Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Jelang Iduladha, Wabah PMK Terdeteksi di Palangka Raya

Warga Palangka Raya tampaknya was-was jelang Iduladha 1443 Hijriah.Pasalnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban terdeteksi
- Apahabar.com     Kamis, 23 Juni 2022 - 13:41 WITA

Jelang Iduladha, Wabah PMK Terdeteksi di Palangka Raya

Salah satu lokasi penjualan sapi di Kota Palangka Raya. Foto-apahabar/Faisal

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Warga Palangka Raya tampaknya was-was jelang Iduladha 1443 Hijriah.

Pasalnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban mulai terdeteksi.

Padahal Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya telah berjibaku mencegah penyakit tersebut.

Namun rupanya upaya itu tak membuahkan hasil.

Pemkot Palangka Raya pun tak menampik akan hal tersebut.

Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Kota Palangka Raya, Sumardi menyebutkan ada 48 kasus yang dilaporkan.

Akan tetapi, semuanya belum dilakukan uji klinis di laboratorium.

“Sudah 4 ekor dipotong paksa dan 9 dinyatakan sembuh. Sementara hewan yang sakit 35 ekor, kemarin ada laporan baru masuk 23 ekor,” ucap Sumardi, Kamis (23/6).

Ia mengungkapkan, kasus terkonfirmasi positif PMK di Palangka Raya pertama kali ditemukan pada peternakan warga di Jalan G Obos per 9 Juni 2022.

Kala itu didapati sapi yang tidak nafsu makan dengan mulut berlendir.

“Dengan laporan itu, petugas kami langsung melakukan pemeriksaan. Dan benar ditemukan beberapa sapi hidungnya meler, kaki pincang, tidak mau makan, lidah berdarah dan sapi kesakitan,” katanya.

Menindaklanjuti hal ini, ia memerintahkan agar hewan yang sakit dikarantina dan peternakan tertular segera di-lockdown.

Langkah tersebut sesuai keputusan Direktur Jenderal (Dijen) Peternakan dan Kesehatan Hewan tentang SOP Pengendalian dan Penanggulangan PMK.

“Selama ada yang terkonfirmasi positif PMK, lokasi kandang tidak boleh ada aktivitas keluar masuk hewan, termasuk orang yang merawat harus steril,” tegasnya.

Hingga saat ini, tambah dia, sudah 4 kabupaten di Kalimantan Tengah yang dinyatakan tertular PMK.

“Terbanyak ada di Kotawaringin Barat 27 kasus, Kotawaringin Timur 17 kasus dan Sukamara 7 kasus,” tandasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Honda Brio Tabrak Pohon di Trikora Banjarbaru, Penumpang Tewas di Tempat
Alat Uji Kir Kapuas

Hot Borneo

Tingkatkan Pelayanan Uji Kir, Dishub Kapuas Tambah Peralatan
Narkoba

Hot Borneo

Polsek Paringin Ungkap Tiga Kasus Narkoba, 4 Tersangka Diamankan
Kebakaran Kantor Desa

Hot Borneo

Kebakaran Kantor Pambakal di Sungai Kitano; Dokumen Pertanggungjawaban Hangus, Polisi Masih Melakukan Penyelidikan
Bmkg

Hot Borneo

Termasuk Banjarmasin dan Batola, Sebagian Kalsel Dilanda Hujan Petir

Hot Borneo

ABK Batu Bara di Kukar Tenggelam, Begini Kronologinya
diabetes

Hot Borneo

Pengidap Hipertensi dan Diabetes di Balikpapan Meningkat Pasca-Lebaran, Ini Penyebabnya
Harga Bahan Pokok Banjarmasin

Hot Borneo

Harga Bahan Pokok Melejit, Pelaku UMKM di Banjarmasin Menjerit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com