Berkedok Guru Spiritual, Pria Batola Cabuli Empat Jemaah, Satu dari Tapin! Dukung Industri Otomotif, SKF Siapkan Komponen Kendaraan Hybrid dan Listrik Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru
agustus

Subhan Tewas, Nasib 7 Anggota Polresta Banjarmasin di Ujung Tanduk!

Nasib tujuh anggota Polresta Banjarmasin berada di ujung tanduk.Hal ini menyusul tewasnya Subhan (31), tahanan kasus narkoba di Polresta.
- Apahabar.com     Selasa, 28 Juni 2022 - 14:48 WITA

Subhan Tewas, Nasib 7 Anggota Polresta Banjarmasin di Ujung Tanduk!

Nasib tujuh anggota Polresta Banjarmasin berada di ujung tanduk. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Nasib tujuh anggota Polresta Banjarmasin berada di ujung tanduk.

Hal ini menyusul tewasnya Subhan (31), tahanan kasus narkoba di Polresta Banjarmasin.

Dari tujuh personel, enam berpangkat Bripka dan satu Briptu.

Mereka terdiri dari penyidik dan asisten yang diperiksa tim pengawasan internal (Paminal).

Terbaru, ketujuh oknum polisi itu ditarik ke Polda Kalsel.

Jika terbukti bersalah, maka hukuman berat bakal menanti.

“Kalau etik, pasti disidang. Sambil menunggu (hasil pemeriksaan, red) mungkin,” ucap Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Rifa’i, Selasa (28/6).

Saat ini, kata Rifai, ketujuh personel tengah berada di bawah pengawasan Bidpropam Polda Kalsel.

“Anggota yang diduga melanggar dibina Bidpropam. Itu yang paling utama,” kata polisi berpangkat melati tiga ini.

Sebelumnya, pemeriksaan terhadap anggota Polresta Banjarmasin terkait kematian Subhan berjalan di Bidpropam Polda Kalsel.

Pada 14 Juni 2022 lalu, tim pengawasan internal (Paminal) diterjunkan Propam Polda Kalsel.

Mereka fokus untuk mengusut kasus kematian Subhan, tersangka narkoba yang tewas usai ditangkap.

Kabid Propam Polda Kalsel, Kombes Djaka mengatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota.

“(Yang diperiksa, red) penyidik dan pembantu penyidik. Selebihnya silakan ke kabid humas,” ungkap Djaka pada Kamis (16/6).

Sekadar diketahui, Subhan adalah tahanan narkoba Polresta Banjarmasin asal Pekapuran.

Jumat sore 3 Juni, dia ditangkap atas dugaan mengedar sabu-sabu.

Malang, Sabtu 11 Juni Subhan dikabarkan meninggal dunia usai dirawat di RS Bhayangkara Banjarmasin.

Keluarga merasa kematiannya syarat kejanggalan. Pasalnya di tubuhnya didapati sejumlah luka hingga lebam. Muncul kecurigaan Subhan menjadi korban penganiayaan.

Namun, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo mengklaim kematian Subhan disebabkan serangan jantung.

“Untuk keluarga sudah mendengar penjelasan dokter langsung,” kata Kombes Sabana singkat saat dikonfirmasi.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hujan Es Banjar

Hot Borneo

Fenomena Hujan Es di Kabupaten Banjar, Begini Penjelasan BMKG

Hot Borneo

Korupsi Dana Desa, Eks Kades dan Kasi Kesra Tamiyang Tabalong Resmi Ditahan
Pemkab Kapuas

Hot Borneo

Lancar Bayar Rekening Listrik, PLN Ganjar Pemkab Kapuas Penghargaan
Pencabulan

Hot Borneo

Hamili Pacar di Bawah Umur, Pemuda Barut Kini Jadi Tersangka
Sandri

Hot Borneo

Terkuak, Dugaan Motif Pembunuhan Rika Menwa Amuntai
harga cabai

Hot Borneo

Harga Cabai di Palangka Raya Mulai Meroket

Hot Borneo

Perjalanan Domestik Tak Wajib PCR, Klinik Tirta Tabalong Masih Eksis
Rimau Group

Hot Borneo

Polemik Jalan Eks Pertamina di Bartim: Rimau Group Klaim Punya Legalitas!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com