Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu…

Usai Cabut Larangan, Pemerintah Incar Ekspor 1 Juta Ton CPO

- Apahabar.com     Sabtu, 11 Juni 2022 - 07:54 WITA

Usai Cabut Larangan, Pemerintah Incar Ekspor 1 Juta Ton CPO

Ilustrasi CPO. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan akan mempercepat ekspor minyak sawit mentah (CPO) dengan target 1 juta ton dalam waktu dekat.

Mengutip Antara, Jumat (10/6), Luhut mengatakan target itu diharapkan terwujud setelah pemerintah melakukan upaya untuk mempercepat ekspor CPO.

Upaya yang dimaksud, salah satunya menerapkan mekanisme flush out atau mengosongkan tangki-tangki minyak yang penuh.

“Dengan mekanisme flush out ini pemerintah memiliki target minimal 1 juta ton CPO dapat diekspor dalam waktu dekat ini,” kata Luhut di lokasi acara Business Matching Produsen CPO dan Pengusaha Minyak Goreng Curah di Badung.

Prinsipnya jika tangki-tangki yang penuh itu cepat dikosongkan, maka permintaan terhadap tandan buah segar (TBS) dari petani sawit dapat meningkat. Jika permintaan itu naik, maka harapannya harga TBS di tingkat petani dapat ikut naik.

Pemerintah menargetkan harga tandan buah segar sawit dapat naik dari Rp2 ribu per kg menjadi di atas Rp2.500 sampai dengan Rp3.200 per kg.

Terkait mekanisme flush out, Luhut menyampaikan pemerintah memberi kesempatan kepada eksportir CPO yang tidak tergabung dalam Simirah untuk melakukan ekspor.

“Namun, syaratnya membayar biaya tambahan sebesar US$200 setara Rp2,9 juta per ton (asumsi nilai tukar Rp14.569 per dolar AS) kepada pemerintah. Biaya ini di luar pungutan ekspor dan biaya keluar yang berlaku,” kata Luhut.

Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) adalah sistem dan aplikasi yang dikembangkan oleh pemerintah untuk memetakan rantai distribusi dan harga minyak goreng.

Langkah percepatan ekspor lainnya, Luhut mengatakan pemerintah juga menaikkan rasio pengali selama masa transisi dari tiga kali menjadi lima kali.

“(Harapannya) itu akan memberi insentif kepada mereka yang mengekspor,” katanya.

Kemudian, dia menambahkan pemerintah juga mengizinkan mekanisme pemindahtanganan hak ekspor kepada yang berkontribusi pada program Simirah.

“Jadi dapat dipindah tangan satu kali, saya ulangi satu kali kepada perusahaan lainnya,” kata Luhut.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Sebulan Perang, Ukraina Rugi Hampir US$600 Miliar
Dubes India

News

Akibat Kasus Penistaan Agama, Gubernur Nova Setop Kegiatan Dubes India di Aceh
tarawih perdana

News

Melihat Tarawih Perdana di Masjid Terbesar Kalsel, Penuh-Sesak hingga 20 Rakaat
KPK

News

Total Kerugian Akibat Korupsi Rp 62 T Selama 2021, KPK Kok Cuma Tangani 1 Persen?
Agresi

News

Kerahkan Pasukan Cadangan, Ukraina Siaga Sambut Agresi Rusia
BUMN

News

Erick Thohir Buka 2.300 Lowongan Magang di BUMN
Usai Viral Pamer Payudara di TikTok, Wanita ini Akhirnya Minta Maaf. Foto-Istimewa

News

TikTokers Berhijab Pamer Payudara Minta Maaf, NU Ingatkan Bijak Bermedsos

News

Viral Bungkus Hot Wheels Bergambar Anies Baswedan, Penyelenggara Buka Suara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com