Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Tugas Berat, Seribu Balita di Hulu Sungai Tengah Alami Gizi Buruk

Jumlah tersebut dikategorikan cukup tinggi. Data Dinkes Kalsel 2022, tingkat prevalensi sebaran kasus stunting HST masih di angka 10,6 %.
- Apahabar.com     Rabu, 8 Juni 2022 - 21:38 WITA

Tugas Berat, Seribu Balita di Hulu Sungai Tengah Alami Gizi Buruk

Tugas berat, seribu Balita di Hulu Sungai Tengah alami gizi buruk. Foto-Antara

apahabar.com, BARABAI – Tugas berat diemban Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sedikitnya seribu bayi di bawah usia lima tahun (balita) mengalami gizi buruk.

Jumlah tersebut dikategorikan cukup tinggi. Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Tahun 2022, Kabupaten Hulu Sungai Tengah tingkat prevalensi sebaran kasus stunting masih di angka 10,6 persen.

Artinya, dari 15.506 balita di daerah itu, sebanyak 1.269 anak tingkat pertumbuhannya masih tergolong pendek dan 380 anak dikategorikan sangat pendek.

Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia atau SSGI, kasus stunting Kalsel masih berada di atas rata-rata nasional dan menempati urutan ke-6 tertinggi di Indonesia dengan angka 30 poin. Sedangkan Hulu Sungai Tengah menempati urutan ke-9 dari 13 Kabupaten Kota di Kalsel.

Bupati Hulu Sungai Tengah Aulia Oktafiandi mengatakan masalah gizi buruk dan stunting (kekerdilan) menjadi komitmen bersama dalam penurunan dan pencegahannya.

“Semoga ke depan dengan sinergi dapat menangani masalah stunting dan bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” ucapnya seperti dilansir Antara, Rabu (8/6).

Diketahui, stunting merupakan sebuah kondisi gagal tumbuh dan berkembang yang dialami anak-anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama, infeksi berulang, serta stimulasi psikososial yang tidak memadai, terutama pada seribu hari pertama kelahiran anak.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Hulu Sungai Tengah melakukan beberapa upaya penurunan kasus stunting dengan melakukan Rembuk Stunting dan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak termasuk Forkopimda.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Panglima TNI Usul Penambahan Alutsista untuk Jaga IKN Nusantara
Rabithah Alawiyah

Hot Borneo

Silaturahmi dengan Rabithah Alawiyah, Khairul Saleh Ceritakan Posisi Habaib di Kesultanan Banjar
Feri Kotabaru-Batulicin

Hot Borneo

Hari Keempat Lebaran, Penumpang Feri Kotabaru-Batulicin Terjun Bebas!

Hot Borneo

Sudah Tahap Lelang, Jembatan Mandastana Batola Segera Dibangun Ulang
Pemkab Kapuas

Hot Borneo

Lancar Bayar Rekening Listrik, PLN Ganjar Pemkab Kapuas Penghargaan
Bangunan

Hot Borneo

Komisi III Minta Instansi Terkait Audit Kelayakan Bangunan Bertingkat
Sabu

Hot Borneo

Polda Kalsel Musnahkan Lima Kilo Lebih Sabu
Spanduk Iklan Rokok Kapuas

Hot Borneo

Wujudkan Kota Layak Anak, Satpol PP Kapuas Tertibkan Spanduk Iklan Rokok
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com