Satu Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Ditemukan, Identitas Belum Diketahui Jelang Wukuf, Kesehatan Jemaah Haji Kalsel Terus Dikontrol Temui Zelenskyy dan Putin, Jokowi Bawa Misi Penting Negara Berkembang Manuver Plt Bupati HSU Soal Pasar Alabio, Prof Denny: Ada yang Tidak Beres Tahanan Tewas Banjarmasin, IPW Desak Pertanggungjawaban Dua Tingkat

Menuju Desa Wisata Terbaik 2022, Kubah Habib Basirih Akan Dinilai Sandiaga Uno

- Apahabar.com     Rabu, 1 Juni 2022 - 18:10 WITA

Menuju Desa Wisata Terbaik 2022, Kubah Habib Basirih Akan Dinilai Sandiaga Uno

Sejumlah anak-anak berziarah ke dalam Kubah Habib Basirih di kawasan Banjarmasin Selatan. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, dijadwalkan bertandang ke Kubah Habib Basirih, Sabtu (4/6).

Kedatangan Sandiaga ke kawasan Banjarmasin Selatan itu terkait visitasi dan penilaian lapangan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Diketahui Kubah Habib Basirih atau Habib Hamid Bin Abbas Bahasyim masuk 50 besar desa wisata nasional, setelah memenuhi kriteria yang ditentukan Kemenparekraf.

Selanjutnya 50 desa tersebut akan menjalani tahap visitasi dan penilaian lapangan (field assessment) yang langsung dilakukan Sandiaga Uno, beserta sejumlah juri.

Untuk menyambut kedatangan Sandiaga Uno dan tim penilai, persiapan pun sudah dilakukan intansi terkait.

Baca juga: Kubah Habib Basirih Banjarmasin Tembus 50 Besar Desa Wisata Terbaik Indonesia

“Menghadapi penilaian tersebut, kami bekerja sama dengan Pemkot Banjarmasin dan Pokdarwis Habib Basirih,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, melalui Kabid Pengembangan Destinasi Wisata, Mugeni, Rabu (1/6).

“Semua patut berbangga, karena Kalsel dikenal sebagai daerah yang kental nuansa religi. Selain Kubah Basirih, Kalsel juga memiliki wisata religi lain di antaranya Kubah Datu Kalampayan dan Guru Sekumpul,” pungkasnya.

Sebelum menembus 60 besar, Pokdarwis Kubah Habib Basirih bersaing dengan 3.419 desa wisata di seluruh Indonesia.

Kemudian 500 desa dinyatakan lolos administrasi, lalu dikerucutkan lagi menjadi 300 peserta, hingga akhirnya tersisa 100 peserta.

Setelah dilakukan evaluasi terhadap 100 desa terpilih, Kemenparekraf menyusun 50 besar ADWI 2022.

Terdapat tujuh indikator yang menjadi penilaian, yakni daya tarik pengunjung, homestay, toilet umum, suvenir, digital dan kreatif, CHSE dan kelembagaan.

CHSE sendiri berarti Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan).

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Porter pelabuhan Trisakti Banjarmasin

Hot Borneo

Inspiratif, Cerita Porter Tua Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Sejak Era Soeharto
Kebakaran di Deasa Habau Tabalong

Hot Borneo

Polisi Beberkan Kronologis Kebakaran di Habau Tabalong
Air Macet

Hot Borneo

Berbulan-bulan Air Macet, PT Air Minum Intan Banjar Terindikasi Maladminstrasi
Razia

Hot Borneo

Razia Kamar Lapas Banjarmasin, Petugas Temukan Paku Hingga Sajam Rakitan
Riska Banjarmasin

Hot Borneo

Dari Kasus Riska, Jangan Gegabah Menuding Cewek Open BO
Kongres Pertama APBI

Hot Borneo

Kongres Pertama APBI, Mahasiswa Kedokteran Tiongkok Asal Kalsel Terpilih Sebagai Ketua

Hot Borneo

Ditemui Wali Kota Banjarbaru, Demonstran Suarakan Sederet Tuntutan

Hot Borneo

Mobil Boks Es Tabrak Dua Pemotor di Balikpapan, Satu Kritis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com