Amuk Jago Merah di Balikpapan Hanguskan Rumah hingga Motor Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita
agustus

Kenapa Sering Terjadi Kecelakaan di Km 92 Tol Cipularang?

- Apahabar.com     Selasa, 28 Juni 2022 - 08:15 WITA

Kenapa Sering Terjadi Kecelakaan di Km 92 Tol Cipularang?

Ilustrasi kecelakaan di Tol Cipularang. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Kecelakaan yang melibatkan 17 kendaraan di Tol Cipularang Km 92 baru terjadi, Minggu (26/6) malam.

Kronologi bermula bus Laju Prima yang menabrak belasan kendaraan di depannya. Hal ini disampaikan olehh Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Ruas Tol Ciularang AKP Denny Catur.

“Kendaraan bus Laju Prima diduga mengalami rem blong sehingga menabrak sejumlah kendaraan di depannya. Kecelakaan beruntun ini melibatkan beberapa kendaraan sekaligus karena memang saat kejadian, lalu lintas sedang padat,” ucapnya dilansir dari Kompas.com, Senin (26/6/2022).

Melihat lokasi kejadian kecelakaan yang terjadi di Km 92 Tol Cipularang, sebelumnya juga kerap terjadi kecelakaan serupa. Misalnya seperti tabrakan beruntun lima tahun lalu di mana ada satu korban meninggal.

Selain itu, bus dan truk yang alami rem blong di lokasi tersebut juga kerap terjadi. Lalu apa yang menjadi alasan Jalan Tol Cipularang khususnya di Km 90 sampai Km 100 kerap jadi lokasi kecelakaan?

Ahmad Wildan, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengatakan kondisi jalan di area tersebut punya turunan yang panjang. Mulus dan lebar.

“Di sana itu panjang turunannya sampai 4 Km, dengan jalan yang lebar dan mulus membuat pengemudi kadang lengah. Mereka jadi memacu kecepatan dengan sangat tinggi, pakai gigi tinggi,” ucap Wildan masih dari Kompas.com, Senin (26/6).

Wildan menjelaskan jalan tersebut menciptakan kondisi yang menantang bagi kendaraan yang melintas. Apalagi kalau kondisi kendaraan tidak dalam kondisi prima apalagi layak jalan, termasuk kondisi psikologis pengemudi.

“Kegagalan pengereman mengancam mereka (bus dan truk). Sedangkan untuk kendaraan pribadi, mereka biasanya kehiangan kendali, mengalami understeer atau oversteer, karena selain turunan, dia juga belokan,” kata Wildan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Jakarta Melayu Festival: Bentuk Apresiasi Buat Tenaga Kesehatan Hadapi Pandemi

News

3 Hari Belum Ditemukan, Pencarian Putra Ridwan Kamil di Sungai Aare Terus Dilakukan
Menteri BUMN Erick Thohir

News

Erick Thohir Ungkapkan Kerja Sama dengan UEA Akan Tingkatkan Ekonomi Indonesia
Tiket giias 2022

News

Harga Tiket GIIAS 2022 Tak Alami Kenaikan, Ada Promo Spesial di HUT ke-77 RI

News

Target 1 Juta Barel 2030 Dinilai Ambisius, Komisi VII DPR: Butuh Akuisisi Blok Baru Sebesar Rokan dan Cepu

News

Dalam Hitungan Jam, Spesialis Garong Tower Tabalong Ditangkap
Lebaran

News

Tunggu! Pemerintah Masih Bahas Penyesuaian Cuti Bersama Lebaran 2022

News

Di Depan Elite PDI Perjuangan, Cak Nun Sebut Presiden Sekarang Belum Tepat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com