Aksi Ciamik Pereli Kalsel di Kejurnas Danau Toba Rally 2022, Rifat Sungkar Tercecer IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk Liburland Festival di Banjarbaru, Isyana Sarasvati Pikat Ribuan Pengunjung Breaking! Toko Pecah Belah di Palangka Raya Terbakar Aksi Dugaan Perampasan, 3 Polisi Kalsel Berhadapan dengan Propam
agustus

Aksi Menyimpang di HST; Polisi Dalami Kasus 88 Irisan yang Diduga Bagian Tubuh Jenazah

- Apahabar.com     Kamis, 14 Juli 2022 - 14:11 WITA

Aksi Menyimpang di HST; Polisi Dalami Kasus 88 Irisan yang Diduga Bagian Tubuh Jenazah

Kasat Reskrim AKP Antoni Silalahi didampingi KBO nya menunjukkan barang bukti tindak kejahatan yang dilakukan SYT, Rabu (13/7)./Foto: apahabar.com/Lazuardi.

apahabar.com, BARABAI – Penyidik Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah (HST) masih melakukan pendalaman kasus pencurian kulit pada bagian tubuh jenazah yang dilakukan SYT (65)..

Total, ada 88 irisan kulit bagian tubuh manusia yang diamankan polisi. Barang bukti yang ditemukan itu seperti alis dan kelopak mata .

Semuanya disimpan dalam kresek pada bakul yang digantung di dalam rumah pelaku.

“Saat ini baru dua (laporan) yang kita terima. Dari dua orang keluarga korban yang mengalami kejadian itu,” kata Kasat Reskrim Polres HST, AKP Antoni Silalahi, Rabu (13/7).

Berawal dari laporan keluarga Misrah, warga Desa Benawa Tengah RT 11 Kecamatan Barabai. Bagian alis dan kelopak mata jenazah ibunya, Sandariah (80) yang hilang sebelum dimandikan, Selasa (12/7) pagi.

Keluarga tak menaruh curiga terhadap SYT, pelayat yang masih satu desa dengan keluarga duka. Namun gelagat SYT akhirnya membuat Masriah curiga.

Masriah melihat SYT memasukkan sesuatu ke dalam kantong celananya. Dia juga melihat SYT membuka penutup wajah, menyentuh bagian wajah hingga memijat kaki jenazah.

Curiga dengan apa yang dilakukan SYT, Masriah lantas membuka penutup wajah. Dia kaget mendapati mata kiri ibunya melotot dan bagian alis hilang bekas disayat.

Melototnya mata jenazah tadi disebabkan kelopak mata yang juga telah disayat.

Tak lain, dugaan keluarga mengarah kepada SYT. Mereka lantas melaporkan kejadian janggal itu ke aparat desa dan mendatangi kediaman warga yang masih di Desa Benawa Tengah. Tepatnya di RT 6.

Alhasil, mereka mendapati sekantong kresek berisi potongan-potongan kulit. Diduga juga dari kulit jenazah.

Warga menduga lebih 40 jenazah yang telah mendapat perlakuan yang sama.

Dari hasil introgasi terhadap pelaku, Antoni menyebutkan SYT sudah melakukan aksi menyimpang itu nyaris 2 tahun.

Antoni merincikan modus SYT. Mulanya dia melayat ke rumah duka dan duduk disamping jenazah.

Saat sepi pelayat, SYT mulai melancarkan aksinya, menyayat bagian tubuh jenazah.

“Dia menyayat kelopak mata dan alis (masing-masing sebelah kiri dan kanan-red) kemudian memasukkan bagian-bagian tadi ke dalam kresek dan dibuat ke dalam kantong celana,” kata Antoni

Pelaku, kata Antoni meyakini dengan membawa bagian kulit jenazah itu bisa kebal.

“Bagian kulit itu dikeringkannya dan kemudian dibalut timah rokok agar bisa dibawa saat keluar rumah. Dia meyakini untuk melindungi diri dari orang-orang jahat,” terang Antoni.

Saat dilakuakan pendalaman introgasi, sebelum jenazah Sandariah, SYT juga melancarkan aksinya terhadap jenazah mendiang Bari di desa yang sama RT 12, Senin (11/7) pagi.

“Modusnya operandinya sama. Dia duduk di dekat jenazah hingga sepi baru melakukan aksinya,” kata Antoni.

Keluarga mengetahui ada sesuatu yang berbeda di wajah jenazah. Seperti melepuh di bagian alis kiri dan kanan.

Bedanya, keluarga mendiang, Bari, tak menaruh curiga. Keluarga mengira hal tersebut wajar-wajar saja.

Hal yang dianggap wajar tadi berubah menjadi tak wajar setelah salah satu keluarga mendiang Bari melayat ke rumah duka Sandariah keesokan harinya.

Keluarga mendiang Bari mendapati informasi. Bagian alis dan kelopak mata juga nampak tersayat seperti pada jenazah Bari waktu itu.

“Saat itu SYT sudah ketahuan mengambil kulit (menyayat kulit bagian tubuh jenazah Sandariah-red) dengan silet,” kata Antoni.

Lantas, keluarga mendiang Bari menanyakan hal itu ke polisi. Keluarga menduka hal itu juga dilakukan oleh SYT kepada jenazah Bari.

“Setelah diintrogasi, pelaku SYT mengakuinya,” kata Antoni.

Saat ini SYT dijerat Pasal 363 dan Pasal 362.

Kedua pasal tersebut sama-sama mengatur perihal tindak pidana pencurian. Bedanya, Pasal 363 berbicara mengenai tindak pencurian dengan pemberatan, sedang Pasal 362 hanya pencurian biasa.

“Ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” terang Antoni.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarbaru

Hot Borneo

Penolakan Pemindahan Ibu Kota ke Banjarbaru, Dewan Kalsel Nampaknya Pesimis

Hot Borneo

Viral Video Perampokan & Baku Tembak di BRI Batulicin, Cek Faktanya!
Vaksin Covid-19

Hot Borneo

Hampir Kadaluarsa, Tabalong Target Vaksin AstraZeneca Habis Hari Ini
korban tenggelam di tabalong

Hot Borneo

Hari Keempat Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Korban Tenggelam di Tabalong
Pilkades Pulau Sembilan

Hot Borneo

Hari Ini, Calon Pilkades Pulau Sembilan Kotabaru Lengkapi Bukti Dugaan Pelanggaran
Menteri Hadi Tjahjanto

Hot Borneo

Legislator Kalsel Ingatkan PR Menteri Hadi Tjahjanto!

Hot Borneo

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua di Kalsel, Capai 70 Persen Sebelum Ramadan
Balai Kota Banjarmasin

Hot Borneo

Kelakuan, PNS di Banjarmasin Asik Nongkrong Saat Apel Gabungan Pascalibur Panjang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com