Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru Divonis 8 Tahun Penjara, Wahid Dibebaskan dari Ganti Rugi Rp26 Miliar  Apkasi Ajak Perusahaan Barang Jasa Rebut Peluang Pengadaan di Pemda Melalui APN 2022
agustus

Rusia Akan Kirim Rudal Berkemampuan Nuklir untuk Belarusia

- Apahabar.com     Senin, 27 Juni 2022 - 11:20 WITA

Rusia Akan Kirim Rudal Berkemampuan Nuklir untuk Belarusia

Sistem rudal Iskander dapat menembakkan misil hingga 500km. Foto-Reuters

apahabar.com, JAKARTA – Rusia akan mengirim sistem rudal yang mampu menembakkan misil nuklir jarak pendek kepada sekutunya, Belarusia, dalam beberapa bulan mendatang, kata Presiden Vladimir Putin.

Putin berkata, sistem Iskander-M “dapat menembakkan rudal balistik dan rudal jelajah, baik tipe konvensional maupun nuklir”.

Sistem ini juga diketahui memiliki jarak tembak hingga 500km.

Ketegangan antara Rusia dan Barat semakin meningkat, menyusul keputusan Putin untuk menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Sejak itu, Putin telah beberapa kali menyebutkan soal senjata nuklir dalam pidatonya, yang oleh beberapa pihak ditafsirkan sebagai peringatan kepada negara-negara Barat untuk tak turut campur dalam konflik Rusia-Ukraina.

Saat berbicara di St Petersburg, Putin berkata Rusia akan membantu memodifikasi pesawat-pesawat perang BSU-25 milik Belarusia sehingga mereka bisa mengangkut persenjataan nuklir, sebagai respons atas permintaan Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko.

Melansir Detik.com, dalam perkembangan terpisah pada Sabtu, Ukraina berkata Rusia “telah berhasil menduduki” kota kunci di bagian timur, Severodonetsk, setelah berminggu-minggu perlawanan intens.

Pendudukan kota ini berarti Rusia kini menguasai nyaris semua wilayah Luhansk dan sebagian besar wilayah tetangganya Donetsk – dua area yang membentuk daerah industri Donbas.

Dalam pesan melalui video yang dipublikasikan Sabtu petang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersumpah pasukannya akan mengambil kembali “semua kota kami” yang saat ini diduduki Rusia.

Namun dia juga menyatakan bahwa perang dengan Rusia telah memasuki tahap emosional yang sulit dan dia tidak tahu berapa banyak lagi pukulan dan kerugian yang dapat mereka tanggung.

Dalam semalam, Rusia meluncurkan rentetan rudal yang menargetkan wilayah utara dan barat Ukraina. Setidaknya tiga orang tewas dan lebih banyak lagi korban yang terkubur di bawah puing-puing di Kota Sarny, di sebelah barat Kyiv, menurut pemerintah lokal.

Sebagian roket ini ditembakkan dari Belarusia, menurut Ukraina. Belarusia telah menyediakan dukungan logistik untuk Rusia namun mengatakan pasukan bersenjatanya tidak secara resmi terlibat dalam konflik tersebut.

Badan intelejen Ukraina berkata serangan rudal ini adalah bagian dari upaya Kremlin untuk menyeret Belarusia ke dalam perang.

Pendudukan Kota Severodonetsk terjadi sepekan sebelum diplomasi Barat terjadi. Presiden AS Joe Biden akan terbang ke Jerman untuk KTT G7, yang kemudian diikuti dengan dialog dengan NATO.

Hari ini (26/06), Presiden Indonesia Joko Widodo juga bertolak ke Jerman dan direncanakan melanjutkan perjalanan ke Moskow dan Kyiv.

Dalam beberapa bulan terakhir, aliansi Barat telah menunjukkan tanda-tanda ketegangan dan kelelahan dalam menghadapi perang di Ukraina, namun pada Sabtu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berkata Ukraina dapat memenangi perang ini dan mengalahkan Rusia.

“Sekarang bukan waktunya untuk menyerah pada Ukraina,” dia berkata.

Sementara itu, dalam pertemuan antara Putin dan Lukashenko di St Petersburg yang disiarkan melalui televisi pada Sabtu, Putin menyatakan, “Kami telah mengambil keputusan: dalam beberapa bulan ini, kami akan menyerahkan sistem rudal taktikal Iskander-M kepada Belarusia.”

Dia melanjutkan, detail dari penyerahan ini akan ditindaklanjuti oleh kementerian pertahanan kedua negara.

Sebelumnya, rudal Iskander sudah pernah dikirim ke Kaliningrad, eksklave kecil Rusia di wilayah Baltik, yang terletak di antara dua negara anggota NATO, Lituania dan Polandia.

Kedua presiden juga membicarakan keputusan Lituania untuk menghalangi perpindahan barang-barang dari dan ke Kaliningrad – sebuah tindakan yang membuat marah Moskow.

Presiden Belarusia Lukashenko menyebut tindakan Lituania ini sebagai “sebuah bentuk deklarasi perang” dan “tidak bisa diterima”.

Baja dan beberapa barang Rusia lainnya termasuk dalam produk yang dikenakan sanksi Uni Eropa, setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Lituania berkata pelarangan dari mereka hanya mempengaruhi 1% dari total pengiriman barang normal Rusia di rute tersebut, dan menampik pernyataan Rusia tentang “blokade” Kaliningrad.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kapuas covid

News

DICARI! Relawan yang Mau Bantu Penanganan Covid-19 di RS Kapuas

News

Waspada! BPOM Ungkap 6 Merek Kopi Saset yang Mengandung ‘Viagra’ dan Paracetamol

News

Palsukan Tandatangan Jusuf Kalla, Arief Rosyid Dipecat dari DMI
Presiden Joko Widodo. Foto-Istimewa

News

Sah, PNS Dapat Beralih Status Jadi Pegawai Otorita IKN
Ridwan Kamil

News

Presiden Jokowi: Ketabahan Ridwan Kamil Teladan Rakyat Indonesia
Hari Jadi

News

Harjad Kalsel & HUT RI, Dinas Pariwisata Bagikan Bendera Gratis untuk Pegendara
Reshuffle

News

Kabar Reshuffle, 2 Menteri Bidang Ekonomi Mendadak Dipanggil Istana
Banjarmasin

News

Mau Untung Malah Buntung, Pria di Alalak Selatan Dibekuk karena Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com