Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Tipu-Tipu Si Nenet ‘Ratu’ Arisan Barabai: Cukup Bermodal WA & Pamor

Terbilang receh aksi tipu-tipu berkedok arisan yang dilancarkan MR (25) alias Nenet. Cukup bermodal unggahan status WhatsApp dan reputasi mentereng.
- Apahabar.com     Rabu, 15 Juni 2022 - 18:56 WITA

Tipu-Tipu Si Nenet ‘Ratu’ Arisan Barabai: Cukup Bermodal WA & Pamor

Annis, salah satu korban arisan Nenet mengaku merugi hingga Rp100juta ketika melapor ke Polres HST. Foto-foto: apahabar.com/Lazuardi.

apahabar.com, BARABAI – Terbilang receh modus tipu-tipu berkedok arisan yang dilancarkan MR (25) alias Nenet.

Cukup melalui unggahan status whatsApp, bandar arisan bodong asal Barabai, Hulu Sungai Tengah ini sukses menggaet puluhan nasabah dari penjuru Kalimantan Selatan.

Bahkan, bukan puluhan melainkan ratusan juta rupiah total kerugian nasabah akibat ulah Nenet.

Belakangan penyidik kepolisian dari Satreskrim Polres HST menetapkan Nenet dan sang suami, IH (31) sebagai tersangka.

@apahabarcom

Cukup Modal Status WA, Nenet Sukses Mengelabuhi Korban Arisan Bodong #tiktokberita

♬ suara asli – apahabar.com – apahabar.com

Salah satu korban Annis Junita, kepada media ini mengaku mengalami kerugian nyaris Rp100juta akibat ulah Nenet.

Cerita Annis, mulanya ia diiming-imingi bisnis jual-beli arisan. Nenet lalu menawarkan arisan Rp15juta yang hanya dijual Rp10 juta.

Dari tawaran Nenet itu, Annis lantas tergiur keuntungan berlipat.

“Gak ada yang istimewa dari tawarannya (Nenet-red). Hanya sekedar CP (chat pribadi-red) dan story WhatsApp. Gak ada kelebihannya,” kata Annis ditemui apahabar.com, Rabu (15/6).

Catatan arisan yang dikelola Nenet mencapai Rp2 miliar lebih.

Namun belakangan, Annis curiga. Tiba gilirannya mendapat arisan 3 Juni tadi, uangnya tak kunjung cair.

“Saya ikut arisan ini sejak 2021. Rutin transfer Rp3,5 juta per bulan,” kata dia.

“Setelah saya telusuri, ternyata anggota (arisan) lainnya juga mengeluhkan hal serupa,” tambah Annis.

Itikad baik sudah ditempuh Annis. Dia mendatangi Nenet dan meminta uang kembali.

Namun sampai jatuh tempo, nyatanya Nenet tak kunjung membayar.

Annis sendiri baru mengenal Nenet. Setahun belakangan. Itupun dari temannya.

Annis percaya terhadap Nenet lantaran dia cukup dikenal khalayak di HST.

“Pamornya. Dia orang kaya,” ujarnya.

Atas ulah Nenet, Annis beserta puluhan korban lainnya sepakat mengadu ke Polres HST.

Mereka melampirkan bukti transaksi via bank hingga salinan percakapan whatsApp kepada polisi, Minggu (12/6) lalu.

Total nasabah Nenet yang tertulis mencapai 80 orang. Ada yang dari HST maupun luar kota seperti Banjarmasin.

Merugi hingga Miliaran

Nenet hanya bisa tertunduk didampingi suami saat didatangi oleh para korbannya di kediamannya sendiri.

Catatan media ini, kerugian nasabah Nenet bervariasi. Dari puluhan hingga ratusan juta. Jika ditotal mencapai Rp2 miliar lebih.

Senin (13/6), Nenet diringkus. Tak perlu waktu lama bagi polisi menetapkannya sebagai tersangka. Atas bukti-bukti permulaan tadi, dia diduga melanggar Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP.

Sehari kemudian, suami Nenet, IH (31) ikut diboyong polisi. Dia juga ditetapkan tersangka atas kasus penggelapan dan penipuan.

Kasat Reskrim, AKP Antoni Silalahi melalui Kasi Humas Polres HST, AKP Soebagiyo menyebut keduanya ditahan berdasar surat perintah.

“Sang suami ditahan lantaran turut serta membantu istrinya, Nenet dalam tindak pidana itu,” kata AKP Soebagiyo, Rabu (15/6).

Lantas ke mana uang hasil arisan yang disetor ke Nenet?

Penyidik tengah mendalaminya. Barang bukti berkaitan erat dengan aksi tipu-tipu Nenet telah disita.

“Ada satu unit mobil dan mesin cuci,” jelas Soebagiyo.

Ada 1 orang mewakili 35 orang yang telah melapor. Tidak menutup kemungkinan korban akibat ulah Nenet bertambah.

Sampai berita ini ditayangkan, belum tahu ke mana Nenet melarikan uang ratusan juta rupiah milik para nasabah.

Bejalan tesepak intan

Lantas, apa penyebab yang melatarbelakangi banyaknya warga Kalsel mudah sekali dikelabui para pelaku bandar arisan online bodong?

Simak analisis antropolog ULM di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PBSI Barito Utara

Hot Borneo

Resmi, Sastra Jaya Nakhodai PBSI Barito Utara
Pekerja Buruh Banua

Hot Borneo

Tolak Pencairan JHT di Usia 56 Tahun, Buruh Banua Desak DPRD Kalsel Bersikap

Hot Borneo

SDN II Anjir Serapat Timur Kapuas Terbakar, 4 Ruang Kelas Jadi Arang
PDAM Bandarmasih

Hot Borneo

Terdampak Perbaikan Pipa Bocor, Warga Banjarmasin Kesulitan Air Bersih 3 Hari
Kebakaran Pulau Mambulau

Hot Borneo

Puluhan Pelajar Korban Kebakaran Pulau Mambulau Kapuas Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah
titik nol IKN Nusantara

Hot Borneo

Ramai Diserbu Warga, Titik Nol IKN Nusantara Bukan Objek Wisata
Pengadilan Negeri Kandangan

Hot Borneo

PN Kandangan Canangkan Zona Integritas Bebas Korupsi
Kalsel

Hot Borneo

Siap-Siap! Hujan Petir Intai Seluruh Wilayah Kalsel Malam Hari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com