Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu…

Kepala BNPT: ASN Masuk Kelompok Rentan Terpapar Radikalisme

- Apahabar.com     Selasa, 21 Juni 2022 - 00:03 WITA

Kepala BNPT: ASN Masuk Kelompok Rentan Terpapar Radikalisme

Ilustrasi ASN. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Aparatur sipil negara (ASN) dinilai rentan terpapar radikalisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengungkape berharap edukasi wawasan kebangsaan juga dilakukan di lingkungan pegawai negeri.

“Kita juga menyadari bahwa pegawai negeri termasuk juga salah satu kelompok yang rentan pengaruh untuk terpapar (radikalisme),” kata Boy Rafli kepada wartawan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, dikutip dari CNNIndonesia, Senin (20/6/2022).

Boy mengatakan BNPT telah melakukan pengawasan terhadap rumah-rumah ibadah yang mengarah kepada ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Menurutnya, ada rumah ibadah di lingkungan pemerintahan yang dipakai menyebarkan propaganda paham radikal.

“Jadi kami sudah beberapa kali bekerja sama, ada pengawasan-pengawasan rumah ibadah yang mengarah kepada ideologi kekerasan, rumah ibadah yang berada di lingkungan lembaga dipakai untuk propaganda. Itu sudah pernah dilakukan, jadi beberapa tahun lalu kita sudah melakukan itu,” ujarnya.

Dia meminta para pimpinan lembaga tidak bosan memberikan wawasan kebangsaan bagi seluruh anggotanya. Menurutnya, hal itu sebagai upaya untuk merawat SDM di lembaga tersebut agar terhindar dari paham radikalisme.

“Pimpinan lembaga tentunya sebagai pimpinan pasti memahami dengan baik dasar-dasar berorganisasi, ketentuan-ketentuan hukum terkait dengan ASN dan kewajiban-kewajiban organisasi di dalam rangka merawat SDM-nya,” ucap Boy.

“Jadi merawat SDM nomor satu adalah kita memohon kepada seluruh pimpinan lembaga untuk tidak bosan-bosan menyelenggarakan kegiatan wawasan kebangsaan, penguatan nilai-nilai moderasi dalam beragama. Jadi kita mengkoordinasikan semaksimal mungkin agar program-program itu bisa berjalan,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan penguatan empat pilar merupakan kewajiban bersama masyarakat Indonesia, yaitu penguatan pemahaman mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Yang terpenting ke depan ini para ASN-ASN tentu harus kita jaga bersama. Kami mengingatkan bahwa penguatan empat pilar kebangsaan kita itu adalah kewajiban bersama, penguatan empat konsensus nasional adalah kewajiban bersama,” imbuhnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Polsek Simpang Empat Tanbu Gulung Dua Pengedar dan Satu Pemakai Sabu
Sabu Banjarbaru

News

Miliki Sabu, Warga Keruing Banjarbaru Diciduk Polisi

News

Ada Kabar Baik dari Kemenkes Soal Hepatitis Akut Misterius RI

News

Tak Ada Alkohol dan LGBT di Piala Dunia 2022 Qatar
Ketua Komisi I DPRD Tala, Yoga Pinis Suhendra

News

Vital Sokong KI Jorong, Pelabuhan Pelaihari Swarangan Belum Maksimal
Hepatitis

News

Beda Hepatitis Akut dan Hepatitis Biasa Versi Kemenkes
Sidang

News

Sidang Kasus Penyebaran Hoaks Bahar Smith Digelar Besok

News

Polisi Segera Sita Aset Indra Kenz Senilai Rp57,2 M Terkait Binomo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com