Duh, ASN di Banjarmasin Masih Ada Tak Taat Pajak Cuaca Kalsel Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Siang Berpotensi Hujan di Seluruh Wilayah Kapolres Angkat Bicara, Kapolsek Bungkam Soal Penembakan Maut Martapura Dugaan Skimming Bank Kalsel, Bank Sentral Angkat Bicara Pemerintah Canangkan Subtitusi Komoditas Impor Beralih ke Produk Dalam Negeri
agustus

Mengenal Alessa eX3000, Sepeda Motor Listrik Buatan dalam Negeri

Motor listrik saat ini memiliki minat yang luar biasa. Apalagi banyak brand motor listrik yang sudah mengaspal di Tanah Air....
- Apahabar.com     Sabtu, 25 Juni 2022 - 21:50 WITA

Mengenal Alessa eX3000, Sepeda Motor Listrik Buatan dalam Negeri

Sepeda motor listrik Alessa eX3000. Foto-Antara/HO

apahabar.com, JAKARTA – Motor listrik saat ini memiliki minat yang luar biasa. Apalagi banyak brand motor listrik yang sudah mengaspal di Tanah Air.

Termasuk brand dalam negeri, seperti Alessa eX3000 yang dikenalkan PT Alessa Motors Nusantara kepada pencinta motor listrik Tanah Air.

Sepeda motor listrik Alessa eX3000 mengusung teknologi smart battery dan dirakit langsung di Cikarang, Jawa Barat.

“eX3000 adalah produk dalam negeri, merek dalam negeri dan 100 persen dimiliki orang Indonesia. Perusahaannya berdiri dari tahun 2019, bukan dari penanaman modal asing (PMA),” kata President Director & Founder Alessa Motors Nusantara, Dr. Ing Tindjaja Soetadji dalam siaran resmi seperti dilansir Antara, Sabtu (25/6).

Soetadji menjelaskan, pabrik Alessa Motors di Cikarang mampu memproduksi sepeda motor listrik sebanyak 200 unit per hari.

“Kapasitas produksi kami 200 unit per hari. Perusahaan kami mengadopsi strukturnya perusahaan startup, tidak punya karyawan dalam jumlah banyak tapi kami bermitra dengan perusahaan UKM lainnya,” kata Soetadji.

Doktor bidang robotik lulusan Jerman itu menjelaskan, eX3000 menggunakan smart battery dengan daya 2 Kwh. Sementara sejumlah motor di kelas yang sama memiliki daya baterai di bawahnya yaitu 1,2 atau 1,5 Kwh.

“Dengan daya 2 Kwh tersebut, jarak tempuh baterai eX3000 bisa mencapai kecepatan rata-rata 70 km/jam,” jelas dia. “Kami datang dengan konsep spesifikasi tinggi, harga terjangkau. Desain kita minimalis tapi bergaya anak muda,” kata Soetadji.

Soetadji menjelaskan, Alessa berencana menyediakan ekosistem kendaraan listrik lengkap mulai dari baterai, charging & swap station hingga aplikasi perangkat lunaknya.

Guna memaksimalkan pelayanan, Alessa dalam enam bulan ke depan akan membangun 200 charging & swap station. Selain di Jabodetabek, Alessa juga akan membangun charging & swap station di beberapa daerah lain di Indonesia.

Soetadji berharap iklim industri otomotif berbasis listrik di Indonesia dapat semakin positif yang disertai kejelasan regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah.

Handojo Sutjipto selaku Commissioner & Co-Founder PT Alessa Motor Nusantara berharap pemerintah Indonesia yang telah menargetkan Net Zero Emissions di 2060 akan mendukung industri otomotif berbasis listrik buatan dalam negeri.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Saldo Rekening Doni Salaman Akhirnya Terbongkar, Isinya Bikin Publik Melongo. Foto-Istimewa

Relax

Saldo Rekening Doni Salaman Akhirnya Terbongkar, Isinya Bikin Publik Melongo

Relax

Jangan Abai! Berikut Efek Malas Mencuci Motor di Musim Hujan

Relax

Putra Siregar-Rico Valentino Mendekam di Balik Jeruji Besi, Septia Siregar Beberkan Fakta Baru!
Stuntman

Relax

Berprofesi Sebagai Stuntman, 2 Pasangan Ini Bikin Geger Gegara Membakar Diri di Pernikahan

Relax

Ratusan Warga Tanah Abang Serukan Penolakan LGBT di Citayam Fashion Week!
Hompipah Alaium Gambreng

Relax

Dibuat Merinding, Ternyata Ini Arti Nyanyian ‘Hompipah Alaium Gambreng’
Viral 'Hajatan Sultan', Tamu Bawa Pulang Air Galon hingga Box Kontainer Makanan.

Relax

Viral ‘Hajatan Sultan’, Tamu Bawa Pulang Air Galon hingga Box Kontainer Makanan

Relax

Curhat Punya Utang Ratusan Juta karena Ditekan Ortu, Wanita Ini Banjir Nasihat dari Warganet
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com