Amuk Jago Merah di Balikpapan Hanguskan Rumah hingga Motor Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita
agustus

Kurang 12 Jam, Macan Barbar Tangkap Penculik Anak di Bawah Umur di Batola

Macan Barbar, Tim Reskrim Polsek Liang Anggang, Banjarbaru, berhasil menangkap pelaku penculikan anak di bawah umur kurang dari 12 jam.
- Apahabar.com     Minggu, 26 Juni 2022 - 12:34 WITA

Kurang 12 Jam, Macan Barbar Tangkap Penculik Anak di Bawah Umur di Batola

Amad (40), pelaku penculikan anak di bawah umur berhasil ditangkap Mancan Barbar Banjarbaru saat berusaha kabur ke Batola. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARBARU – Macan Barbar, Tim Reskrim Polsek Liang Anggang, Polres Banjarbaru, berhasil menangkap pelaku penculikan anak di bawah umur kurang dari 12 jam. Pelaku ditangkap di Barito Kuala (Batola).

Pelaku berinisial AP alias Amad (36) yang tinggal di Jalan Martapura Lama Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

Kapolsek Liang Anggang, AKP Yuda Kumoro Pardede melalui Kasi Humas Aiptu Kardi Gunadi membenarkan ihwal penangkapan pelaku penculikan tersebut.

Diterangkannya, laporan penculikan anak di bawah umur diterima Polsek Liang Anggang pada Sabtu (25/6) sekira pukul 04.00 Wita.

Pelapor wanita berinisial SM (40) mendapati anaknya tidak ada di rumah, namun malah dihubungi Amad prihal uang tebusan.

Dijelaskan Kardi dari cerita SM, pada hari itu sekira pukul 03.00 Wita, dirinya dan Amad bertemu. Amad mengaku cemburu dengan SM yang bekerja di warung kawasan Sungai Tabuk.

Kemudian, di antara keduanya terjadi cekcok. “Amad sempat memukul SM dengan Alquran dan mengancamnya dengan pisau,” ujar Kardi Minggu (26/6) siang.

SM yang ketakutan lalu berlari mencari perlindungan ke Polsek Sungai Tabuk. Ia bergegas pulang ke kontrakannya di Jalan Kurnia Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Saat tiba di kontrakan, ia tak mendapati anaknya RIS (4,5), selain itu kendaraan roda dua dan HP miliknya juga tidak ada.

Hingga beberapa saat, Amad menghubungi SM. Menanyakan sertifikat tanah yang pernah dititipkannya kepada SM. Serta meminta uang sebesar Rp20 juta seraya mengancam akan menjual RIS jika SM tidak memenuhi semua keinginannya.

Atas perihal itu, SM langsung melapor ke Polsek Liang Anggang. Mendapati laporan tersebut, sekira pukul 06.00 Wita Unit Opsnal Reskrim Polsek Liang Anggang dipimpin Aiptu Deden A Lesmana, bergerak melakukan penyelidikan.

Mereka mendapatkan informasi bahwa Amad berada di Batola. Tim pun melakukan pengejaran dan pencarian keberadaan pelaku.

Sekira pukul 17.30 Wita, saat tim melintas di Kecamatan Mekarsari Kelurahan Jelapat II Kabupaten Batola, mencurigai salah satu pengendara yang diduga sebagai Amad sedang bersama RIS.

Kemudian dilakukan pengejaran, dan rupanya benar itu adalah Amad. Sehingga petugas langsung mengamankannya yang saat itu sedang bersama korban.

“Pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Liang Anggang untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ungkap Kardi.

Motif Penculikan

Setibanya di Mapolsek, Amad diinterogasi. Pelaku mengakui perbuatannya dan pernah 2 kali menjalani proses hukum perkara pencurian dan senjata tajam.

Motifnya melakukan penculikan, diawali karena rasa cemburu terhadap SM hingga timbul niat melakukan hitung-hitungan.

Amad meminta kembali uang yang pernah diberikannya kepada SM sebesar Rp4 juta. Dan meminta uang sebesar Rp20 juta dengan alasan mengganti upah mengurus RIS selama 6 bulan. Apabila disanggupi barulah Amad mau menyerahkan RIS kepada SM.

Amad mengaku merencanakan penculikan sesaat setelah terjadi cekcok dengan SM. Anak SM, RIS digunakan Amad sebagai jaminan setelah seluruh permintaan dipenuhi.

Sedangkan kendaraan roda dua milik SM digunakannya karena Amad tidak memiliki sarana transportasi. Sementara HP SM yang dibawanya, diakuinya bahwa dulu HP tersebut miliknya sebelum diberikan ke SM.

Diduga antara SM dan Amad memang saling mengenal sebelumnya. Kini, atas perbuatannya, Amad terancam Pasal 83 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 atau Pasal 328 KUHP terkait tindak pidana penculikan anak. “Ancaman hukuman 15 tahun,” tuntas Kardi.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

CBR

Hot Borneo

Deklarasi CBR Banjarbaru, Harap Tingkatkan Pariwisata Banua
Film Layar Banjar 2022

Hot Borneo

Film Layar Banjar 2022 Sukses Digelar, 41 Karya Anak Banua Berhasil Diputar

Hot Borneo

Digandeng Sony Music, Primitive Monkey Noose Jadi Angin Segar dalam Budaya Musik Pop Banjar
Wahid

Hot Borneo

Sidang Perdana: KPK Bongkar Tajirnya Bupati Wahid, Duitnya Segudang!
ATM Bank Kalsel

Hot Borneo

Dugaan Skimming Penyebab Duit Nasabah Bank Kalsel Raib Menguat
Warga Kota Banjarmasin mulai menjalankan jamban komunal. Foto-Bahaudin Qusairi/apahabar.com

Hot Borneo

Jamban Komunal Solusi BAB di Sungai Banjarmasin, Kesehatan Warga Diutamakan
Direktorat Intelkam Polda Kalsel bersama Kemenag Banjar mengelar Silaturrahmi bersama Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Karang Intan dengan Ponpes Al Qur'an Darul Inqilabi. Foto-Istimewa

Hot Borneo

Intelkam Polda Kalsel-Kemenag Banjar ke Ponpes Alquran Darul Inqilabi, Ini yang Dibahas
pertikaian tapin

Hot Borneo

Geger Bapak Pemenggal Lengan di Parigi Tapin Bebas, Cek Faktanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com