Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Insentif 200 Ribu Guru Madrasah Cair Akhir Juni 2022

- Apahabar.com     Jumat, 17 Juni 2022 - 08:58 WITA

Insentif 200 Ribu Guru Madrasah Cair Akhir Juni 2022

Kemenag akan segera mencairkan insentif untuk guru madrasah non PNS. Foto: Media Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Proses pencairan tunjangan insentif guru madrasah non PNS sudah memasuki tahap akhir.

Bahkan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan tunjangan tersebut secara bertahap akan segera cair mulai akhir Juni 2022.

“Ditjen Pendidikan Islam sudah menerbitkan Surat Perintah Pembayaran Dana,” papar Yaqut Cholil Qoumas dikutip dari Tempo, Jumat (17/6).

“Selanjutnya Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara akan segera menyalurkan anggaran yang sudah teralokasi di RKAKL Kementerian Agama ke rekening bank penyalur insentif guru madrasah non bukan PNS,” imbuhnya.

Insentif tersebut diberikan kepada guru bukan PNS di Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Besaran yang disalurkan sebesar Rp250 ribu per bulan, dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Sekarang sedang diproses pencairan insentif selama enam bulan atau senilai total Rp1,5 juta untuk 216 ribu guru.

“Insentif ini merupakan bentuk rekognisi negara untuk guru yang telah berdedikasi dan mengabdi. Kami berharap tunjangan ini bisa memotivasi,” tegas Yaqut Cholil Qoumas.

Sementara Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama, M Zain, menjelaskan insentif diberikan kepada guru yang memenuhi kriteria dan sesuai ketersediaan kuota masing-masing provinsi

“Penentuan kriteria tersebut juga mempertimbangkan keterbatasan anggaran,” imbuh M Zain.

Terdapat sepuluh kriteria penerima bantuan tersebut, di antaranya aktif mengajar dan terdaftar dalam program Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (Simpatika).

Kemudian belum lulus sertifikasi, serta diprioritaskan kepada guru yang sudah lama mengabdi dan dibuktikan dengan Surat Keterangan Lama Mengabdi.

Berstatus sebagai guru tetap yang diangkat oleh pemerintah daerah, kepala madrasah negeri dan atau pimpinan penyelenggara pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Kementerian Agama.

Selanjutnya memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV, punya beban kerja minimal 6 jam tatap muka, serta tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif atau legislatif.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Mudik

News

Menhub Sebut Pelaksanaan Mudik Tahun Ini Berjalan Baik

News

Positif Omicron, Erdogan dan Istri Bakal WFH
Hepatitis

News

Beda Hepatitis Akut dan Hepatitis Biasa Versi Kemenkes
BPBD Balikpapan

News

Anak Kucing Masuk Pipa, BPBD Balikpapan Bobok Tembok
tambang ilegal di Tahura Kaltim

News

Tim Gabungan Ungkap Aktivitas Tambang Ilegal di Tahura Kaltim
Dosen Institut Agama Kristen

News

Sodomi Mahasiswa, Oknum Dosen Institut Agama Kristen Ditahan
Ribut

News

Terungkap Sosok Pria Berpistol Ribut vs Gojek di Citraland Banjar
Puting Beliung Kabupaten Banjar

News

Dahsyat, Puting Beliung Rusak 95 Rumah di Kabupaten Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com