Padang Ilalang Disulap Jadi Wisata Bunga di Batu Benawa HST Satu Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Ditemukan, Identitas Belum Diketahui Jelang Wukuf, Kesehatan Jemaah Haji Kalsel Terus Dikontrol Temui Zelenskyy dan Putin, Jokowi Bawa Misi Penting Negara Berkembang Manuver Plt Bupati HSU Soal Pasar Alabio, Prof Denny: Ada yang Tidak Beres

Percepat Penurunan Stunting di Batola, Wagub Muhidin Beri Masukan

- Apahabar.com     Jumat, 10 Juni 2022 - 18:59 WITA

Percepat Penurunan Stunting di Batola, Wagub Muhidin Beri Masukan

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, memimpin rapat sinergi dengan Pemkab Barito Kuala untuk percepatan penanganan stunting. Foto: Prokopimda Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Membantu percepatan penurunan stunting di Barito Kuala, Pemprov Kalimantan Selatan menggelar rapat sinergi dengan Pemkab Barito Kuala di Aula Mufakat Marabahan, Jumat (10/7).

Wakil Gubernur H Muhidin langsung memimpin rapat bersama Wakil Bupati Batola, H Rahmadian Noor, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Diauddin, serta Kepala BKKBN Kalsel.

Dalam kesempatan itu, Rahmadian Noor melaporkan bahwa penurunan stunting dilakukan melalui program Pemberian Makanan Tambahan Ibu Hamil dan Anak Balita(Permata Bunda).

“Disinergikan dengan seluruh pemerintah desa, Permata Bunda juga dialokasikan melalui Anggaran Dana Desa (ADD),” papar Rahmadian Noor.

“Kami juga melaksanakan intervensi gigi spesifik melalui program ketahanan pangan, pembangunan tempat tinggal yang layak, akses sanitasi, air bersih, serta bantuan sosial dan jaminan kesehatan,” imbuhnya.

Sementara untuk jangka panjang, dilakukan pemulihan ekonomi melalui Program Padat Karya yang dikolaborasikan melalui program Kampung Terintegrasi.

“Alhamdulillah angka stunting di Batola berangsur-angsur turun. Semula 16,81 persen di akhir 2020, sekarang turun menjadi 12,56 persen,” jelas Rahmadian Noor.

Sementara Wagub Muhidin mengapresiasi upaya Pemkab Batola, sekaligus memberi masukan bantuan minuman atau susu tambahan untuk balita dari keluarga kurang mampu.

“Terkait masukan tersebut, kami akan mencoba melakukan pendekatan dengan perusahaan agar memberikan bantuan susu tambahan melalui CSR,” sahut Muhidin.

Namun untuk mendapatkan CSR, dibutuhkan data yang akurat. Tidak hanya susu, data akan dibutuhkan untuk program pencepatan pengentasan stunting lainnya.

Biasanya acuan pemetaan stunting dilakukan melalui Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) maupun Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

“Namun untuk hasil yang lebih valid dan akurat, kami kembali melakukan pendataan langsung ke masyarakat untuk memperoleh data by name by address,” tandas Muhidin.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Barito Kuala

Dari Bimtek JRA, SKPD Batola Dituntut Paham Pemusnahan Arsip

Pemkab Barito Kuala

Luput dari Kawasan Strategis Kalsel, Bupati Batola Isyaratkan Terus Berjuang
apahabar.com

Pemkab Barito Kuala

KKN di Batola, Mahasiswa UMB Juga Diminta Memberi Masukan

Pemkab Barito Kuala

Bikin Bangga, Bupati Noormiliyani Raih Anugerah Pemimpin Peduli Pengembangan TK/TP Al-Qur’an
Pemkab Batola

Pemkab Barito Kuala

Safari Ramadan Terkendala Covid-19, Begini Trik Bupati Batola
apahabar.com

Pemkab Barito Kuala

Bupati Batola: Lacak Penyebar Hoaks Warga Kabur dari Karantina SKB
apahabar.com

Pemkab Barito Kuala

Memperbaiki Hulu Ke Hilir, Batola Launching Perbup Produk Unggulan
apahabar.com

Pemkab Barito Kuala

Relaksasi PSSB, Destinasi Wisata di Batola Masih Ditutup
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com