Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Jaksa Pastikan Fakta Persidangan Tak Ada Uang Rp27,6 Miliar Mengalir ke Mardani H Maming

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak seluruhnya pembelaan mantan Kadis ESDM Tanah Bumbu, Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo...
- Apahabar.com     Senin, 13 Juni 2022 - 20:05 WITA

Jaksa Pastikan Fakta Persidangan Tak Ada Uang Rp27,6 Miliar Mengalir ke Mardani H Maming

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak seluruhnya pembelaan mantan Kadis ESDM Tanah Bumbu, Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo. Foto-apahabar.com/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Jaksa penuntut umum memastikan tak ada bukti kuat yang ditemukan di persidangan tentang aliran dana ke mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, baik itu Rp27,6 miliar terlebih Rp89 miliar.

“Enggak ada bupati [mantan bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, red] yang menerima. Kemarin sudah dinyatakan, di angka Rp27,6 M itu tidak ada mengalir di situ. Obyek kami hanya di situ. Di luar dari itu nggak ada urusan dengan kami. Rp89 miliar itu nggak ada dalam fakta persidangan,” kata Abdul Salam salah seorang tim JPU dari Kejaksaan Agung kepada awak media usai sidang lanjutan kasus dugaan gratifikasi izin pertambangan, dengan terdakwa mantan Kepala Dinas ESDM Tanah Bumbu, Dwidjono di Pengadilan Negeri Tipikor Banjarmasin, Senin (13/6/2022).

Hal tersebut dikemukakan JPU Abdul Salam, berkaitan dengan pernyataan terdakwa Dwidjono dalam pembelaannya bahwa dia diperiksa KPK terkait adanya dana Rp89 miliar yang disebut-sebut di persidangan mengalir ke Mardani H Maming.

Abdul Salam sekali lagi menegaskan bahwa terkait hal itu bukan ranah mereka. Pembuktian JPU itu berdasarkan dakwaan dan fakta persidangan.

Abdul Salam memastikan, hingga saat ini tak ada bukti kuat yang ditemukan di persidangan tentang kebenaran bahwa ada aliran dana ke mantan Bupati Tanah Bumbu tersebut. Baik Rp27,6 miliar terlebih Rp89 miliar.

“Bisa dicek. Lihat di putusan persidangan nanti hakim ada nggak mempertimbangkan itu,” lanjutnya.

Dijelaskan Abdul Salam, soal isu Rp89 miliar itu mencuat setelah adik dari Henndry Soetio, bernama Crishtian Soetio dihadirkan sebagai saksi oleh pihak pengacara terdakwa.

“Crishtian itu saksi hanya mendengarkan. Testimoni auditor. Dia hanya mendengar dari saudaranya. Dia bukan pelaku langsung. Dia tidak tahu tentang keuangan. Adapun bukti hanya terkait kerja sama,” ucap Abdul Salam.

Lebih jauh dikatakan Salam, pihaknya tak berani berasumsi soal aliran dana Rp89 miliar tersebut. “Tidak bisa kita berasumsi, kita bicara fakta hukum. Saya tidak memihak pada siapa-siapa. Saya tegak lurus. Sesuai dakwaan. Di luar itu kami nggak bisa beri penjelasan,” katanya.

Dalam pembelaannya, terdakwa Dwidjono di Pengadilan Tipikor PN Banjarmasin tadi siang, Senin (13/6/2022), menyatakan duit Rp27,6 yang diterima dari Hendry Soetio bukan suap, melainkan utang piutang.

Atas pembelaan terdakwa tersebut, JPU dalam tanggapannya memastikan bahwa pihaknya tetap pada tuntutan.

Menurut jaksa, terdakwa Dwi tetap dituntut hukuman penjara selama 5 tahun, serta denda Rp1,3 miliar karena terbukti atas dakwaan telah melakukan tindak pidana korupsi berupa suap, serta tindak pidana pencucian uang (TTPU).

“Kami menolak semua pembelaan terdakwa karena bertentangan dengan fakta hukum di persidangan,” ujar Salam saat diwawancarai usai perdagangan.

Pihaknya kata Salam, memiliki bukti yang kuat bahwa Dwi memang benar-benar bersalah.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Ribuan Rumah di Kabupaten Banjar Terendam Banjir, Sebagian Warga Masih Bertahan
Cuaca

Hot Borneo

Cuaca Kalsel Hari Ini: Waspada Hujan Petir di 7 Wilayah
pengadilan tipikor

Hot Borneo

Mardani H Maming : Nanti Akan Ketahuan Siapa Dalangnya

Hot Borneo

Tahura Music Festival 2022: Akaracita Tampil Mendayu di Tengah Kepungan Rock
Penganiayaan

Hot Borneo

Pakaian Digunakan Mengelap Kencing, Nenek di Kukar Dianiaya Cucunya
Kebakaran Gudang Sampit

Hot Borneo

Pascakebakaran Hebat Gudang di Sampit, Kerugian Belasan Miliar
Wabah PMK Bumi Jaya Tanah Laut

Hot Borneo

Cegah Penyebaran PMK, Ratusan Sapi di Bumi Jaya Tanah Laut Disuntik Vaksin-Antibiotik
pencuri handphone tapin

Hot Borneo

Pencuri Handphone di Tapin Dibebaskan Lewat Restorative Justice
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com