Satu Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Ditemukan, Identitas Belum Diketahui Jelang Wukuf, Kesehatan Jemaah Haji Kalsel Terus Dikontrol Temui Zelenskyy dan Putin, Jokowi Bawa Misi Penting Negara Berkembang Manuver Plt Bupati HSU Soal Pasar Alabio, Prof Denny: Ada yang Tidak Beres Tahanan Tewas Banjarmasin, IPW Desak Pertanggungjawaban Dua Tingkat

Tahura Music Festival 2022: Akaracita Tampil Mendayu di Tengah Kepungan Rock

- Apahabar.com     Senin, 6 Juni 2022 - 07:33 WITA

Tahura Music Festival 2022: Akaracita Tampil Mendayu di Tengah Kepungan Rock

Akaracita, kelompok musik etnik asal Banjarbaru di Tahura Music Festival 2022, Sabtu (4/6) malam. Foto-Novy for apahabar

apahabar.com, BANJARMASIN – Akaracita, kelompok musik etnik asal Banjarbaru, menjadi performer yang tidak biasa di Tahura Music Festival 2022, Sabtu (4/6) malam.

Akaracita menampilkan gamalan (gamelan) banjar dengan nada dan irama yang mendayu di antara grup musik lain yang didominasi band rock seperti Navicula, Muram, Wasaka, Rockapudink, The Replay, Petersally, Threedays, Reggaein, Democrust, dan Last Project.

Meski jadi kelompok minoritas, tapi malam itu Akaracita tetap mampu menampilkan pertunjukan memukau di festival musik yang mengusung isu lingkungan itu.

“Kami Bahagia bahwa gamalan yang kami re-aktualisasi dalam bentuk yang lebih ngepop ini bisa diterima dengan bahagia oleh para penonton. Bahkan penonton duduk santai menikmati alunan music yang kami mainkan. Puncaknya, mereka sempat ramai menyalakan lampu handphone-nya menyatu membalut karya kami,” ungkap Jabuk, penabuh sarantam Akaracita.

Akaracita menampilkan instrumentasi gamalan banjar yang termuat dalam mini album “Derana”. Ada “Dan Malam” yang liriknya ditulis oleh novelis Sandi firly, lalu ada lagu berjudul Jeda, dan Rindang yang mereka tampilkan.

Novyandi Saputra menyampaikan Akaracita mengusung genre world music yang tidak tergolong sebagai musik populer. Musik tersebut memiliki elemen etnik yang kuat.

Terkait penampilan kelompoknya malam itu, Novyandi juga berterima kasih kepada Bilik Bersenyawa selaku penyelenggara Tahura Music Festival yang telah memberikan ruang untuk Akaracita.

Novy menyampaikan Akaracita yang telah berjalan kurang lebih 5 tahun ini menyajikan musik yang terdiri dari instrument tradisional dan modern, seperti gitar, gamalan, dawuh, sarantam, sarun dan suling.

Menurut dia, Akaracita mengangkat instrumen tradisional gamalan Banjar sebagai sebuah upaya mengenalkan dan menempatkan gamalan Banjar ke sebuah ruang eksplorasi baru ke dalam masyarakat yang lebih luas.

Sejak 15 Desember 2021 gamelan ditetapkan sebagai bagian Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Sebagaimana diketahui, jika UNESCO adalah organisasi modern yang besar tingkat dunia, berada di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan konsentrasi penuh pada masalah pendidikan, keilmuan dan kebudayaan.

Pengakuan UNESCO kepada gamelan, tentu memiliki arti penting bagi masyarakat gamelan di dunia dan terutama masyarakat tanah air sebagai pewaris inti kebudayaan yang melahirkan karya seni besar berupa gamelan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Food

Hot Borneo

Serius Bangun Food Estate di Banua, Dewan Kalsel Minta Bantuan Legislator Senayan

Hot Borneo

Pencarian Anak Tenggelam di Tabalong Terkendala Arus Deras
Pembunuhan Menwa AMuntai

Hot Borneo

Jelang Kematian Danmenwa Amuntai, Pacar Rasakan Firasat Aneh
Tanbu

Hot Borneo

Nekat Edarkan Sabu, Remaja 18 Tahun Tanbu Dibekuk Polisi!
Migor

Hot Borneo

Hitungan Jam! Migor di Ritel Modern Banjarmasin Ludes Diserbu Warga
PLN UIW

Hot Borneo

Duh Parah! Listrik Padam 3 Kali Sehari di Rawasari Ujung Banjarmasin

Hot Borneo

Sebulan Jelang Iduladha, Harga Daging Sapi di Kalsel Terus Melesat
Cuaca Kalsel Klasel Hari

Hot Borneo

Cuaca Kalsel Hari Ini: Pagi Berkilau, Malam Banua Anam Rawan Hujan!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com