Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu…

Puskesmas Birayang Penuh Pasien Diare, Mayoritas dari Cukan Lipai HST

- Apahabar.com     Rabu, 15 Juni 2022 - 20:30 WITA

Puskesmas Birayang Penuh Pasien Diare, Mayoritas dari Cukan Lipai HST

Dokter visit memeriksa anak yang terkena diare di ruang rawat inap Puskesmas Birayang, Rabu (15/6)./Foto: apahabar.com/Lazuardi.

apahabar.com, BARABAI – Ruang rawat inap di Puskesmas Birayang Desa Lok Besar, Hulu Sungai Tengah (HST), penuh pasien penderita diare.

Terhitung sejak 12 – 15 Juni tadi, ada 12 pasien yang dirawat inap maupun rawat jalan.

Meminjam catatan Puskesmas Birayang, pasien yang dirawat paling banyak berasal dari Desa Cukan Lipai Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS).

Sementara tiga lainnya berasal dari luar wilayah kerja Puskesmas Birayang dan satu pasien masing-masing dari Desa Wawai, Rangas dan Birayang.

“Ruang untuk anak sudah penuh jadi masih ada pasien di IGD,” kata Pemegang Program Bagian Diare Puskesmas Birayang, Rabu (15/6).

Salah satu pasien asal Cukan Lipai, Sahdi warga sudah sejak Senin lalu dirawat di Puskesmas itu. Dia nampak lemas setelah mengalami diare.

Dia lemas setelah beberapa kali buang air besar dalam kurun waktu tertentu. Hingga akhirnya dibawa keluarga ke Puskesmas Birayang.

“Tidak datang dari mana-mana. Tidak ada makan di tempat ramai juga, tiba-tiba buang air besar terus,” kata kerabat Sahdi saat ditemui apahabar.com, Rabu (15/6).

Oleh dokter di Puskesmas, hari ini, Sahdi diperbolehkan pulang ke rumah.

“Kami menunggu resep dokter dulu baru pulang,” tutup kerabat tadi.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit  (P2P) Dinkes HST, Abdi Budiman, menyebutkan laporan dari Puskesmas, pasien mengalami sakit perut, buang air besar dan ada yang disertai muntah.

Melihat data dari Puskesmas, kata Abdi, rata-rata pasien berada disekitaran bantaran sungai. Dia menduga musim pancaroba juga ikut andil atau berkontribusi menyumbang penyakit diare.

“Seperti yang kita ketahui faktornya kan ada yang penyebabnya bakteri dan ada juga karena makanan dan minuman atau air yang terkontaminasi. Saat ini kasus ini (diare-red) belum bisa terpetakan secara global tetapi sudah ada terjadi peningkatan di wilayah kerja puskesmas di HST,” kata Abdi, Rabu (15/6).

Abdi mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di bantaran sungai, agar selalu menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat. Seperti cuci tangan dan memproses (memasak) dengan benar air untuk diminum.

“Kami juga akan mempromosikan melalui petugas mengenai kesehatan terkait pencegahan diare,” tutup Abdi.

Perlu diketahui, sepanjang Mei 2022 tadi, ada 161 orang lebih terkena diare.  Semua tercatat pada 19 unit puskesmas yang tersebar di HST.

Laporan terbanyak ada di Puskesmas Pagat Kecamatan Batu Benawa. Total ada 24 pasien yang pernah dirawat di sana.

Disusul Puskesmas Barabai. Ada19 pasien tercatat mengalami diare. Kemudian Puskesmas Birayang sebanyak 17 pasien.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kebakaran Basarang

Hot Borneo

Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Basarang Kapuas
Pasar Alabio

Hot Borneo

Sengkarut Pasar Alabio: Pemkab HSU Berat di ‘Duit Sumbangan’

Hot Borneo

Bobol Dua Rumah Kosong di Alalak Batola, Ayah dan Anak Diciduk di Banjarmasin
Food

Hot Borneo

Serius Bangun Food Estate di Banua, Dewan Kalsel Minta Bantuan Legislator Senayan
Apdesi Tabalong

Hot Borneo

APDESI Tabalong Gandeng Telkom Bentuk Desa Digitalisasi, Bupati: Bentuk Keseriusan Memajukan Daerah
ASN

Hot Borneo

Masih Mudik, Sejumlah ASN Pemprov Kalsel Kerja dari Rumah
Wali Kota Ibnu Sina

Hot Borneo

Reaksi Ibnu Sina Ketika Tahu Insiden Maut BPK Terulang Lagi
Elpiji Kalsel

Hot Borneo

[Analisis] Bom Waktu Kenaikan Elpiji Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com