Padang Ilalang Disulap Jadi Wisata Bunga di Batu Benawa HST Satu Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Ditemukan, Identitas Belum Diketahui Jelang Wukuf, Kesehatan Jemaah Haji Kalsel Terus Dikontrol Temui Zelenskyy dan Putin, Jokowi Bawa Misi Penting Negara Berkembang Manuver Plt Bupati HSU Soal Pasar Alabio, Prof Denny: Ada yang Tidak Beres

Wilayah Sungai HSS Jadi Perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI berupaya mencegah maraknya penangkapan ikan dengan cara merusak atau destructive fishing di...
- Apahabar.com     Jumat, 10 Juni 2022 - 17:51 WITA

Wilayah Sungai HSS Jadi Perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Penyerahan piagam apresiasi antara KKP RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS. Foto-apahabar.com/Istimewa

apahabar.com, KANDANGAN – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI berupaya mencegah maraknya penangkapan ikan dengan cara merusak atau destructive fishing di Hulu Sungai Selatan (HSS).

Melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), KKP RI melaksanakan sosialisasi bersama pemerintah daerah serta instansi terkait pada Jumat (10/6).

Ditjen Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan (PPSDK) Halid K Jusuf, menyampaikan pihaknya telah memiliki rencana aksi nasional penanggulangan destructive fishing.

Hal ini dikuatkan dengan adanya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 114 Tahun 2019 yaitu perhatian serius bagi PSDKP untuk memprogramkan masalah ekologi.

“Salah satunya untuk menyelamatkan ekologi adalah terkait penangkapan yang merusak adalah merupakan konsen kami,” kata Halid K Jusuf.

Komponen aksi ini dengan turut melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait baik TNI dan Polri, serta masyarakat.

KKP juga memberikan edukasi tentang alternatif usaha bidang budidaya perikanan ataupun wisata tirta, dengan harapan destructive fishing dapat diganti dengan kegiatan ramah lingkungan dan membantu mengembangkan potensi daerah masing-masing.

“Nelayan yang melakukan destructive fishing kami arahkan. Kita harus memulai dari diri sendiri, jadilah manusia yang berkepedulian tinggi terhadap keberlangsungan kelestarian sumber daya ikan dan lingkungan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) HSS Syamsuri Arsyad menyampaikan bahwa metode penangkapan ikan seperti dengan racun, potassium, setrum akan merusak ekosistem sungai.

Apalagi kegiatan yang tidak bertanggung jawab tersebut juga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bahkan sangat merugikan bagi masa depan.

“Mungkin kita memperoleh hasil yang banyak, tetapi ke depan akan menjadikan ikan tangkapan semakin sedikit ditambah adanya kerusakan ekosistem,” terangnya.

Wabup Syamsuri Arsyad menjelaskan berdasarkan data statistik tahun 2020, tercatat 17.735 orang jumlah nelayan perikanan tangkap dari jumlah penduduk HSS 240.200 jiwa.

Mereka berprofesi sebagai nelayan dan nelayan musiman dengan menggantungkan hidupnya dari menangkap ikan di perairan.

“Kondisi kealamiahan perairan umum harus tetap dijaga agar produktivitasnya seperti kelimpahan ikan, tetap tinggi,” ucapnya.

Sosialisasi ini dirangkai dengan pemberian apresiasi oleh KKP dan Pemkab HSS dan penyerahan secara simbolis imbauan larangan penangkapan ikan yang merusak.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kebijakan Menag

Pemkab HSS

Tunggu Kebijakan Menag, 314 Jemaah HSS Siap Berangkat Haji

Pemkab HSS

Bupati-Wabup HSS Serahkan Santunan Anggota PGRI Purna Tugas
Wabup Syamsuri

Pemkab HSS

Wabup Syamsuri Pimpin Raker DHC 45 HSS
Vaksinasi

Pemkab HSS

Bupati HSS Pastikan Semua Pelajar SMA Menerima Vaksinasi

Pemkab HSS

Pemkab HSS Bangkitkan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Pemkab HSS

Hari Kedua SKD di HSS, Total 24 Peserta CPNS Absen
Perpisahan Dandim HSS

Pemkab HSS

Lampion Terbang Sambut Perpisahan Dandim 1003 HSS

Pemkab HSS

Perbaikan Jalan Penghubung Desa Sungai Kupang-Lungau Bakal Diusulkan Pemkab HSS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com