Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Kapolda Papua Sebut Ada Indikasi Penyerang Anggota Brimob adalah KKB

Seorang anggota Brimob di Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua, tewas karena dianiaya oleh orang tak dikenal.Kapolda Papua
- Apahabar.com     Minggu, 19 Juni 2022 - 21:45 WITA

Kapolda Papua Sebut Ada Indikasi Penyerang Anggota Brimob adalah KKB

Ilustrasi Kelompok Separatis. Foto-Freepik/Kjpargeter

apahabar.com, JAKARTA – Seorang anggota Brimob di Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua, tewas karena dianiaya oleh orang tak dikenal.

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri menyebut, ada indikasi pelaku penyerangan yang menewaskan anggota Brimob itu adalah kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Namun, untuk memastikannya, anggota masih menyelidiki,” kata Mathius di Jayapura, soal anggota Brimob dianiaya, seperti dilansir Antara, Minggu (19/6/2022).

Penyerangan tersebut menyebabkan Bripda Diego Rumaropen meninggal dunua. Kelompok tersebut juga mengambil dua senjata api milik petugas.

Minggu (19/6/2022) pagi tadi, Tim Penegakan Hukum dari Satgas Damai Cartenz dan 32 anggota Brimob diberangkatkan ke Wamena untuk mengusut kasus penganiayaan anggota Brimob tersebut.

“Saya dan Dirkrimum, Senin (20/6) akan ke Wamena untuk melihat langsung sekaligus mengevaluasi apa yang terjadi dan apakah sudah sesuai standar operasi (SOP) di daerah rawan, ” jelas Fakhiri, kutip Okezone.

Untuk memperkuat penyelidikan yang dilakukan Polres Jayawijaya, kata Fakhiri, Polda Papua telah pula mengirim tambahan pasukan ke Wamena untuk penegakan hukum.

“Pagi tadi, selain 32 anggota Brimob, juga diberangkatkan Satgas Penegakan Hukum Damai Cartenz ke Wamena untuk melakukan investigasi dan penegakan hukum,” katanya.

Penyelidikan internal juga dilakukan, apakah sudah sesuai standar operasi (SOP) karena pihaknya selalu menekankan penerapan body system ketika petugas di daerah rawan, setidaknya ada lima orang.

“Namun, dari laporan yang diterima, saat insiden terjadi mereka hanya berdua,” kata Irjen Fakhiri.

Kronologi

Insiden penganiayaan itu terjadi di Napua atau sekitar 5 kilometer dari Wamena. Penganiayaan tersebut menewaskan seorang anggota Brimob.

Para pelaku juga mengambil senjata organik Polri yang dibawa dua petugas. Dua senjata api organik Polri yang dibawa lari pelaku yaitu AK101 dan SSG08 (sniper).

Insiden tersebut berawal saat AKP R dimintai tolong warga untuk menembak sapi miliknya di Napua. AKP R bersama Bripda Diego Rumaropen, Sabtu (18/6) ke Napua.

Setelah menembak sapi, AKP R menitipkan senjata yang dibawanya kepada korban. Beberapa saat kemudian datang sekelompok warga dan menyerang korban hingga meninggal kemudian mengambil kedua dua senjata api tersebut.

Dimakamkan di TMB Wamena

Jenazah Bripda Diego Rumaropen, anggota Brimob Polda Papua yang menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal (OTK) di Napua, Kabupaten Jayawijaya, akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia (TMB) Wamena.

Kapolres Jayawijaya AKBP Syafeii mengaku belum mengetahui waktu pemakaman korban karena masih menunggu informasi dari keluarga. Dia mengatakan, keluarga maupun kepolisian tengah mengurus pemakaman Diego.

“Keluarga berharap agar jenazah Bripda Diego dimakamkan di TMB sehingga saat ini sedang diurus segala sesuatunya,” kata Syafeii, seperti dilansir Antara, Minggu (19/6/2022).

Menurut dia, kepolisian belum bisa memastikan pelaku penyerangan yang menyebabkan korban tewas. Pelaku pun mengambil dua pucuk amunisi organik Polri.

“Saat ini kami sedang meminta bantuan tokoh masyarakat dan tokoh agama agar masyarakat yang membawa senjata api tersebut dapat mengembalikan,” ujar Syafeii.

Pendekatan ke Masyarakat

Syafeii mengatakan, kepolisian terus melakukan pendekatan ke masyarakat agar senjata api itu diserahkan kembali karena dikhawatirkan dapat disalahgunakan.

Sebelumnya, insiden tewasnya anggota Brimob Polda Papua beserta hilangnya dua pucuk senjata api terjadi sekitar pukul 17.00 WIT, Sabtu 18 Juni 2022, di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya.

Dua pucuk senjata api organik Polri yang dibawa lari pelaku adalah senjata api bahu jenis AK101 dan SSG08. Insiden tersebut berawal saat AKP R dimintai tolong warga untuk menembak sapi miliknya di Napua.

AKP R bersama Bripda Diego Rumaropen kemudian ke TKP dan setelah menembak sapi, AKP R menitipkan senjata api yang dibawanya kepada korban.

Beberapa saat kemudian datang sekelompok warga dan menyerang korban hingga meninggal dan mengambil kedua pucuk senjata api.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Ukraina Diserang Rusia, Klitschko Bersaudara Sudah Siap Angkat Senjata

News

Serbu! Ada 2.700 Lowongan Kerja BUMN, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
MotoGP Mandalika

News

Gerindra Sebut Penyelenggaraan MotoGP di Mandalika Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

News

Tetap Lindungi Rakyat Kecil, Penyesuaian Tarif Listrik Berlaku Hanya untuk Pelanggan Mampu 3.500 VA ke Atas

News

Spesifikasi Sukhoi Su-30 Rusia yang Diklaim Ditembak Jatuh Ukraina
PPKM

News

Ketahui Aturan PPKM Level 3 Banjarmasin Saat Ramadan
Galuh

News

Galuh Kalsel Dukung Pemindahan Ibu Kota Provinsi ke Banjarbaru
Harga Minyak

News

Harga Minyak Dunia Melonjak ke Level Tertinggi dalam 13 Minggu Terakhir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com