Pekerja Lokal Bakal Tertinggal, Rocky Gerung: Negara Lain Take Off, Kita Sibuk Bertengkar soal Polisi Papua Bukan Daerah Operasi Militer, Imparsial: Kenapa Tentara yang Maju?   Terombang-ambing di Selat Makassar, Pria Sulawesi Berhasil Selamat Yang Perlu Diperhatikan Setelah Banjir Hantakan Renggut Nyawa Balita Banjir Hantakan HST Rengut Nyawa Balita, Lebih Lima Desa Terendam
agustus

Bagaimana Penularan Hepatitis B dari Ibu Hamil ke Janin? Begini Penjelasan Dokter Kandungan

- Apahabar.com     Kamis, 28 Juli 2022 - 14:47 WITA

Bagaimana Penularan Hepatitis B dari Ibu Hamil ke Janin? Begini Penjelasan Dokter Kandungan

apahabar.com, JAKARTA – Virus Hepatitis B (HBV) bisa menular melalui darah dan hubungan seksual. Selain kedua hal itu, virus yang berasal dari famili Hepadnaviridae ini juga bertransmisi dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Alamsyah Aziz, bahkan menyebut risiko penularan HBV dari ibu hamil ke janin lebih tinggi ketimbang penyakit lainnya, seperti Sifilis dan HIV. Lantas, bagaimana sebenarnya transmisi ini bisa terjadi?

“Penularan Hepatitis B dari ibu ke bayi, yang pertama itu melalui plasenta,” kata Alamsyah, dikutip dari Webinar Hari Hepatitis Sedunia: Mendekatkan Askes Pengobatan Hepatitis, pada Kamis (28/7/2022).

Ada empat kondisi yang memungkinkan HBV menular via plasenta di dalam rahim ibu. Salah satunya, ketika uterus berkontraksi dan terjadi kerusakan sawar plasenta, terutama pada ibu dengan HBeAg positif.

“Status HBeAg yang positif ini mengindikasikan faktor risiko tinggi (janin terpapar HBV),” tutur dokter lulusan Universitas Padajajaran itu.

Kemungkinan lain, penularan bisa terjadi saat plasenta terinfeksi, yang menyebabkan adanya adanya gradient plasenta dari sisi bayi dan sisi maternal. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui HBV-DNA di dalam sel telur dan sel sperma yang terinfeksi HBV.

Tak cuma selama mengandung, HBV dapat bertransmisi lewat intra uterin. Apabila, fetus terpapar cairan vagina yang mengandung virus saat proses melahirkan.

Alamsyah juga menyebut penularan virus dapat berlangsung pada saat pascamelahirkan, tepatnya selama masa menyusui, mengingat HBV dapat bertransmisi melalui darah. Namun, kata dia, menyusui tidak berpengaruh terhadap respons imun vaksin HBV, asalkan puting susu dirawat dengan baik.

Untuk mencegah penularan vertikal ini, World Health Organization (WHO) menyarankan agar ibu hamil diberikan antivirus tenofovir. Alamsyah memaparkan, waktu terbaik untuk menerima dosis ini adalah ketika kandungan berusi 28 sampai 32 minggu. (Nurisma)

Editor: Deasy Tirayoh - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Relax

Imbas Invasi ke Ukraina, Timnas dan Klub Rusia Dihapus dari Gim FIFA 22
Video seorang pria melakukan hal tak senonoh di depan wanita dalam KRL viral di media sosial. Foto-Istimewa

Relax

Viral, Pria Onani Depan Wanita di Dalam KRL, PT KAI Commuter: Sudah Diamankan
Korupsi

News

Kasasi Ditolak, Mark Sungkar Divonis 2,5 Tahun Penjara di Kasus Korupsi
Warga Kalsel

News

Gila-Gilaan, Harga Tiket Pesawat ke Bali & Singapura Tembus Jutaan
Begini Tanggapan Pemuda Asal Barabai Tentang Videonya Usai Viral di Media Sosial. Foto-Istimewa

Relax

Usai Videonya Viral di Medsos, Begini Tanggapan Pemuda Asal Barabai

News

Masih Bertahan, Harga Emas Hampir Tembus Rp1 Juta
Ridwan Kamil

News

Soal Pilpres 2024, Jokowi Ingatkan Relawan Projo tidak Tergesa-gesa
PLN Tala

News

Bangun Infrastruktur Kalsel, PLN Sulap Limbah Batu Bara PLTU Asam-Asam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com