Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu…

Jeblok Nyaris 2 Persen Pekan Lalu, Nilai Tukar Rupiah Masih Lemah

Sementara dalam awal perdagangan, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.840 per dolar Amerika Serikat atau melemah 8 poin dari sebelumnya.
- Apahabar.com     Senin, 20 Juni 2022 - 11:19 WITA

Jeblok Nyaris 2 Persen Pekan Lalu, Nilai Tukar Rupiah Masih Lemah

Nilai tukar rupiah dengan dolar Amerika Serikat masih akan tertekan dengan risk off sentiment di pasar. Foto: Tempo

apahabar.com, JAKARTA – Tekanan rupiah masih belum berakhir, karena terus melemah dalam awal perdagangan, Senin (20/6).

Sebelumnya sepekan lalu, rupiah terpuruk nyaris 2 persen melawan dolar Amerika Serikat hingga menyentuh level terlemah sejak Oktober 2020.

Sementara dalam awal perdagangan, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.840 per dolar Amerika Serikat atau melemah 8 poin dari sebelumnya.

Dilansir dari CNN, mata uang lain di asia terpantau bervariasi, tetapi didominasi berada di zona merah. Yen Jepang melemah 0,04 persen, won Korea Selatan melemah 0,39 persen, dan baht Thailand minus 0,22 persen.

Lalu peso Filipina melemah 0,34 persen, yuan China melemah 0,18 persen, dan ringgit Malaysia melemah tipis 0,01 persen. Sedangkan dolar Singapura menguat 0,12 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan.

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju yang bervariatif. Terpantau euro Eropa minus 0,03 persen, poundsterling Inggris minus 0,18 persen, rubel Rusia melemah 1,05 persen.

Sebaliknya dolar Australia menguat 0,13 persen, franc Swiss menguat 0,09 persen dan dolar Kanada menguat 0,14 persen.

“Rupiah diperkirakan masih akan tertekan dengan risk off sentiment di pasar diperkirakan masih berlanjut dan membuat pelaku pasar menghindari aset dan mata uang berisiko,” papar Lukman Leong, analis DCFX.

“Investor juga masih mencermati dan menunggu hasil rapat bulanan yang akan diumumkan Bank Indonesia. Pasar menaruh harapan untuk kenaikan suku bunga BI sebesar 25 basis poin di tengah tekanan inflasi yang meningkat,” pungkasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Erick Thohir

News

Indonesia Nomor 4 Ekonomi Dunia, Erick: Pemuda Tulang Punggungnya

News

Sepekan Lebih Invasi, Rusia Masih Tak Bisa Rebut Ibu Kota Ukraina
Tanfidziyah PBNU

News

Ini Alasan Gus Yahya Minta Tanfidziyah PBNU Pakai Celana Panjang
ASN

News

Cuti Lebaran 2022, ASN Dapat Jatah Libur 4 Hari
Kebakaran

News

Api Berkobar di SPBU Samarinda, Seorang Sopir Luka Bakar
Presiden Joko Widodo. Foto-Istimewa

News

Jokowi Ingatkan Harga-harga Akan Melonjak
Dubes India

News

Akibat Kasus Penistaan Agama, Gubernur Nova Setop Kegiatan Dubes India di Aceh

News

Viral 9 Warga Binjai Sumatera Utara Terjebak di Ukraina, Minta Tolong Evakuasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com