Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Seluruh Wilayah Berpotensi Cerah Berawan Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam Terungkap, Motif Pembunuhan 17 Agustus di Cempaka Banjarbaru
agustus

Astaga! Harga Cabai di Balikpapan Melonjak, 1 Kg Tembus Rp200 Ribu

Pantauan apahabar.com, Rabu (13/7) di beberapa pasar tradisional Balikpapan memang menunjukkan kenaikan cukup signifikan.
- Apahabar.com     Rabu, 13 Juli 2022 - 13:42 WITA

Astaga! Harga Cabai di Balikpapan Melonjak, 1 Kg Tembus Rp200 Ribu

Harga cabai di pasar tradisional Balikpapan Rp200 ribu. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BALIKPAPAN – Harga cabai di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) melonjak drastis.

Pantauan apahabar.com, Rabu (13/7) di beberapa pasar tradisional Balikpapan memang menunjukkan kenaikan cukup signifikan.

Seperti di Pasar Pandansari, harga cabai Rp200 ribu per kilogramnya. Kenaikan tersebut terjadi pada Hari Raya Iduladha. Harga cabai tadinya Rp110 ribu.

Situasi yang sama juga terpantau di Pasar Klandasan. Pedagang menjual cabai seharga Rp180 ribu sampai Rp200 ribu per Kg.

Banyak pedagang mengaku bahwa kenaikan ini dipicu oleh stok dari pemasok yang berkurang, serta naiknya harga jual dari produsen.

“Mulai hari ini naiknya segini (Rp200 ribu), cuma masih ada yang jual Rp180 ribu per kilogramnya. Ya naiknya mulai lebaran haji kemarin,” ungkap Tukijah, salah seorang pedagang cabai Pasar Klandasan.

Senada dengan Marwah, kenaikan harga cabai ini memang dirasa oleh pedagang maupun pembeli.
Meskipun Marwah masih menjual cabai seharga Rp150 ribu per kilogramnya, namun para pembeli sedikit berkurang. Banyak dari mereka yang menurunkan daya beli dikarenakan harga cabai naik.

“Saya masih jual Rp150 ribu per kilogram, di Pandansari itu sudah Rp200 ribu. Mau gimana lagi ya, dari sananya sudah naik harganya. Katanya stoknya disana yang kurang,” katanya.

Kenaikan harga cabai ini dirasa sangat berat oleh masyarakat, terutama mereka yang memiliki usaha lalapan ataupun ayam geprek.

Mau tak mau mereka menyesuaikan porsi pemakaian lombok dibandingkan harus menaikkan harga jual.

“Mahal eh lombok mas, masa sampai Rp200 ribu per kilogram. Nah kita ini yang jual lalapan dilema, mau naikkan harga takutnya pembeli malah kabur,” timpalnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Satresnarkoba Polres Tanah Bumbu

Hot Borneo

Simpan Sabu dalam Saku, Pemuda di Kusan Hilir Tanah Bumbu Ditangkap Polisi

Hot Borneo

Dua Pekerja Tewas di Area PT KRN Balikpapan, Polisi Langsung Olah TKP
Terduga pencabulan di Tanbu

Hot Borneo

Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, KS Diamankan Polisi Tanbu

Hot Borneo

Dipesan Via Instagram, Tembakau Gorila Mulai Menginvasi Barito Kuala

Hot Borneo

Tipu-tipu Jual Beli Solar, Kakak Beradik dan Seorang Perempuan Digulung Macan Kalsel
Barbuk

Hot Borneo

Kejari Banjarbaru Musnahkan Sabu, Ekstasi, dan Miras
Rika Amuntai

Hot Borneo

Reka Ulang Pembunuhan Menwa Amuntai: Dihabisi, Dilecehkan, Rika Berkali-kali Berucap Takbir

Hot Borneo

Ketua DPRD Kalsel Bagikan 2 Dus Minyak Goreng, Emak-Emak Langsung Rebutan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com