Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Polri Tak Pecat AKBP Raden Brotoseno, Begini Penjelasan Irjen Ferdy Sambo

Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo menjelaskan alasan Sidang Kode Etik Polri (KKEP) tidak memecat AKBP Raden Brotoseno usai terjerat..
- Apahabar.com     Rabu, 1 Juni 2022 - 14:17 WITA

Polri Tak Pecat AKBP Raden Brotoseno, Begini Penjelasan Irjen Ferdy Sambo

AKBP Raden Brotoseno. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo menjelaskan alasan Sidang Kode Etik Polri (KKEP) tidak memecat AKBP Raden Brotoseno usai terjerat kasus korupsi cetak sawah di Kalimantan Barat.

Menurut Irjen Ferdy Sambo, ada sejumlah pertimbangan kenapa Brotoseno tak dipecat, di antaranya mempertimbangkan prestasi dan perilaku yang bersangkutan selama menjadi personel kepolisian.

“Pernyataan atasan AKBP R Brotoseno dapat dipertahankan menjadi anggota Polri dengan berbagai pertimbangan prestasi dan perilaku selama berdinas di kepolisian,” kata Irjen Ferdy Sambo kepada awak media, Jakarta, Selasa (31/5) dikutip dari Sindonews.com.

Kemudian, lanjut Ferdy Sambo, KKEP juga menimbang bahwa rangkaian kejadian penyuapan terhadap AKBP R Brotoseno dari terpidana lain Haris Artur Haidir dalam hal ini penyuap, dalam sidang Kasasi dinyatakan bebas pada tahun 2018. Sebagaimana Nomor Putusan :1643-K/pidsus/2018. Tanggal 14 November 2018.

“Terduga pelanggar telah menjalani masa hukuman 3 tahun 3 bulan dari putusan PN Tipikor 5 tahun karena berkelakuan baik selama menjalani hukuman di Lapas,” ujar Ferdy Sambo.

Meski begitu, Sambo memastikan, meskipun tidak dipecat, Brotoseno telah dijatuhi sanksi demosi terkait dengan perbuatannya tersebut.

“Direkomendasikan dipindahtugaskan kejabatan berbeda yang bersifat demosi,” tandas Ferdy Sambo.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak agar Polri menjelaskan kepada masyarakat perihal status AKBP Raden Brotoseno, eks narapidana korupsi yang masih aktif di institusi Polri.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan persnya mengatakan pihaknya pada awal Januari 2022 melayangkan surat kepada As SDM Polri Irjen Pol. Wahyu Widada perihal permintaan klarifikasi status anggota Polri atas nama Raden Brotoseno.

Raden Brotoseno merupakan terpidana dalam kasus penerimaan suap dari pengacara kasus korupsi cetak sawah di Kalimantan Barat periode 2012-2014.

Ia ditangkap oleh tim Bareskrim pada 2016 dan tahun 2017 dinyatakan bersalah oleh pengadilan dengan vonis hukuman pidana 5 tahun penjara.

Sejak 15 Februari 2020, Brotoseno telah bebas bersyarat. Ia dinilai telah memenuhi syarat administratif dan substantif untuk mendapatkan hak remisi dan pembebasan bersyarat sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 3 Tahun 2018.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Ketum HIPMI Bantu Bangsa Bangkitkan Ekonomi Indonesia, Tokoh NTT: Jangan Bunuh Karakternya!
Ilustrasi kecelakaan. Foto-net

News

Detail Tabrakan Maut Perawat di Pelaihari, Petaka Gagal Mendahului
Nama

News

Permendagri Baru: Nama Tak Boleh Hanya 1 Kata
Balangan

News

Sekelumit Sejarah Berdirinya Kabupaten Balangan
Sahur

News

Meriahkan Ramadan, Ada Lomba Bagarakan Sahur di Balangan
PPN

News

Kelakar Menteri Sri Soal Pejabat Superkaya: Pajaknya Banyak
pawai obor

News

Pawai Obor Warnai Kampung-Kampung Balikpapan Sambut Ramadan 2022
Banjarmasin

News

Alasan Pandemi, Anggaran ‘Super Jumbo’ Pilkada Banjarmasin 2024 Dinilai Tak Relevan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com