarmasin Terancam Gulung Tikar!
Korupsi Banjar

Hot Borneo

Skandal Korupsi di Bawaslu Banjar: Bendahara Terpedaya Investasi, Lalu Tekor
Pascaviral Penutupan MTQ Banjar

Hot Borneo

Pascaviral Penutupan MTQ di Banjar, Panitia Dapat Sanksi?
Pasar Wadai Ramadan Banjarbaru

Hot Borneo

Pasar Wadai Ramadan di Banjarbaru Dipastikan Digelar, Lapangan Murjani Jadi Opsi Lokasi Terkuat
operasi pasar minyak goreng curah

Hot Borneo

Dear Warga Banjarbaru, Operasi Pasar Minyak Goreng Curah Dimulai Esok

Hot Borneo

Pengendara Dituding Rusak Trotoar Sekumpul, Komisi V DPR RI Semprot Kementerian PUPR
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com