Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan Tarif PTAM Intan Banjar Naik 20 Persen, Simak Rinciannya

Resmi Ditutup, Intip Makam Internet Explorer di Korea Selatan

- Apahabar.com     Sabtu, 18 Juni 2022 - 12:57 WITA

Resmi Ditutup, Intip Makam Internet Explorer di Korea Selatan

Makam Internet Explorer yang dibangun seorang insinyur perangkat lunak di Korea Selatan. Foto: Liputan6

apahabar.com. JAKARTA – Untuk mengenang jasa Internet Explorer, seorang insinyur perangkat lunak di Korea Selatan membuat makam peramban tersebut.

Internet Explorer yang merupakan peramban kenamaan dari Microsoft, resmi ditutup sejak 15 Juni 2022 atau setelah 27 tahun beroperasi.

Sebagai aplikasi pengganti, Microsoft telah menanamkan Edge sejak 2020 sebagai peramban baku Windows 10.

Sebelum resmi ditutup, Internet Explorer merupakan browser penantang utama Netscape Navigator yang naik daun di era 1990-an.

Seiring perkembangan Microsfost, Internet Explorer kemudian diinstal di sistem operasi Windows, sehingga menjadi browser default untuk mayoritas pengguna internet.

Namun memasuki era 2000-an, popularitas Internet Explorer meredup seiring kehadiran Google Chrome, Mozilla Firefox atau Opera Browser.

Akibatnya Internet Explorer lebih sering dijadikan meme, karena lebih lambat dibandingkan aplikasi browser lain.

Kendati demikian, Internet Explorer telah memiliki banyak jasa untuk miliaran orang di dunia. Hal inilah yang mendasari Jung Ki-young membuat makam Internet Explorer.

Insinyur perangkat lunak di Korea Selatan itu membuat nisan dengan logo ‘e’ Internet Explorer berisi epitaf ‘Ia dulu sebuah perangkat yang baik untuk mengunduh peramban lain’.

“Ia menyebalkan. Namun ini sebenarnya soal benci tapi cinta, karena Internet Explorer dulu menguasai suatu zaman,” papar Jung seperti dilansir Antara.

Jung sendiri menghabiskan sekitar 430.000 won (sekitar Rp5 juta) untuk membuat makam Internet Explorer. Karya ini viral, setelah dipajang di kafe milik Jung di selatan Gyeongju.

“Saya menyesali kepergian Internet Explorer, tapi saya juga tidak merindukannya sama sekali. Tampaknya pensiun adalah kematian yang baik,” tukas Jung.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pantai Amurang minahasa

News

Pesisir Amurang Minahasa Abrasi; 31 Rumah Rusak, 266 Jiwa Mengungsi
Bansos

News

8 Bansos Siap Cair Bulan Ini, Sudah Dapat? 
WNA Korsel

News

DISETOP! Kasus Anak Tabrak Ibu hingga Tewas Saat Mudik
Korupsi HSU

News

Babak Baru Skandal Bupati Nonaktif HSU, Wahid Segera Disidang di Banjarmasin
PKT

News

Demplot PKT Tingkatkan Hasil Jagung Banjarbaru hingga 63 Persen
Air terjun lembah kahung

News

Istimewanya Geopark Meratus, Peneliti: Tempat Belajar Sejarah Bumi
Pasien Covid-19 Wisma Atlet

News

Kasus Covid-19 di Indonesia Menurun, Kecuali di 9 Provinsi
Sahur

News

Meriahkan Ramadan, Ada Lomba Bagarakan Sahur di Balangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com