Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Modus Pacaran, Gadis 14 Tahun di Samarinda Diperdagangkan

- Apahabar.com     Kamis, 23 Juni 2022 - 22:34 WITA

Modus Pacaran, Gadis 14 Tahun di Samarinda Diperdagangkan

Dua terduga pelaku perdagangan wanita Samarinda. Foto: istimewa

apahabar.com, SAMARINDA – Masih belia, 2 pemuda di Samarinda ditangkap lantaran memperdagangkan wanita. Masing-masing berinisial RD (24) dan GN (17) .

Korbannya adalah seorang gadis berusia 14 tahun. Remaja ini dijual oleh RD dan GN via aplikasi Michat.

Kasusnya terbongkar setelah petugas mencurigai aktivitas kedua pelaku.

Mereka berdua tinggal bersama di sebuah indekos Jalan Lambung Mangkurat, Sungai Pinang Dalam, Sungai Pinang.

Petugas pun mengamankan keduanya pada Selasa (21/6) sekira pukul 10.30.

Terungkap jika kedua pelaku memiliki peran masing-masing.

“RD bertugas memacari korban, sementara pelaku satunya memasarkan korban melalui aplikasi MiChat,” kata Kapolsek Sungai Pinang, AKP Noordhianto, Kamis (23/6).

Modus yang digunakan kedua pelaku yakni RD memacari korban terlebih dahulu.

Setelah berpacaran kurang lebih tiga minggu, korban dibujuk agar mau dijual ke pria hidung belang untuk mendapatkan uang.

Kemudian pelaku GN menggunakan foto korban di akun aplikasi MiChat untuk mencari pelanggan.

“Sekitar satu bulanan ini korban dijajakkan oleh pelaku,” tuturnya.

Dari hasil keterangan pelaku, setiap kali ada pria hidung belang yang mengajak korban, pelaku meminta imbalan seharga Rp800 ribu untuk satu kali kencannya.

Kemudian pelaku menentukan lokasi pertemuan keduanya untuk melakukan hubungan suami istri.

“Sudah 10 kali menerima pelanggan. Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari,” tambah Noordhianto.

Saat ini polisi masih terus melakukan pendalaman kasus. Tidak menutup kemungkinan adanya korban lain yang dijual dengan modus yang sama.

“Sementara ini masih satu korban, kami masih lakukan pengembangan, tidak menutup kemungkinan ada korban lain,” ujarnya.

Sementara itu korban telah dibawa keluarganya ke Kutai Timur lantaran mengalami depresi akibat kejadian tersebut. Korban akan menjalani pemulihan psikologis bersama keluarganya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kejati Kalsel

News

Tiba di Banua, Kajati Kalsel yang Baru Minta Dukungan Masyarakat

News

Serunya Belajar Bisnis Kopi di Kontainer UKI Cawang, Hipmi Gandeng Kapal Api Grup
Presiden Joko Widodo

News

Hindari Kepadatan Arus Balik, Presiden Jokowi Imbau Pemudik Kembali Lebih Awal
Perang

News

Kemenlu Ukraina: Pasukan Rusia Tembaki Masjid di Mariupol
Golkar

News

Incar Kursi Wali Kota Banjarmasin, Golkar Pasang Target di Pileg 2024
Covid-19

News

Tarik-ulur Karantina Perjalanan Luar Negeri di 2 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia
Zakat Fitrah

News

MUI Kalteng Tetapkan Zakat Fitrah 1443 H Sebanyak 3,5 Liter
Jalan

News

Hari Ini Ketua Komisi III DPRD Tanbu Sidak Jalan Rusak Kabupaten
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com