Padang Ilalang Disulap Jadi Wisata Bunga di Batu Benawa HST Satu Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Ditemukan, Identitas Belum Diketahui Jelang Wukuf, Kesehatan Jemaah Haji Kalsel Terus Dikontrol Temui Zelenskyy dan Putin, Jokowi Bawa Misi Penting Negara Berkembang Manuver Plt Bupati HSU Soal Pasar Alabio, Prof Denny: Ada yang Tidak Beres

Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Hibah MTQ Kalteng, Kejari Barsel Gali Soal Dana Rp4,5 M

Kejari Barsel telah memanggil ketua umum pelaksana MTQ Kalteng 2020 yakni mantan bupati dan ketua hariannya, sekda, sebagai saksi.
- Apahabar.com     Sabtu, 18 Juni 2022 - 13:38 WITA

Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Hibah MTQ Kalteng, Kejari Barsel Gali Soal Dana Rp4,5 M

Kepala Kejaksaan Negeri Barito Selatan Romulus Haholongan (tengah). Foto-Antara

apahabar.com, BUNTOK – Penyelidikan atas dugaan korupsi dana hibah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) tahun 2020 terus bergulir.

Sejauh ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Barsel sudah beberapa kali memanggil Panitia Penyelenggara MTQ Kalteng 2020.

Di antaranya, memanggil ketua umum pelaksana MTQ Kalteng 2020 yakni mantan bupati dan ketua hariannya yang merupakan Sekda Barsel. Mereka dimintai keterangan sebagai saksi.

Dugaan kasus ini secara umum terkait penggunaan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel yang dihibahkan kepada panitia penyelenggara MTQ tingkat provinsi 2020 sebesar Rp8 miliar.

“Untuk penanganan dugaan kasus ini tetap, dan sedang berproses,” kata Kepala Kejari Barsel Romulus Haholongan dilansir Antara, Sabtu (16/6).

Ia mengatakan, pihaknya sedang memanggil sejumlah saksi terkait hal tersebut. “Untuk jumlah saksi yang sudah dipanggil guna diminta keterangannya terkait hal ini lebih dari 30 orang,” ucapnya.

Seperti diketahui, MTQ Kalteng 2020 dijadwalkan di Buntok, namun batal digelar akibat pendemi Covid-19.

Kendati demikian, sudah ada dana yang digunakan sebesar kurang lebih Rp4,5 miliar. Sementara sisanya sudah dikembalikan kepada Pemkab Barsel sebesar Rp3,5 miliar.

Romulus menjelaskan, materi yang sedang didalami pihaknya saat ini adalah terkait dengan penggunaan dana sebesar Rp4,5 miliar tersebut.

“Siapa pun yang dipanggil sebagai saksi, ada kepentingan hukumnya untuk menerangkan peristiwa yang terjadi dalam penggunaan dana hibah kurang lebih sebesar Rp4,5 miliar itu,” jelas dia.

Romulus mengatakan, penanganan dugaan korupsi tersebut hingga saat ini belum sampai pada penetapan tersangkanya.

Jumlah saksi yang dipanggil cukup banyak, bahkan ada beberapa saksi berada di luar Provinsi Kalteng.

Dalam penyelidikannya, Ramulus mengaku terkendala jumlah personel di Kejari Barsel yang terbatas. Sehingga personelnya terkadang harus bekerja sampai malam dalam menangani dugaan kasus ini.

Selain itu, ia menegaskan, dalam melakukan pemeriksaan dan penanganan dugaan kasus tersebut, pihaknya lebih berhati-hati.
Hal itu agar apabila sudah ditetapkan tersangka-nya, maka dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, termasuk jika nantinya ada yang mengajukan gugatan praperadilan.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bunuh Guru Pesantren

Hot Borneo

Tak Terima HP Disita, 2 Santri di Samarinda Bunuh Guru Pesantren
Pengeroyokan Maut

Hot Borneo

Bentrok Maut di Tanah Laut: Dua Pelaku Terakhir Menyerah!
Kotabaru

Hot Borneo

Api Berkobar di Rampa Lama Kotabaru, Satu Rumah Sewaan Hangus!

Hot Borneo

Tabrak Tiang, Pengendara Motor di Banjarmasin Tewas Seketika
Masjid Agung Al-Mukarram Kapuas

Hot Borneo

Pengelola Masjid Agung Al-Mukarram Apresiasi Vaksinasi Massal dari Polres Kapuas
Ineks

Hot Borneo

Simpan Ekstasi, Wanita Muda di Tilahan Diringkus Tim Gabungan Polres HST
TSK Sabu Tabalong

Hot Borneo

Edarkan Narkoba, Warga Nalui Tabalong Disergap Polisi

Hot Borneo

Ekonomi Sedang Susah, Emak-Emak Bersyukur HIPMI Tanah Bumbu Gelar Pasar Murah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com